Nella Fantasia (Bagian 2) Denyitan tangga berkayu itu terdengar tergesa-gesa. Tak lama tampak gadis manis yang menuruninya dengan setengah berlari. “Hati-hati, Medela!” tegur wanita paruh baya yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Setelah sampai pada anak tangga terakhir, Medela menghampiri wanita itu dan mencium pipinya. “Morning, Ma.” “Morning, sayang. Gimana tulisan mu?” “Aku rasa,… Continue reading Nella Fantasia (Bagian 2)
