Skip to main content

Majalah Sunday

Sebuah Puisi – DUKA

Sebuah Puisi – DUKA Penulis: Ayu Anjani – Universitas Pendidikan Indonesia  Duka Duka menyaksikan senja runtuh di pelupuk mata, Satu per satu langkah pulang pergi tanpa suara, Waktu seperti enggan menutup luka yang terasa nyata, Meninggalkan sunyi yang tak pernah benar-benar akan reda.   Duka di hadapanku tanah menjadi bahasa pemberhentian terakhir, Menelan nama yang… Continue reading Sebuah Puisi – DUKA

Sebuah Cerpen: Razia

Sebuah Cerpen: Razia Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia Kena razia itu biasa, tapi didiagnosa penyakit kelabu gara-gara bawa skincare pink itu luar biasa. Terjebak Razia Extra Pinky Hari Selasa biasanya membosankan, sampai desas-desus itu menyebar lewat grup kelas: “Razia besar-besaran! Tim Pak Broto sudah bergerak dari kelas ujung!” Sean, yang biasanya paling… Continue reading Sebuah Cerpen: Razia

Sebuah Cerpen: Sekat

Sebuah Cerpen: Sekat Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia Dunia terlalu luas untuk dipenjara oleh sebuah sekat bernama gender. Sekat Biru dan Merah Jambu Sore itu terasa terik, dan kedai es krim di seberang sekolah jadi pelarian paling masuk akal. Mulan sibuk mengeruk es krim sea salt di dalam cup kertasnya dengan sendok… Continue reading Sebuah Cerpen: Sekat

Sebuah Cerpen: Yang Sakit di Sini Siapa?

Sebuah Cerpen: Yang Sakit di Sini Siapa? Penulis: Lubna Apdria Kwuaysa- SMK Negeri 48 Ini awalan cerita dari si sakit Suara tetesan infus di ruang rawat inap di Rumah Sakit itu sebenernya tenang banget. Bau obat yang menyengat juga khas banget. Ditambah lagi, AC yang dinginnya mirip di kutub utara bikin suasana makin syahdu.  Imam… Continue reading Sebuah Cerpen: Yang Sakit di Sini Siapa?

Sebuah Puisi: Sadar

Sebuah Puisi: Sadar Penulis: Ayu Anjani – Universitas Pendidikan Indonesia Sadar Sadar bahwa langit biru menari dengan awan putih, Bumi hijau merangkul sungai dan hutan lebat. Angin berbisik rahasia kepada pohon-pohon tua yang bersih, Menyatukan denyut nadi kehidupan yang tak pernah penat.   Manusia berjalan ringan di atas tanah yang subur, Tak merusak, tapi menjaga… Continue reading Sebuah Puisi: Sadar

Sebuah Cerpen: Setelah Lulus, Lalu Apa?

Sebuah Cerpen: Setelah Lulus, Lalu Apa? Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia Ternyata, musuh paling menakutkan setelah lulus bukanlah ujian, melainkan pertanyaan: ‘Mau ke mana?’ Setelah Lulus, Lalu Apa? “Lulus. Akhirnya.” Berdiri sendirian di lorong sekolah yang mendadak terasa asing, aku merasakan kertas kelulusan di tanganku bergoyang ditiup angin. Muncul tawa kecil yang… Continue reading Sebuah Cerpen: Setelah Lulus, Lalu Apa?

Sebuah Cerpen: Nasi adalah Koentji

Sebuah Cerpen: Nasi adalah Koentji Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Ini awal cerita… Gian selalu percaya kalau setiap manusia itu punya kebebasan buat milih jalan hidupnya masing-masing. Tapi, setelah kenal Yoga selama tiga tahun, iman Gian goyah. Masalahnya, jalan hidup yang dipilih Yoga tuh bener-bener di luar nalar sehat, terutama urusan perut.… Continue reading Sebuah Cerpen: Nasi adalah Koentji

Sebuah Puisi – Interaksi

Sebuah Puisi – INTERAKSI Penulis: Ayu Anjani- Universitas Pendidikan Indonesia  INTERAKSI Interaksi di bumi hijau, ekologi merangkai sebuah makna, Dalam sunyi alam, kehidupan tumbuh penuh dalam harmoni, Setiap ekosistem hidup dari jalinan relasi yang sangat bermakna, Untuk menjaga keseimbangan semesta sepanjang hari.   Interaksi dalam komponen biotik terjalin begitu erat, Dengan abiotik yang diam namun… Continue reading Sebuah Puisi – Interaksi

Sebuah Cerpen – Lazuardi vs El Niño

Sebuah Cerpen – Lazuardi vs El Niño Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia Saat langit memutih dipanggang El Niño, Lazuardi sadar bahwa bumi tidak butuh air mata, melainkan tangan yang berani melawan. Debu di Atas Retakan Sawah Lazuardi menyeka keringat di pelipisnya. Saat ini, langit desanya tak lagi biru. Cakrawala berubah menjadi putih… Continue reading Sebuah Cerpen – Lazuardi vs El Niño

Sebuah Puisi – Ironi (2)

Sebuah Puisi – Ironi (2) Penulis: Kerry Dagur Puisi ‘Ironi’ menggambarkan bahwa hidup kadang tidak sejalan dengan yang kita harapkan dan tidak semua orang dapat kita senangkan. Ironi (2) Satu meredam duga Diam-diam pening ia pikul Satu menghindar tak terduga Siap-siap senyap ia dekap Di ufuk malam bersamaan   Demikian jelmaan hidup Berdiam kau kepada… Continue reading Sebuah Puisi – Ironi (2)