WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Folie á Deux: Fenomena Langka dalam Psikologi Tentang Delusi yang Dibagi.

Folie á Deux adalah istilah psikologi mengenai gangguan kejiwaan berbahasa Perancis yang jika diterjemahkan berarti Madness for Two (Kegilaan yang dibagi dua). Selain itu, ada pula istilah lain dari Folie á Deux yaitu Shared Psychotic Disorder (Gangguan psikotik yang dibagi).


Folie á Deux merupakan gangguan kejiwaan psikotik alias gejala yang meliputi halusinasi dan delusi. Bedanya, fenomena Folie á Deux ini berupa delusional atau khayalan dari satu orang yang dominan, kemudian delusi itu dibagi kepada satu orang lain yang lebih pasif, tunduk, dan biasanya menutup diri dari kehidupan luar sehingga gampang banget dipengaruhi oleh si dominan.

Nah, tahu nggak Sunners, kalau fenomena ini biasanya terjadi pada dua orang atau lebih yang memiliki hubungan dekat, lho. Misalnya keluarga atau dua orang yang tinggal bersama dalam waktu yang lama, bisa saja suami-istri, pasangan kekasih, ayah-anak, ibu-anak, dan adik-kakak. Meskipun begitu, Folie á Deux sangat jarang terjadi alias langka. Tapi kita harus tetap berhati-hati ya, karena fenomena ini agak sulit teridentifikasi.

Dalam fenomena Folie á Deux, Si dominan ini biasanya terkonfirmasi memiliki gangguan kejiwaan lain seperti Skizofrenia, Delusional Disorder, Bipolar Disorder, Major Depressive Disorder, dan sebagainya. Tapi hal ini belum tentu berlaku untuk si pihak kedua atau rekannya, dalam beberapa kasus ia mungkin saja tidak memiliki gangguan kejiwaan yang menyertai seperti pada si dominan.

Perlu diingat juga ya, Sunners, meskipun fenomena ini merupakan gangguan kejiwaan yang “dibagi”, tapi bukan berarti gangguan kejiwaan dapat menular ya. Gangguan jiwa, baik halusinasi, delusi, dan lain sebagainya tidak dapat menular. Hanya saja, ketika penderitanya menemukan seseorang lain yang memiliki khayalan dan ketertarikan yang sama, mereka cenderung akan berbagi hal tersebut.

Throwback Time: Pada tahun 2017 lalu sempat ramai di media, tentang kakak beradik di Bandung yang bunuh diri bersama dengan cara meloncat dari gedung apartemennya. Sebelum itu, diberitakan juga bahwa mereka sempat dirawat di panti rehabilitasi kejiwaan di Bogor, karena mengalami depresi setelah meninggalnya salah satu orang tua mereka.

Jadi, apakah ini salah satu kasus dari Folie á Deux?

Meskipun tidak ada konfirmasi lanjutan mengenai kondisi kejiwaan kedua korban tersebut, tapi kasus di atas bisa jadi salah satu cara bagaimana Folie á Deux bekerja.

Biasanya Folie á Deux mendorong si dominan untuk melakukan kegilaan bersama rekannya, seperti menjauhi kehidupan bersosial, menyakiti orang lain, menculik, membunuh, atau bahkan bunuh diri. Mereka akan jadi semacam Partner in Crime, dalam artian mereka benar-benar melakukan tindak kriminal, tergantung bagaimana delusi itu mengendalikan mereka.

Wah, setelah mengulik tentang Folie á Deux, ternyata gangguan kejiwaan memang semenyeramkan itu ya, Sunners?

So, Stay Sane! 

 

Dewi Sulistia, Universitas Negeri Jakarta.

Leave A Comment