WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Caper Elite di Sosmed? Bisa Dong!

Ikan hiu makan tomat…

Lanjutin sendiri ya hehe. Gimana nih Sunners, gerakan #dirumahaja sudah masuk bulan ketujuh nih, masih semangat? Masih dong ya. Ternyata, selama gerakan #dirumahaja ini berlangsung, banyak dari remaja hingga kalangan semua umur mulai memasuki dunia berkonten di sosial media yang tersedia. Selain karena mudah diakses, sosial media dewasa ini memang punya potensi yang luar biasa besar. Banyak banget orang-orang yang mendadak viral berkat konten yang mereka buat di platform tertentu. Konten ini ada banyak bentuknya Sunners, bisa berupa video singkat, tulisan, podcast, dan lain-lain. Bahkan ada juga yang sebenarnya nggak membuat konten untuk menjadi viral, eh malah ramai diperbincangkan netizen.

Ada positif sudah pasti ada negatif. Dari sekian banyaknya konten-konten positif yang bertebaran, ada aja oknum yang kebelet viral dengan bikin konten tidak senonoh. Untuk konten positif ini ada banyak banget, salah satunya yang masih hangat, Odading Mang Oleh. Siapa sih yang nggak tahu Odading Mang Oleh yang rasanya seperti Anda menjadi iron man? Berkat video promosi uniknya di TikTok, kini Odading Mang Oleh meraup omzet besar dan butuh masuk antrian panjang dulu buat bisa dapetin seporsi kue bantal empuk asal Bandung ini. Kemudian Ada juga tagar #samasamabelajar di TikTok yang informatif, cover dance atau lagu yang menghibur, video-video lucu, rekomendasi racun-racun olshop serbaguna, thread-thread edukatif di Twitter, dan banyak lagi.

Untuk konten negatifnya, wah pasti ini Sunners juga sudah pada pernah denger-denger nih. Misalnya ada kasus video ibu-ibu yang menggunting-gunting bendera merah putih, video tradisi ceplokin telur saat ulang tahun yang banjir komentar orang luar (warga asing) , video tindakan nggak bertanggung jawab sekelompok remaja yang mau foto-foto tapi malah ngerusak kebun teh, kasus Lutfi yang membuat kata baru mirip anjay dan masih banyak lagi kelakuan-kelakuan gila lainnya yang dilakukan hanya demi untuk jadi viral sesaat.

Cari perhatian kok sampai segitunya banget ya mereka, heran nggak sih Sunners? Padahal bisa lho cari perhatian dengan cara lebih berkelas. Harus apa aja sih biar konten kita dapat perhatian banyak tapi tetap berdampak positif? Simak beberapa tips yang Sunday kumpulkan berikut ini yuk!

1. Niat

Konten yang dibuat dengan sepenuh hati hasilnya pasti nggak akan berkhianat. Siapkan dulu niat yang baik sebelum berkonten. Mulai banyak cari referensi, matengin konsep, sampai eksekusi rapi semua bisa lancar kok kalau niatmu kuat.

2. Berani Beda

Penikmat konten itu cenderung lebih tertarik sama sesuatu yang segar alias wah baru liat nih yang begini. Berani menampilkan sesuatu beda dan belum banyak yang bahas bisa jadi daya tarik kuat buat kontenmu. Atau kamu bisa buat konten yang sudah umum tapi dengan gaya dan kreativitasmu sendiri.


3. Jangan copas!

Perlu diingat Sunners, orisinalitas dalam berkarya itu penting banget. Konten jiplakan dalam bentuk apapun sudah pasti tidak akan dapat perhatian positif dari publik.

4. Angkat sesuatu yang relatable

Semakin banyak orang-orang yang merasa relatable dengan kontenmu semakin banyak pula perhatian yang mereka berikan ke kamu. Misalnya kalau kontenmu relatable ke banyak orang, mereka biasanya akan memberi respon seperti “wah aku juga begini”, ” Ini info yang lagi aku butuhin banget” , “ternyata begitu ya, jadi tau sekarang”, dan sebagainya. Untuk membuat konten yang relatable ke banyak orang, kamu bisa gali ide dari pengalaman pribadi, info atau cerita dari orang sekitar, dan juga apa yang sedang jadi tren terkini.


5. Konsisten

Perhatian yang banyak memang tidak datang dalam waktu yang singkat. Terus konsisten berkarya dengan maksimal tentunya merupakan cara yang paling efektif untuk berhasil. Jangan mudah menyerah kalau dirasa konten yang kamu buat sudah layak konsumsi. Hargai setiap prosesnya dan tetap semangat ya!

Wah, setelah menyimak beberapa tips dari Sunday di atas, apakah Sunners semakin yakin untuk berkarya? Atau mau kasih tambahan tips versi kalian? Jangan lupa komen ya. Mulai dulu aja !😁

 

Maharani Laksmi Dewi, UNJ

Leave A Comment