WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Peristiwa Terseram di Apartemen Jakarta

Apartemen dapat dijadikan alternatif hunian disaat harga rumah tapak kian melambung. Tersedianya berbagai fasilitas lengkap penunjang kehidupan, kepraktisan, serta lokasi yang strategis membuat beberapa orang yakin untuk memilih tinggal di hunian vertikal ini. Dengan proses transaksi yang mudah, siapapun bisa singgah.

Sejumlah apartemen di Jakarta pernah menjadi saksi bisu dari peristiwa pertumpahan darah yang dilakukan oleh penghuninya sendiri, catatan kriminal sudah bayak disumbangkan. Ada yang memilih mengakhiri hidup, ada pula yang terpilih untuk diakhiri hidupnya. Lantas, peristiwa terseram apa saja yang pernah terjadi di apartemen Jakarta? Inilah daftarnya.

 

Mutilasi di Kalibata City

Lokasinya yang dekat dengan pusat perbelanjaan menjadi keunggulan apartemen ini. Namun amat disayangkan tragedi kelam sering terjadi, bahkan hingga berkali-kali. Seperti: kasus pembunuhan karyawan bank (2012), kasus pembunuhan istri pejabat BPK (2013), kasus bunuh diri pemandu karaoke (2018), dan yang teranyar adalah kasus mutilasi RHW (2020).

Korban RHW (32) dan pelaku LAS (27) sudah saling mengenal cukup lama melalui aplikasi Tinder. Suatu hari mereka memutuskan bertemu di salah satu kedai kopi yang terletak di kawasan Juanda, Jakarta Pusat. Setelah itu, keduanya sepakat untuk melanjutkan kencannya ke Apartemen Pasar Baru Mansion. Di apartemen tersebut rupanya sudah ada kekasih LAS, berinisial DAF (26) yang tengah menunggu di kamar mandi. Ketika LAS dan korban sedang melakukan hubungan intim, DAF menghampiri mereka sambil menghantam kepala korban dengan batu bata. Tak berhenti sampai disitu, tanpa ragu DAF menusuk punggung korban beberapa kali menggunakan gunting, hingga akhirnya korban meninggal dunia. Jasad RHW dibiarkan begitu saja di kamar mandi apartemen selama tiga hari.

Akses rekening sudah berhasil didapatkan, pelaku lantas menguras harta korban. Tanpa pikir panjang, mereka segera membelanjakan uang hasil rampasannya. Sepeda motor dan emas berhasil dikantonginya. Tak lupa, mereka juga membeli gergaji serta pisau daging untuk memutilasi korban menjadi 11 bagian. Kemampuan memotong tubuh manusia tersebut, mereka pelajari secara autodidak dengan menyaksikan tutorial yang ada di media sosial.

Dibawanya potongan tubuh itu ke Apartemen Kalibata City dengan koper yang sebelumnya sudah ditaburi bubuk kopi dan pengharum ruangan, guna menyamarkan aroma jenazah korban. Selanjutnya, pelaku menyiapkan lubang galian untuk mengubur korban di rumah kontrakan mereka di daerah Cimanggis. Niat pelaku akhirnya gagal setelah keduanya diamankan polisi pada 16 September 2020.

Bunuh diri di Bassura City dan Kemang Village

Aksi bunuh diri di apartemen cukup sering terjadi. Biasanya, mereka memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari ketinggian tertentu. Salah satu penyebab yang mendasari yaitu rasa depresi berlebih, seperti dua aksi bunuh diri di Bassura City dan Kemang Village ini.

Pada 1 Juni 2019, NR (24) yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga ditemukan tewas setelah lompat dari lantai 32 Tower Dahlia Apartemen Bassura City. Korban mengalami luka sobek pada beberapa bagian tubuhnya. Atas kejadian tersebut, saksi segera membuat laporan ke Polsek Jatinegara. Setelah diidentifikasi, aksi bunuh diri terjadi karena depresi terkait masalah keluarga.

Nyaris serupa, kejadian nahas juga dialami oleh SB (18) yang tewas dengan cara terjun dari lantai 38 Apartemen Kemang Village Residence pada Minggu pagi, 25 Februari 2018. Saat berbenturan dengan aspal, tubuhnya seketika bersimbah darah, kepalanya pun pecah. Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, gadis muda ini diduga nekat bunuh diri karena depresi setelah putus cinta dengan kekasihnya.

Kasus tersebut menjadi pembuktian bahwa depresi bukanlah permasalahan sepele. Nah, jika kalian merasakan gejala depresi hingga ingin mengakhiri hidup, atau melihat teman maupun kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk segera menghubungi pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan jiwa.

Pembunuhan wanita dalam box di Mediterania Marina

Kasus ini sempat ramai diperbincangkan pada 2016 silam. Pasalnya, ditemukan kotak plastik di kolong tol Pantai Indah Kapuk yang berisikan wanita dalam kondisi tak bernyawa. Korban merupakan seorang karyawati bank swasta berinisial FNR (23). Korban dicekik hingga tewas oleh CS (42), yang mengaku sakit hati dengan tindakan korban. Pada 10 Juli, pelaku terpantau kamera CCTV sedang mendorong sebuah troli dari lantai 27 Apartemen Mediterania Marina dan membawa sebuah box berukuran besar. Jenazah korban dibalut dengan seprai kotak-kotak berwarna pink, serta ditaburi kapur barus supaya tidak menimbulkan bau menyengat.

 

Itulah beberapa peristiwa terseram yang pernah terjadi di apartemen Jakarta. Apa sebelumnya Sunners sudah pernah mendengar kisah tersebut? Kisah mana yang menurut kalian paling seram? Tulis di kolom komentar yaa…

 

Oleh: Nelin Novalin, Universitas Negeri Jakarta.

Leave A Comment