Skip to main content

Majalah Sunday

Memindahkan Hujan

Memindahkan Hujan Penulis: Kinanti Rizkiarti – Universitas Negeri Jakarta December 3, 2020 2:33 pm Kenapa harus menghalau hujan? Apa gunanya menghalau hujan? Apa salah hujan? Jika tidak diizinkan Tuhan ya sudah terima saja!, seperti tidak ada hari esok saja, kalau perlu tidak usah jadi sekalian!.  Gadis itu lantas membanting pintu kamarnya, lalu naik ke atas… Continue reading Memindahkan Hujan

Kenapa Gudang Tidak Pernah Dibuka?

Kenapa Gudang Tidak Pernah Dibuka? Penulis: Novianti Sabani – Universitas Negeri Jakarta November 25, 2020 11:05 am Tahun lalu, satu orang siswa kelas 9A dinyatakan menghilang. Nadira, namanya. Perempuan cantik berkulit putih, bermata kecil dan tajam seperti kucing. Ia memiliki rambut lurus panjang bak iklan shampo yang membuatnya menjadi salah satu siswa paling eksis di… Continue reading Kenapa Gudang Tidak Pernah Dibuka?

Special Human

Special Human Penulis: Lina Rufaidah – Universitas Negeri Jakarta November 23, 2020 9:18 am “Kita hentikan aja sampai di sini,” ucap seorang lelaki berjaket hitam. Siang itu, matahari sedang terik-teriknya. Cahayanya terpancar hingga menembus jendela-jendela berkaca milik Cafe Rumonians yang letaknya berada di pinggiran jalan Pegagon III. Di balik jendela-jendela itu, terlihat seorang gadis berpakaian… Continue reading Special Human

Melodi Bulan Merah

Melodi Bulan Merah Penulis: Nama – Asal Institusi November 22, 2020 9:05 pm Suara biola sama halnya dengan decitan ban mobil saat injak rem mendadak. Terus-menerus berputar-putar dalam tikungan yang tajam. Beradu teriak dengan aspal licin, yang keduanya sama-sama keras kepala. Begitulah setidaknya yang terdengar di telinga Taran.Wajah bulan sangat sumringah. Inilah waktunya Taran dan… Continue reading Melodi Bulan Merah

Diam-Diam

Diam-Diam Penulis: Nurul Azizah UNJ Diam-diam aku sama seperti mereka, berjalan antara jejeran etalase toko dan daftar harga baju berlogo Diam-diam aku sama seperti mereka, berjalan di antara riuh rendah suara buruh penjaja barang mewah yang gajinya dibayar murah Aku sama saja seperti mereka yang seenaknya minta dilayani dengan dalih telah mengupahi Aku tak ada… Continue reading Diam-Diam

Beku

BEKU Penulis: Kinanti Rizkiarti Universitas Negeri Jakarta November 21, 2020 5:08 pm Entah ia yang terlalu berani untuk membirukan luka.. Atau aku yang terlalu takut menyimpulkan bahwa itu luka.. Entah ia yang terlalu kuat untuk membekukan waktu.. Atau aku yang melulu meragu.. Baru kumengerti bahwa rumah tidak melulu ditanya oleh kata tanya “apa?” melainkan dapat… Continue reading Beku

Kesatria

Kesatria November 16, 2020 5:23 pm Aku duduk di pojok ruangan seorang diri sambil menunggu pahlawanku datang. “Put, ayo makan!” Kepalaku menoleh ke arah sumber suara sambil mengangguk senang. Kupikir dia sudah melupakan sedikit banyak tentang diriku karena akhir-akhir ini agaknya kepulangannya sangat jarang. “Makan apa hari ini?” Aku berteriak senang. Kulepas boneka beruang yang… Continue reading Kesatria

Puisi “Sebuah Renungan”

Source: Pinterest

Puisi “Sebuah Renungan”   Sebuah Renungan Tanah nan suburPulau-pulau teramat makmurMerenung kan ciptakan rasa syukur Tidakkah kau berpikir demikian? Tangis duka para pahlawanManisnya kita yang rasakanDahulu menuntut keadilanKini hanya jadi kenangan Geram… kami geramNegeri kami mengkhawatirkan “Apa yang telah kalian lakukanPada negeri yang telah kami perjuangkan? Saudara jadi musuhMusuh jadi saudaraInikah hasil yang dipersembahkanAtas segala… Continue reading Puisi “Sebuah Renungan”

Gugur. Menjalar

Gugur. Menjalar Penulis: Maharani Laksmi Dewi UNJ November 15, 2020 11:23 pm Dari jentikan jari menjalar bunga-bunga Dari tekad yang melukai pulihlah rumah rumah beratap plester Tegap kembali lutut-lutut yang terlipat-lipat Berhenti sudah hujan yang membenamkan wajah dalam liang Terganti cetak tapak kaki menuju piring penuh keju dan susu basi Yang akan berkepompong jadi padi… Continue reading Gugur. Menjalar

Sampai Kapan?

https://pin.it/3Uc44Ni

Sampai Kapan? Sampai kapan kami berada di posisi antara mati dan tidak?Ibu-ibu kami yang menjahit baju hingga bibirBapak-bapak kami yang mengambil batu hingga menggerusnya dengan gigi Untaian janji belakaTerus mereka nyanyikanDalam melodi rintihanDi antara jerit tangis kami Oh, para penerus negara!Para pemuda yang budiman!Kami butuh bantuanmu!Janganlah terus menenggelamkan tanganmu untuk kamiKami mohon, susunlah bahu kalian..… Continue reading Sampai Kapan?