Skip to main content

Majalah Sunday

Sebuah Puisi – Manusia

Sebuah Puisi – Manusia Penulis: Ayu Anjani- Universitas Pendidikan Indonesia  Manusia Manusia berjalan di antara tanah yang mulai lelah, Langit menyimpan resah dari napas yang kurang terarah, Insan bisa membangun dunia, namun lupa dimana arah yang ramah, Bumil pun ikut berbisik lirih, bahwa ia menahan luka yang mulai parah.   Manusia menanam harap di ladang… Continue reading Sebuah Puisi – Manusia

Sebuah Puisi – Ia yang Tumbuh Terlalu Cepat

Sebuah Puisi – Ia yang Tumbuh Terlalu Cepat Penulis: Hafizhaturrahmah –  UIN Sunan Ampel Surabaya Puisi ‘Ia yang Tumbuh Terlalu Cepat’ merupakan sebuah karya apresiasi kepada kakak perempuan yang berjuang dalam hidup Ia yang Tumbuh Terlalu Cepat Ia perempuan.Anak pertama.Kakak tertuayang belajar kuatbahkan sebelum tahu arti aman.Sepuluh dari sepuluhdi atas kertas.Tepuk tangan datang rapi,sementara hatinyaretak… Continue reading Sebuah Puisi – Ia yang Tumbuh Terlalu Cepat

Sebuah Cerpen – FOMO

Sebuah Cerpen – FOMO Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia “Bagi Arka, saldo ATM yang sekarat tidak semenakutkan rasa FOMO yang menyiksa saat melihat teman-temannya sedang asyik tertawa di tempat viral tanpa dirinya.” Obrolan Mahal di Atas Langit Arka menatap cangkir kopinya yang tinggal ampas. Harganya enam puluh ribu, rasa pahitnya sampai ke… Continue reading Sebuah Cerpen – FOMO

Sebuah Puisi – Sekalipun

Sebuah Puisi – Sekalipun Penulis: Kerry Dagur Puisi ‘Sekalipun’ merupakan sebuah karya bagaimana perasaan sangatlah kompleks dan sulit untuk dipahami sekalipun itu perasaan kita sendiri. Sekalipun Ada yang merasa bahagia Sekalipun bukan miliknya Ada yang merasa sedih  Sekalipun bukan karenanya Juga ada yang tidak merasa apa-apa Sekalipun hadir selalu di tiap kejadian   (Ledalero, Maret… Continue reading Sebuah Puisi – Sekalipun

Sebuah Cerpen – “Kuliah Malam ya, Dek?”

Sebuah Cerpen – “Kuliah Malam ya, Dek?” Plot Twist Horor di Akhir Masa Kuliah Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Malam itu, kampus sudah benar-benar sunyi. Bagas, mahasiswa kuliah  tingkat akhir yang mengambil jalur kelas karyawan, masih setia mendekam di area parkir belakang.  Sebagai budak korporat di siang hari dan pejuang gelar di… Continue reading Sebuah Cerpen – “Kuliah Malam ya, Dek?”

Sebuah Puisi – cinta¿

Sebuah Puisi – Cinta¿ Penulis: Ayu Anjani – Universitas Pendidikan Indonesia  Cinta ¿ Cinta yang tumbuh dihitung sejak aku kecil,  Di rumah yang ramai, namun terasa hampa, Hak-hak itu hadir, tapi nada selalu menyentil, Seolah semua harus dibalas tanpa harus dijeda.  Kasih sayang yang dihitung berulang dalam kata-kata,  Tentang jasa apa yang tak lelah disebutkan, … Continue reading Sebuah Puisi – cinta¿

Sebuah Puisi – Bapak

Sebuah Puisi – Bapak Penulis: Kerry Dagur Puisi ‘Bapak’ merupakan sebuah karya apresiasi kepada bapak sebagai kepala keluarga yang berusaha menghidupi keluarganya. Bapak Dalam penantiannyaBapak beribu-ribu kali menjemur diriBerharap suatu hari menjemput pulangSebuah mawar mekar beraromaJustru tiba jamur subur, muka memar,Dan anak yang lupa menghitung Dalam penantiannyaBapak merasa pergiTak tahu ke manaMungkin ke ruang mimpi… Continue reading Sebuah Puisi – Bapak

Sebuah Puisi – Perubahan Itu

Sebuah Puisi – Perubahan Itu Penulis: Hafizhaturrahmah –  UIN Sunan Ampel Surabaya Puisi ‘Perubahan Itu’ menceritakan tentang bagaimana hidup yang berjalan dinamis dan bagaimana semestinya kta memaknainya. Perubahan Itu Aku sempat ingin berjalan santai,menikmati hari tanpa banyak tuntutan. Tapi diam terlalu lamamembuatku gelisah,seolah waktu terus berjalansementara aku tertinggal. Aku mulai mengerti,tanpa mengenal siapa yang paling… Continue reading Sebuah Puisi – Perubahan Itu

Sebuah Cerpen – Double Tap

Sebuah Cerpen – Double Tap Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia “Bagi Clarissa, satu notifikasi ‘like’ terasa seperti napas buatan; tanpa itu, ia merasa sedang tenggelam dalam lautan rasa minder.” Candu Double Tap Layar ponsel Clarissa berpendar terang di kegelapan kamar. Jarum jam sudah melewati angka dua pagi, tapi jempolnya seolah punya nyawa… Continue reading Sebuah Cerpen – Double Tap

Sebuah Cerpen – Bapak Bisa Diam, Ga?

Sebuah Cerpen – Bapak Bisa Diam, Ga? Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa- SMKN 48 jakarta Pagi itu, aroma kopi hitam dan bau koran lama sudah memenuhi ruang makan, sebuah tanda bahwa sang “Gubernur Lelucon Garing” alias bapak sudah menduduki singgasananya. Dirga menguap lebar, melangkah malas menuju meja makan dengan rambut berantakan khas orang baru bangun tidur.… Continue reading Sebuah Cerpen – Bapak Bisa Diam, Ga?