Skip to main content

Majalah Sunday

Sebuah Cerpen – Aku Cuma Cermin, Tapi Dia Lihatnya Luka

Sebuah Cerpen – Aku Cuma Cermin, Tapi Dia Lihatnya Luka Penulis: Cindy Trianita – UKI Aku nggak pernah ngerti kenapa Bu Raina seolah benci banget sama aku. Setiap kali aku bicara di kelas, dia kayak nahan napas. Setiap kali aku ngerjain tugas, dia nyari salah sekecil apapun. Bahkan saat aku dapet nilai bagus, komentarnya selalu… Continue reading Sebuah Cerpen – Aku Cuma Cermin, Tapi Dia Lihatnya Luka

Sebuah Cerpen – Ensiklopedia Hidup Bernama Bagas

Sebuah Cerpen – Ensiklopedia Hidup Bernama Bagas Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa- SMKN 48 Jakarta Matahari Jakarta sedang lucu-lucunya dalam artian, dia seolah ingin memanggang siapa pun yang berani melangkah di aspal tanpa perlindungan. Namun, bagi Bagas, cuaca ekstrim hanyalah bumbu pelengkap untuk sebuah narasi.  Sambil menyeka keringat di dahi, Bagas menunjuk sebuah gedung tua di… Continue reading Sebuah Cerpen – Ensiklopedia Hidup Bernama Bagas

Sebuah Cerpen – FOMO

Sebuah Cerpen – FOMO Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia “Bagi Arka, saldo ATM yang sekarat tidak semenakutkan rasa FOMO yang menyiksa saat melihat teman-temannya sedang asyik tertawa di tempat viral tanpa dirinya.” Obrolan Mahal di Atas Langit Arka menatap cangkir kopinya yang tinggal ampas. Harganya enam puluh ribu, rasa pahitnya sampai ke… Continue reading Sebuah Cerpen – FOMO

Sebuah Cerpen – “Kuliah Malam ya, Dek?”

Sebuah Cerpen – “Kuliah Malam ya, Dek?” Plot Twist Horor di Akhir Masa Kuliah Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Malam itu, kampus sudah benar-benar sunyi. Bagas, mahasiswa kuliah  tingkat akhir yang mengambil jalur kelas karyawan, masih setia mendekam di area parkir belakang.  Sebagai budak korporat di siang hari dan pejuang gelar di… Continue reading Sebuah Cerpen – “Kuliah Malam ya, Dek?”

Sebuah Cerpen – Double Tap

Sebuah Cerpen – Double Tap Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia “Bagi Clarissa, satu notifikasi ‘like’ terasa seperti napas buatan; tanpa itu, ia merasa sedang tenggelam dalam lautan rasa minder.” Candu Double Tap Layar ponsel Clarissa berpendar terang di kegelapan kamar. Jarum jam sudah melewati angka dua pagi, tapi jempolnya seolah punya nyawa… Continue reading Sebuah Cerpen – Double Tap

Sebuah Cerpen – Bapak Bisa Diam, Ga?

Sebuah Cerpen – Bapak Bisa Diam, Ga? Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa- SMKN 48 jakarta Pagi itu, aroma kopi hitam dan bau koran lama sudah memenuhi ruang makan, sebuah tanda bahwa sang “Gubernur Lelucon Garing” alias bapak sudah menduduki singgasananya. Dirga menguap lebar, melangkah malas menuju meja makan dengan rambut berantakan khas orang baru bangun tidur.… Continue reading Sebuah Cerpen – Bapak Bisa Diam, Ga?

Sebuah Cerpen – Satu Porsi Malu

Sebuah Cerpen – Satu Porsi Malu Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia Maya ingin memesan satu porsi cilok, tapi yang akhirnya ia telan adalah satu porsi malu sebab hinaan. Satu Porsi Cilok? Tidak. Maya menggenggam uang lima puluh ribu yang lusuh, siap menyantap cilok kuah kacang yang mengepul di depannya. Aroma gurih itu… Continue reading Sebuah Cerpen – Satu Porsi Malu

Sebuah Cerpen – Razia dan Cara Menghindarinya

Sebuah Cerpen – Razia dan Cara Menghindarinya Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Di sebuah sekolah yang katanya sih “unggulan” tapi tiap minggu selalu ada aja drama, razia udah jadi semacam tradisi turun-temurun. Entah itu razia rambut, HP, sepatu, sampe hal-hal random yang bahkan kadang siswa sendiri lupa kalau itu dilarang. Dan seperti… Continue reading Sebuah Cerpen – Razia dan Cara Menghindarinya

Sebuah Cerpen – Centang Biru

Sebuah Cerpen – Centang Biru Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia Bagi Dika, horor paling nyata di abad ke-21 bukanlah hantu di sekolah, melainkan dua garis centang biru yang muncul tanpa balasan selama tiga jam berturut-turut. Centang Dua Warna Biru Dika duduk bersandar di kursi belajarnya, lampu kamar yang terang benderang menerangi tumpukan… Continue reading Sebuah Cerpen – Centang Biru

Sebuah Cerpen – Nasi Goreng Rendang

Nasi goreng rendang buatan Nara sudah siap!

Sebuah Cerpen – Nasi Goreng Rendang Penulis:  Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Seminggu setelah Lebaran, suasana rumah Nara akhirnya kembali normal. Toples kue sudah tinggal remah-remah. Ketupat sudah lama habis. Dan yang tersisa di kulkas tinggal satu hal yang seolah tidak pernah berkurang: rendang. Setiap kali membuka kulkas, Nara selalu menatap wadah plastik… Continue reading Sebuah Cerpen – Nasi Goreng Rendang