Penulis: Ayu Anjani- Universitas Pendidikan Indonesia
Belajar problem solving sering terasa sulit bukan karena materinya terlalu kompleks, tapi karena cara kita memahaminya kurang tepat. Kita cenderung langsung mencari jawaban atau meniru cara orang lain tanpa benar-benar mengerti inti masalahnya. Di sinilah first principle thinking jadi penting karena metode ini bisa membantu kamu berpikir dari dasar, bukan dari kebiasaan.
Bayangkan jika kamu sedang menghadapi soal yang rumit. Biasanya, kamu akan mencoba mengingat rumus atau contoh soal yang mirip. Tapi dengan pendekatan ini, kamu justru berhenti sejenak dan bertanya: “Sebenarnya inti masalah ini apa?” Dari situlah, kamu akan bisa mulai membongkar masalah menjadi bagian paling sederhana, lalu menyusunnya kembali dengan logika yang kamu pahami sendiri.
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan otakmu seperti sedang menyusun puzzle:
Intinya, kamu tidak perlu jago gambar, hanya cukup gunakan bentuk sederhana seperti lingkaran, panah, atau garis.
Teknik ini membantu kamu “melihat” cara berpikir seperti:
Dengan cara ini, catatanmu tidak hanya dibaca, tapi juga “dipahami secara visual”.
Agar tidak bingung, kamu harus ikuti alur sederhana ini:

Karena otak kita lebih mudah mengingat gambar daripada teks panjang. Saat kamu menggabungkan kata dengan visual akan menjadi:
Supaya kamu tidak salah arah:
Pada akhirnya, metode First Principle Thinking ini membantumu memahami, bukan sekadar mengingat. Dengan membiasakan berpikir dari dasar dan memvisualisasikan ide, kamu akan lebih mudah menyelesaikan masalah apa pun. Cara ini membuat proses belajar terasa lebih ringan, jelas, dan efektif.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.