Majalah Sunday

Analysis Paralysis - Kebingungan Karena Kebanyakan Mikir

Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University

“Duh, banyak amat sih kerjaan gue! Mulai dari mana ya?”

“Saran si A sebenernya oke sih. Tapi input dari B juga nggak salah. Ih bingung deh mesti gimana solusinya…”

Saat lagi ngerjain sesuatu atau harus bikin suatu keputusan, pasti banyak banget pilihan, saran, atau konsekuensi yang harus kita pertimbangkan ya? Alasannya tentu supaya kita bisa membuat keputusan yang bijak dan nggak bikin bikin rugi diri sendiri bahkan orang lain.

Tapi gimana kalau terlalu mikirin segala kemungkinan dan pilihan malah jadi berlarut-larut, yang berujung nggak bisa membuat satu keputusan? Ternyata ada lho, istilah untuk keadaan seperti itu. Namanya analysis paralysis. Nggak beda jauh dari overthinking, tapi ada sedikit perbedaannya. Ayo kita kupas lebih dalam melalui artikel ini!

Apa Itu Analysis Paralysis dan Ciri-Cirinya?

Analysis paralysis adalah kondisi di mana seseorang nggak bisa memutuskan suatu hal karena terlalu banyak memikirkan pilihan yang diberikan atau kemungkinan yang bakal terjadi. Kurang lebih sama seperti overthinking, tapi overthinking lebih kepada kebiasaan berpikir berlebihan, sementara analysis paralysis adalah dampak dari overthinking terus menerus.

Biasanya, analysis paralysis muncul saat kita harus memutuskan pilihan yang dapat mengubah hidup seperti memilih jurusan kuliah atau menentukan jenjang karier. Analysis paralysis juga dapat terjadi kalau kita harus membuat keputusan yang nggak hanya memengaruhi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Di kegiatan sehari-hari pun analysis paralysis bisa terjadi saat kita terlalu overwhelmed sampai kebingungan milih mau mandi atau makan dulu.

Terlalu banyak memikirkan sesuatu dapat menjadi pemicu analysis paralysis, atau ketidakmampuan menentukan pilihan.

Analysis paralysis bukan sebuah gangguan mental, namun sering dikaitkan dengan gejala kecemasan atau anxiety, depresi, hingga ADHD (attention deficit hyperactive disorder). Berikut contoh tanda-tanda seseorang sedang mengalami analysis paralysis:

  • Terus mencari informasi atau data mengenai pilihan yang diberikan
  • Selalu menunda ketika harus menentukan keputusan
  • Merasa gelisah, takut, dan stres saat memikirkan segala bentuk kemungkinan
  • Sering melewatkan kesempatan karena nggak bisa memutuskan suatu pilihan

Gimana Ya, Cara Mengatasi Analysis Paralysis?

Mempertimbangkan suatu pilihan memang nggak salah supaya tahu ke depannya harus melakukan apa, atau paling nggak tahu konsekuensi yang harus siap kita terima dari keputusan tersebut. Namun, terlalu sering mempertimbangkan bisa membuat kita jadi nggak mampu untuk mengambil keputusan yang cepat untuk kebaikan diri sendiri, atau ketika kita sudah punya posisi di mana decision-making sangat penting. Yuk kita lihat beberapa tips untuk mengurangi analysis paralysis!

1. Mulai Dari Hal Yang Paling Sederhana

Kalau mau milih atau ngerjain sesuatu rasanya susah banget, coba pilih hal yang paling sederhana. Misalnya, satu hari targetkan hanya untuk satu tugas. Hal yang paling gampang buat dilakukan bisa dari buka dokumen, lanjutkan dengan buka Google atau buku, lalu ketik nama dan topik. Membuat keputusan-keputusan sederhana dengan cepat bisa membangun kebiasaan ketika harus membuat keputusan lebih besar nantinya.

2. Boleh Minta Pendapat, Tapi Secukupnya

 Meminta pendapat atau masukan dari orang lain boleh-boleh aja kok supaya kita dapat sudut pandang yang berbeda. Tapi, terlalu banyak masukan dari orang lain juga bisa menambah beban pikiran. Cobalah minta pendapat dari orang yang benar-benar kompeten di bidangnya, atau minimal punya pengalaman di hal yang kita kerjakan sekarang.

3. Biasakan Diri Dengan Ketidakpastian dan Komentar Bertentangan

Sekali kita membuat keputusan, kadang prosesnya nggak selalu berjalan mulus sesuai rencana. Atau pilihan kita malah mengundang komentar nggak enak dari orang lain. Kuncinya tetap santai namun bertanggung jawab dalam menjalani proses dan coba untuk nggak terlalu ambil pusing dengan komentar orang lain.

Terlalu banyak memikirkan sesuatu dapat menjadi pemicu analysis paralysis, atau ketidakmampuan menentukan pilihan.
Analysis paralysis terjadi saat kita terlalu terbebani dengan beban pikiran, terutama ketika banyak yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan.

Nggak salah banget kalau butuh waktu untuk bisa menetapkan keputusan bulat dalam berbagai hal di kehidupan kita. Tapi bukan berarti kita harus sering menyiksa diri dengan terus overthinking sampai mengalami analysis paralysis seperti di atas ya!

Dalam kehidupan, setiap keputusan dan pertimbangan juga harus diimbangi dengan langkah selanjutnya, dan menerima bahwa di setiap prosesnya nggak akan selalu sempurna. Memang nggak gampang ya, karena akan selalu ada konsekuensi di setiap keputusan yang dipilih. Tapi hasil yang diinginkan juga bisa terjadi kalau kita langsung take action. Keep your head up, Sunners!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 3