Majalah Sunday

Belajar Pendekatan Problem solving: Metode First Principle Thinking

Penulis: Ayu Anjani- Universitas Pendidikan Indonesia 

Belajar problem solving sering terasa sulit bukan karena materinya terlalu kompleks, tapi karena cara kita memahaminya kurang tepat. Kita cenderung langsung mencari jawaban atau meniru cara orang lain tanpa benar-benar mengerti inti masalahnya. Di sinilah first principle thinking jadi penting karena metode ini bisa membantu kamu berpikir dari dasar, bukan dari kebiasaan.

Bayangkan jika kamu sedang menghadapi soal yang rumit. Biasanya, kamu akan mencoba mengingat rumus atau contoh soal yang mirip. Tapi dengan pendekatan ini, kamu justru berhenti sejenak dan bertanya: “Sebenarnya inti masalah ini apa?” Dari situlah, kamu akan bisa mulai membongkar masalah menjadi bagian paling sederhana, lalu menyusunnya kembali dengan logika yang kamu pahami sendiri.

Core Principles (Prinsip Utama)

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan otakmu seperti sedang menyusun puzzle:

  • Fokus pada struktur, bukan keindahan catatan.
  • Ambil kata kunci saja, tidak perlu kalimat panjang.
  • Gunakan simbol sederhana agar cepat dipahami.
  • Kelompokkan informasi supaya tidak berantakan.
  • Ubah konsep abstrak jadi visual (misalnya “ide” = lampu).

Intinya, kamu tidak perlu jago gambar, hanya cukup gunakan bentuk sederhana seperti lingkaran, panah, atau garis.

Essential Techniques (Teknik Inti)

Teknik ini membantu kamu “melihat” cara berpikir seperti:

  • Ikon & simbol: Anggap seperti bahasa visual (panah = proses, bintang = penting).Layout: Susun catatan seperti peta (mind map atau alur langkah).
  • Penghubung: Gunakan garis atau panah agar ide saling terhubung.
  • Warna: Bedakan informasi penting dengan warna (tidak perlu banyak, cukup 3–4).

Dengan cara ini, catatanmu tidak hanya dibaca, tapi juga “dipahami secara visual”.

Step-by-Step Process (Langkah yang Mudah Diikuti)

Agar tidak bingung, kamu harus ikuti alur sederhana ini:

  • Siapkan ruang buku catatan → bagi jadi bagian judul, isi, dan ringkasan.
  • Ambil inti informasi materi→ tulis kata kunci materi saja.
  • Ubah jadi materi visual → gambar sederhana point untuk mewakili. konsep materi.
  • Hubungkan ide materi → gunakan panah agar alur jelas.
  • Review kembali materi→ tambahkan warna dan ringkasan materi. 

 

Kenapa Metode First Principle Thinking Ini Efektif?

Karena otak kita lebih mudah mengingat gambar daripada teks panjang. Saat kamu menggabungkan kata dengan visual akan menjadi:

  • Informasi materi jadi lebih mudah diingat.
  • Konsep yang sulit jadi lebih sederhana.
  • Proses belajar jadi aktif, bukan jadi pasif.
  • Kamu lebih cepat memahami, bukan sekedar menghafal saja.

 

Kesalahan yang Harus Dihindari

Supaya kamu tidak salah arah:

  • Jangan terlalu fokus bikin gambar yang bagus.
  • Jangan menulis terlalu banyak materi.
  • Jangan berhenti latihan di waktu awal.
  • Jangan lupa review catatan materi.

Kesimpulan

Pada akhirnya, metode First Principle Thinking ini membantumu memahami, bukan sekadar mengingat. Dengan membiasakan berpikir dari dasar dan memvisualisasikan ide, kamu akan lebih mudah menyelesaikan masalah apa pun. Cara ini membuat proses belajar terasa lebih ringan, jelas, dan efektif.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1