Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, kalian tahu gak sih kalau di Indonesia ada jembatan tertua lho di sekitar Kota Tua. Jembatan ini udah ada sejak masa kolonial yang berarti sangat lama bangunan jembatannya. Nah, apa sih nama jembatannya? Jembatan ini dikenal dengan Jembatan Kota Intan, disini kita akan tahu nih sejarahnya kayak apa. Penasaran? Yuk cari tahu!

Pada tahun 1628, dibangunlah Jembatan Kota Intan yang dulu masih dikenal dengan Engelse Burg yang berarti Jembatan Inggris. Lho, kok bisa? Hal ini dikarenakan jembatannya berada di dekat pasukan Inggris, lebih tepatnya di sebelah timur jembatannya. Namun, di tahun yang sama sampai 1629, jembatan tersebut rusak akibat terjadinya serangan pasukan Banten dan Mataram.
Kemudian, pada 1630, jembatan ini diperbaiki oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Jembatan ini juga diganti namanya dengan Hoenderpasarburg yang berarti Pasar Ayam karena di seberang jembatan tersebut memang ada pasar ayam. Namun, pada beberapa tahun kemudian sekitar tahun 1655, jembatannya diperbaiki menggunakan batu. Akibat sebelumnya terkena banjir dan bangunan jembatan menggunakan kayu jadi hancur.
Bentuk dan desain jembatannya nggak berubah tetapi namanya diganti lagi menjadi Het Middelpunt Burg atau disebut Jembatan Pusat. Jika diperhatikan, nama jembatannya sering berubah ya, Sunners? Tetapi nggak berhenti sampai disana, pada masa kejayaan Ratu Juliana yang berasal dari Belanda, nama jembatannya menjadi Jembatan Ratu Juliana. Selain karena masa kejayaannya tapi karena diperbaiki juga oleh beliau. Sampai pada akhirnya, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, nama jembatan ini resmi menjadi Jembatan Kota Intan
Kondisinya sekarang udah menjadi salah satu tempat wisata di Jakarta. Adanya pengunjung yang terus foto dan mengabadikan momen tersebut melalui sosial media. Setelah ditetapkan nama jembatannya, di tahun 1972 diresmikannya jembatan tersebut menjadi bagian dari cagar budaya di Indonesia. Sampai pada 2024 lalu, terjadinya rehabilitasi jembatan untuk menguatkan struktur bangunan dan penambahan taman di sekitar jembatannya.

Jembatan Kota Intan bukan hanya jembatan yang berumur tua tetapi dapat menjadi simbol perjalanan sejarah panjang Jakarta sejak masa Batavia. Meskipun udah banyak perubahan dari desain aslinya tapi masih banyak yang ingin mengunjungi jembatan tersebut untuk foto-foto. Oleh karena itu, keberadaan jembatan tersebut perlu kita lestarikan demi menjaga warisan budaya kota Jakarta agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.