Penulis: Nalla Herbaria – Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
Sunners, kamu tim deodorant atau antiperspirant? Walaupun terdengar mirip dan sama-sama dipakai di area ketiak, ternyata kedua produk ini punya manfaat yang berbeda, lho.
Supaya nggak salah pilih, simak penjelasannya sampai akhir, yuk!

Sebelum mengenal lebih jauh, Sunners perlu tahu dulu cara kerja antiperspirant. Produk ini bekerja dengan cara menyumbat langsung pada kelenjar keringat agar permukaan kulit tidak mudah basah. Karena termasuk golongan obat, penggunaannya nggak boleh terlalu sering, ya, Sunners! Maksimal 2 kali dalam seminggu.
Untuk cara pakainya, gunakan pada malam hari setelah mandi, lalu tunggu sampai kering. Hindari juga pemakaian 48 jam setelah shaving atau waxing supaya tidak iritasi.

Berbeda dengan antiperspirant, deodorant tidak menahan keringat dan hanya bekerja di permukaan kulit untuk membantu menyamarkan aroma tidak sedap pada area ketiak. Produk ini memiliki kandungan wewangian dan antibakteri yang dapat membantu mengurangi bau badan. Karena termasuk golongan kosmetik, deodorant bisa digunakan setiap hari kapan pun saat dibutuhkan.
Nah, sekarang sudah tahu kan kalau deodorant dan antiperspirant punya fungsi yang berbeda? Jadi, pastikan kamu memilih produk sesuai kebutuhan, ya, Sunners!
Kalau masalah utamamu adalah ketiak basah atau keringat berlebih, antiperspirant bisa jadi pilihan yang tepat karena membantu menahan keringat. Sementara itu, kalau kamu lebih terganggu dengan bau ketiak, deodorant bisa membantu menyamarkan aroma tidak sedap seharian.
Jadi, kamu tim antiperspirant atau deodorant, Sunners? Komen di bawah, yuk!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.