Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, kalian suka penasaran gak sih tentang orang-orang di zaman dahulu itu masih suka terpaku dengan pemikiran tertentu? Terutama dalam hal pekerjaan nih. Sebagian dari kalian pasti mempunyai orang tua yang bekerja di bidang yang berbeda-beda juga, bukan? Disini kalian akan mengetahui nih, kenapa sih persepsi masyarakat di Indonesia tuh sangat melekat dalam suku dan ras seseorang. Yuk cari tahu!

Menurut sebagian dari masyarakat terutama yang masih bersikukuh pada persepsi mereka itu memang mempunyai stereotip untuk orang yang memiliki suku tertentu. Mereka masih berpikiran bahwa stereotip yang mereka tahu masih berlaku sampai sekarang. Hal ini memang disebabkan pada faktor geografi, budaya, dan keterampilan khas.
Seperti pada suku Minang yang mempunyai tradisi bahwa bagi mereka yang laki-laki harus segera merantau karena kalau nggak, itu akan merepotkan orang tua. Merantaunya juga gak ada ketentuan tertentu tapi memang diharuskan merantau dan membuka usaha rumah makan Padang sehingga jika kita lihat sekarang nih, tersebar banyak sekali kan ya rumah makannya di sekitar kalian?
Bukan hanya suku Minang aja, tapi ada banyak suku lainnya yang memang diharuskan merantau demi membantu orang tua dan keluarganya. Pekerjaannya juga tergantung pada mereka, disaat itu pasti ada yang rela untuk melakukan apa aja selagi dapat uang.
Nah karena masih banyak yang terpaku dengan stereotip dan persepsi, terdapat beberapa faktor dan dampak yang terjadi terutama pada orang-orang yang tinggal di zaman dahulu. Berikut merupakan penjelasan lebih lanjutnya:
Stereotip yang Berkembang di Masyarakat — Banyak sekali masyarakat yang menggeneralisasikan stereotip suku tertentu bahkan kita masih bisa menemukan orang yang mempunyai persepsi itu hingga sekarang. Maka dari itu, masih banyak yang berpikir sesuai stereotip yang diberitahu karena memang seringkali ditanamkan hal tersebut terutama pada saat masih kecil.
Jaringan Sosial — Hal ini juga berpengaruh untuk orang-orang zaman dahulu, ketika mencari pekerjaan. Pasti ada banyak yang menggunakan koneksi milik orang tua untuk melanjutkan pekerjaan tersebut dan nggak didapatkan secara adil. Bagi mereka hal ini terlihat pada satu suku tertentu sehingga dapat dijadikan stereotip.
Akses Pendidikan dan Ekonomi — Sama halnya seperti mereka yang bisa mendapatkan pekerjaan dari koneksi orang tua atau keluarga, terjadi juga pada saat ingin meraih impian dalam pendidikan serta ekonomi. Ada kalanya pada kelompok yang menempuh pendidikan tersebut merupakan orang yang berada atau memiliki uang yang cukup, sehingga seringkali di cap khusus untuk kelompok tersebut.
Diskriminasi dalam Dunia Sekolah atau Kerja — Jika kita lihat, masih terjadi lho sampai sekarang. Pada saat kita berada di lingkungan tersebut, pasti sering lihat bahwa kita itu mempunyai suku yang berbeda. Bagi suku yang minoritas, ada kalanya mereka akan menerima diskriminasi dari orang-orang terutama yang masih berteguh pada ‘stereotip’ yang mereka pahami.
Memperkuat Kesenjangan Sosial — Sampai sekarang juga masih terlihat bahwa orang-orang masih berpegang teguh dengan stereotipnya. Jika mereka bertemu dengan seseorang yang mempunyai pekerjaan yang tingkatnya tinggi dan dapat menghasilkan uang dengan baik, pasti mereka akan cenderung berperilaku baik dan sopan. Beda halnya jika mereka mempunyai pekerjaan yang tingkatnya cenderung rendah, pasti akan terjadinya diskriminasi sehingga akan terlihat kesenjangannya.

Setelah kita memahami sejarah, tradisi, faktor, dan dampaknya, kita akan mengetahui nih untuk stereotip suku dan pekerjaannya tuh seperti apa. Kemudian, kalian bisa memikirkan juga apakah stereotip yang dijelaskan ini sesuai dengan apa yang kalian ketahui atau nggak. Simak penjelasan berikut:
Suku ini terkenal dengan merantau pada zaman dahulu sehingga pekerjaan yang mereka lakukan yaitu berdagang dan membuat usaha rumah makan Padang. Selain merantau, hal ini juga disebabkan dengan menunjukkan keterampilan kuliner dan bisa lebih hemat walaupun mendapat untung yang banyak.
Untuk suku ini, terkenal dengan mempunyai pekerjaan sebagai pengacara dan berbagai pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan hukum. Hal ini disebabkan oleh khas mereka yang mempunyai kemampuan verbal yang kuat dan ekspresif.
Untuk suku ini, terkenal dengan mempunyai pekerjaan sebagai pedagang keliling. Lebih sering dengan berjualan sebagai pedagang sate khas Madura dan mempunyai warung. Hal ini disebabkan oleh tradisi dagang yang agresif.
Selain dikenal sebagai seseorang yang mempunyai keturunan ningrat dan berhubungan dengan politik, terkenal juga dengan mempunyai pekerjaan juru masak. Bukan hanya itu tetapi bisa juga sebagai petani, pengrajin dan lainnya. Hal ini disebabkan karena orang yang bersuku Jawa mempunyai keterampilan masak yang cenderung manis dan adanya keterampilan pada banyak hal.
Kalau suku ini jelas, pasti banyak yang berpikir bahwa keturunan Tionghoa pasti mempunyai pekerjaan sebagai pedagang besar dan sukses. Hal ini diakibatkan karena bisnis tersebut berasal dari keluarga turun temurun sehingga wajib untuk diteruskan.
Nah, kurang lebih seperti itu contoh suku dan pekerjaan yang mereka mungkin miliki. Kira-kira sesuai gak nih sama apa yang kalian pikirkan atau ketahui?

Kaitan suku dan ras dalam pekerjaan yang dilekatkan oleh persepsi masyarakat menunjukkan bahwa stereotip dulu masih memengaruhi cara seseorang dipandang di dunia kerja. Padahal, kemampuan seseorang nggak ditentukan oleh latar belakang suku dan ras, melainkan dengan keterampilan, pengalaman, dan kesempatan yang dimiliki. Oleh karena itu, kita perlu mempunyai pola pikir lebih terbuka dan mulai menghargai keberagaman tanpa adanya membanding-bandingkan.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.