Majalah Sunday

Sebuah Cerpen: Setelah Lulus, Lalu Apa?

Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia

Ternyata, musuh paling menakutkan setelah lulus bukanlah ujian, melainkan pertanyaan: ‘Mau ke mana?’

Setelah Lulus, Lalu Apa?

“Lulus. Akhirnya.”

Berdiri sendirian di lorong sekolah yang mendadak terasa asing, aku merasakan kertas kelulusan di tanganku bergoyang ditiup angin. Muncul tawa kecil yang terdengar ganjil di telingaku sendiri. 

Senang? Mungkin saja. 

Namun, sorot mata ini sulit berbohong karena ada kebingungan yang membayang di sana.

Aku menatap lekat barisan kata di kertas itu. Tanpa sadar, jemari ini meremas tepiannya hingga sedikit kusut. Rasanya lucu melihat perjuangan tiga tahun hanya terangkum dalam selembar kertas ini. 

Seolah baru kemarin keluhan muncul setiap pagi karena harus bangun awal. Selain itu, aku juga sering bosan dengan rentetan PR dan muak mendengar lengkingan radio pengumuman entah tentang razia atau semacamnya.

Melangkah sambil sesekali jemari ini menyentuh dinding lorong yang kasar untuk merekam teksturnya untuk terakhir kali. Namun sekarang, tepat ketika gerbang benar-benar terbuka lebar, muncul tanya dalam hati, “Kenapa langkah ini justru terasa seberat beton?”

Dunia Setelah Lulus

Orang-orang bilang, di luar sana ada “dunia yang sebenarnya”. Tapi dunia yang mana? Apakah dunia tempat aku harus terjebak di jurusan kuliah yang bahkan tidak kupahami? Atau dunia tempat aku harus langsung memeras keringat mencari kerja karena keadaan yang memaksa?

Langkahku terhenti tepat di depan lapangan basket yang kini kosong melompong. Sisa sorak-sorai teman-teman tadi masih terngiang di kepala. Ada yang berteriak akan mengejar mimpi ke Jakarta, ada yang sibuk berkemas menuju luar negeri. 

Sedangkan aku? Aku hanya berdiri di sini, merasa seperti seorang aktor yang tiba-tiba lupa naskahnya tepat di tengah panggung saat lampu sorot menyala paling terang.

Aku tersenyum tipis, lalu berbisik pada udara kosong di depanku, seolah bicara pada diriku sendiri di masa depan.

“Hei, Rian lima tahun lagi. Kamu lagi apa sekarang? Masih berdiri bingung begini atau sudah menemukan jalanmu? Aku harap… kamu nggak menyesali langkah pertama yang bakal aku ambil besok pagi. Karena meskipun takut, aku tetap harus jalan, kan?”

Menghela napas panjang, mencoba mengisi rongga dadaku dengan keberanian yang tersisa. Aku membetulkan posisi tas punggungku, lalu berjalan mantap menjauhi koridor sunyi itu.

“Oke,” bisikku pada diri sendiri. 

“Mari kita lihat, kejutan apa yang ada di luar sana.”

Lulus Sekolah Bukan Akhir, Tapi Babak Baru yang Seru.

Kelulusan bukan hanya tentang akhir dari ujian sekolah, melainkan awal dari perjalanan untuk menentukan arahmu sendiri.

Buat kamu yang masih bingung di persimpangan jalan setelah lulus, tenang saja. Kita nggak harus tahu semua jawaban hari ini. Yang penting, jangan berhenti berjalan. Keep going on!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1