Majalah Sunday

Misteri UFO: Dokumen Rahasia Pentagon dan Malam yang Mencekam

Penulis: Marcello Salvares – Universitas Bunda Mulia

Kenalin nama ku Ujang, aku tidak percaya pada hal-hal berbau hantu. Aku juga nggak terlalu percaya soal alien. Sebagai seorang remaja yang gemar membaca dan mengikuti kisah Sherlock Holmes, aku terbiasa mencari bukti di beberapa kejadian misteri. Tapi kali ini bukti itu justru membuatku semakin bingung, dan ini dimulai dari malam itu.

Malam itu, aku tidak sendiri

Saat itu pukul 23.47. Aku sedang duduk di teras belakang rumah, di sebuah kota kecil langitnya masih bersih dari polusi cahaya. Sambil diterangi cahaya rembulan, aku merekam langit dengan ponselku. Karena malam itu sangat jernih, dan aku suka mengamati bintang. Tapi tiba-tiba, sebuah cahaya muncul di timur. Bukan bintang. Bukan satelit. Bukan pesawat. Karena cahaya itu diam. Lalu bergerak perlahan ke kiri. Lalu berhenti. Lalu bergerak ke kanan. Lalu berhenti lagi. Seakan tidak ada arah jelasnya.

Aku tidak tahu mengapa jantungku berdetak lebih cepat. Sambil merekam. Tanganku sedikit gemetar, tapi aku ingat satu prinsip yang selalu aku pegang sebagai detektif amatir “Jangan panik. Rekam. Amati. Catat.”

Di video itu jelas terlihat cahaya tersebut, yang perlahan menghilang seakan tidak pernah ada. Ini adalah bukti, dan ini asli. Tapi aku tidak langsung berlari ke dalam rumah sambil berteriak “Aku melihat UFO!”. Aku duduk di sana, sambil menenangkan detak jantungku dan berpikir sejenak. “Jika aku adalah Sherlock Holmes hal apa yang akan aku lakukan?”

Misteri UFO: Dokumen Rahasia Pentagon dan Malam yang Mencekam
Image Source: pexels.com

Sebagai detektif, jangan percaya kesimpulan pertama

Keesokan harinya, aku mengecek hal ini di internet. Aku menemukan bahwa aku tidak sendirian, tapi dalam konteks yang berbeda. Jadi bukan karena alien, namun karena ribuan orang di seluruh dunia lagi heboh dengan berita yang sama. Dimana Pemerintah Amerika Serikat baru saja merilis kurang lebih 160 dokumen rahasia tentang fenomena yang disebut UAP (Unidentified Anomalous Phenomena). 

Aku membaca semua dokumen yang dapat aku temukan. Ternyata pemerintah AS sudah memiliki kantor khusus bernama AARO (All-domain Anomaly Resolusi Office) yang mengumpulkan laporan dari pilot militer, dan astronot. Dan pada Mei 2026, mereka mulai membuka arsip lama ini untuk umum. 

Aku membandingkan pengalaman ku malam itu, dengan dokumen yang dirilis satu per satu. Aku cukup terkejut dengan temuan ini, karena isi dokumen tersebut sulit saya percayai. Hal ini seolah menegaskan bahwa kita tidak sendirian di alam semesta ini. Kesaksian seorang pilot pesawat tempur. Pada bulan Oktober 2024, seorang pilot Angkatan Laut AS yang terbang di atas Suriah melaporkan melihat “bola cahaya putih tidak beraturan” yang membuntuti pesawatnya selama enam menit.

Pilot menggambarkan gerakan tersebut persis seperti yang aku lihat dimulai dari keheningan, bergeser ke samping, menjadi diam sekali lagi, dan kemudian menghilang sepenuhnya. Tidak ada pesawat di dunia yang bisa bermanuver seperti itu. Ada juga catatan dari Astronot di Bulan, berupa transkrip misi Apollo. Dan juga foto hitam putih yang membingungkan dari misi Gemini dan Apollo. Di beberapa foto, Pemerintah bahkan telah menandai kotak kuning berlabel “benda tak dikenal.  

Misteri UFO: Dokumen Rahasia Pentagon dan Malam yang Mencekam
Image Source: pexels.com

Hal yang ku pahami berdasarkan dokumen rahasia

Pertama, ahli astrofisika segera menyadari bahwa banyak foto lama dari misi Apollo sebenarnya telah berada dalam domain publik selama beberapa dekade. Itu bukanlah dokumen rahasia yang baru saja ditemukan. Sekarang hanya arsip lama dengan kotak sorot kuning. Jadi mengapa tidak terjadi keributan sebelumnya? Saat itu belum dikemas dengan judul “Dokumen Rahasia Dibuka!”.

Kedua, apa yang tampak sebagai “cahaya aneh” di luar angkasa seringkali merupakan partikel kosmik yang mengenai mata astronot. Fenomena ini dikenal dengan istilah “hantaman sinar kosmik”, atau lebih sederhananya, bintik-bintik cahaya yang disebabkan oleh partikel berenergi tinggi yang mengenai saraf di mata. Bisa juga karena pantulan lampu kabin atau debu pada lensa kamera. 

Ketiga, pemerintah AS tidak pernah mengklaim bahwa fenomena ini membuktikan keberadaan makhluk luar angkasa. Dalam semua dokumen yang dirilis, mereka hanya menggunakan istilah “tidak teridentifikasi” atau “tidak dapat dijelaskan”. Ungkapan pentingnya adalah “belum”. Bukan “tidak bisa”, apalagi “alien”, jadi aku menghela napas lega. 

Misteri UFO: Dokumen Rahasia Pentagon dan Malam yang Mencekam
Image Source: pexels.com

Rasa penasaran dan misteri baru yang muncul

Namun rasa penasaranku tak kunjung hilang. Karena video malam itu masih ada di ponselku. Dan aku belum menemukan penjelasan ilmiah atas cahaya yang aku lihat. 

Peristiwa Kedua, jadi suatu malam aku melihat sesuatu setelah malam pertama. Disini aku memutuskan untuk merekam langit lagi. Kali ini aku lebih siap. Aku membawa teropong kecil, buku catatan, dan ponsel dengan baterai penuh. Aku juga mengajak teman ku Rina yang menyukai fisika, dan tetap tenang di bawah tekanan. Kami duduk di teras yang sama pada pukul 23:30. 

Langit cerah dan tidak berawan. Lalu Rina menyadarinya terlebih dahulu. “Apa itu?” dia berbisik sambil menunjuk ke arah barat laut dengan jarinya. Aku melirik ke arah itu. Dan jantungku berdetak kencang sesaat. Tidak hanya satu lampu, tapi tiga lampu. Mereka disusun dalam segitiga. Mereka tetap diam. Kemudian, pada saat yang sama, mereka bergerak menuju pusat, bergabung menjadi satu cahaya yang lebih besar, dan kemudian terpecah lagi menjadi tiga. 

Tidak ada suara. Tidak ada lampu berkedip seperti yang ada di pesawat terbang. Gerakannya sangat presisi, seperti tarian yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun. Rina memegang lenganku. “Aku takut,” bisiknya. Sejujurnya aku juga takut. Tapi aku teringat satu hal, “Ketakutan adalah bahan bakar untuk kewaspadaan, bukan untuk panik,” dan aku terus merekam. Selama empat menit penuh, ketiga lampu itu bergerak dalam pola yang tidak dapat aku jelaskan. 

Misteri UFO: Dokumen Rahasia Pentagon dan Malam yang Mencekam
Image Source: pexels.com

Hal tak terduga dan masih menyimpan tanda tanya

Aku menyadari bahwa apa yang aku selidiki masih memerlukan proses yang panjang, pikir ku sepertinya tidak masalah jika aku melanjutkannya lagi bersama Rina. Namun disinilah masalahnya, saat aku bertemu dengan Rina. Ia tidak seperti Rina yang sebelumnya. Entah karena rasa takutnya akan kejadian sebelumnya, atau Rina yang ku lihat bukan Rina?

Sulit sekali untuk menemukan petunjuk akan hal ini, bahkan setelah aku memetakan suspect mulai dari orang tua Rina, tetangga, teman, sampai dengan kebiasaan Rina di sekolah. Aku masih tidak menemukan clue yang jelas, masalah semakin menjadi rumit ketika Rina mengajak ku ke halaman belakang rumahnya. Ternyata disana bentuk pola lingkaran aneh yang biasanya dikaitkan pada fenomena alien.

Malam nya aku putuskan untuk melakukan pengamatan sekali lagi bersama Rina, jujur aku merasa takut walaupun secara logika seharusnya Rina adalah Rina.Saat aku dan Rina sedang mengamati, ada sebuah bola cahaya. Bola itu menabrak kearah ku dan Rina, aku pun pingsan dan saat aku sadar. Aku sudah dikamar seakan tidak terjadi apa-apa, tapi tidak dengan Rina. Setelah kejadian itu, ia menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Hingga saat ini, aku terus menyelidiki hilangnya Rina.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1