Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University
Belakangan ini, kesadaran akan tanda-tanda PCOS dan endometriosis pada perempuan semakin meningkat, terutama pada usia remaja. Meskipun rasa nyeri yang dialami saat menstruasi merupakan hal yang lumrah terjadi, ada baiknya untuk tidak menganggap sepele jika rasa sakitnya mulai berkepanjangan dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Kenali lebih lanjut apa itu PCOS dan endometriosis melalui artikel ini!

Nyeri haid yang sering terjadi di bagian pinggang atau perut bawah disebabkan oleh kontraksi yang meluruhkan dinding rahim dan melepas hormon prostaglandin sehingga menyebabkan nyeri sesaat.
Akan tetapi, nyeri haid bisa mengkhawatirkan kalau sampai membuat perempuan merasa tidak kuat untuk berkegiatan atau jika berlangsung selama lebih dari 3 hari. Nyeri yang berkepanjangan bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah dalam sistem reproduksi.
Dua penyakit yang dikenal dapat memengaruhi sistem reproduksi perempuan adalah PCOS dan endometriosis. PCOS merupakan singkatan dari polycystic ovary syndrome merupakan gangguan haid yang ditandai dengan kadar hormon androgen (hormon maskulin) yang berlebihan. Kelebihan hormon androgen dapat membuat ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong berisi cairan sehingga sel telur tidak dapat berkembang sempurna dan gagal dilepaskan.
Sedangkan endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang melapisi bagian dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim, seperti di indung telur, tuba falopi, dinding rongga panggul, hingga usus. Jaringan yang menebal ini tidak bisa luruh dan keluar dari tubuh melalui haid, sehingga dapat menyebabkan nyeri hebat selama menstruasi.

Meski penyebab terjadinya PCOS atau endometriosis belum diketahui secara pasti, beberapa faktor yang diduga dapat memengaruhi kemungkinan PCOS atau endometriosis adalah sebagai berikut:
PCOS kerap ditandai dengan dengan siklus haid tidak teratur dan kista ovarium yang banyak. Sedangkan endometriosis ditandai dengan kram perut sebelum dan selama haid, pendarahan berlebihan saat dan di luar haid, dan sakit di punggung bagian bawah.

Itu dia pembahasan mengenai PCOS dan endometriosis yang dapat terjadi pada perempuan. Buat kamu yang mengalami gejala yang sudah disampaikan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ya! Dokter dapat memberikan informasi yang lebih lengkap serta obat dan perawatan bila diperlukan.
Mencari tahu tentang penyakit reproduksi bukan hal yang tabu kok, melainkan cara agar kita lebih sadar tentang kebutuhan tubuh serta mencegah penyakit yang lebih parah. Tetap jaga kesehatan ya, Sunners!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.