Majalah Sunday

Getar Untuk Perunduk

 

Terpaku semu terpendam
Terajut tanpa jumput emas
Tenggelam hingga meredam
Tersingkir tanpa terbias

Jika lubuk serukan nama
Tapi fikir menebas semua
Jika langkah sudah mengaba
Tapi diri hanya sanggup mengiba

Mengapa diam lirih tertunduk
Tak sanggupkah genggam angan
Mengapa putih mebisu di ufuk
Tak bisakah untuk terbitkan

Jika ekspresi kian dititih
Engkau lihat apa yang diraih
Jika elok menyaku harapan
Maka siagalah kau didepan

Jangan kikuk jika merunduk
Guna merapih apa yang tertatih
Jangan tegap jika menghadap
Guna murni semua pita dini

Singkaplah tirai dunia ini
Tangkaplah getar makna hidup
Bisuilah ranjau ranjau terhuni
Juluk sang perunduk sudahlah cukup

Oleh: Kinanti Rizkiarti, Universitas Negeri Jakarta

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?