Penulis: Tasya Rahma Putri – Universitas Indonesia
Halo, Sunners! Lagi merasa percintaanmu minggu ini bikin pusing tujuh keliling? Gebetan mendadak hilang tanpa kabar atau terperangkap status yang tidak jelas arahnya? Ternyata, persoalan ini bukan hanya milik anak muda zaman sekarang. Bahkan, Dewa Cinta Yunani pun memiliki urusan asmara yang tidak berjalan mulus
Pahit manisnya drama percintaan ternyata sudah menjadi bagian dari kisah manusia sejak ribuan tahun lalu. Dalam mitologi Yunani, para dewa dan manusia juga menghadapi persoalan yang tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Ada hubungan yang kandas karena rasa curiga, cinta sepihak, kehilangan, obsesi, dan kecemburuan.
Eros, dambaan banyak orang yang memegang julukan Dewa Cinta, punya kisah asmara yang penuh intrik.
Melalui enam kisah berikut, kita dapat melihat bagaimana cinta digambarkan dalam mitologi Yunani dan menemukan beberapa persoalan yang terasa cukup familiar dalam hubungan masa kini.
Kalau para penghuni Gunung Olympus saja bisa kena krisis asmara, yuk kita bedah 6 kisah percintaannya. Siapa tahu ada yang persis dengan nasib percintaanmu!
Kehilangan seseorang yang disayangi memang tidak mudah. Rasa kehilangan membuat Orpheus berusaha menembus dunia orang mati.
Setelah Eurydice meninggal, Orpheus turun ke dunia bawah demi membawa kekasihnya kembali. Hades akhirnya mengizinkannya membawa Eurydice pulang dengan satu syarat, Orpheus tidak boleh menoleh ke belakang sebelum mereka keluar dari dunia bawah.
Ketika hampir mencapai permukaan, Orpheus akhirnya menoleh untuk memastikan Eurydice masih berada di belakangnya. Seketika, Eurydice menghilang dan kembali ke dunia bawah.
Mungkin kisahmu tidak sedramatis harus turun ke dunia bawah ketika masih sulit melepaskan masa lalu. Entah lewat stalking media sosial atau membuka chat lama yang mungkin terasa sepele. Namun, terkadang dari kebiasaan itulah yang membuat proses move on menjadi lebih sulit.

Pernah merasa hubungan yang awalnya adem ayem tiba-tiba mulai berubah setelah muncul rasa curiga? Kalau pernah, Psyche sangat paham rasanya di-ghosting karena trust issues.
Psyche dikenal karena kecantikannya hingga membuat Aphrodite merasa iri. Sang dewi kemudian meminta Eros membuat Psyche jatuh cinta kepada seseorang yang buruk rupa. Namun, Eros justru jatuh cinta kepada Psyche. Keduanya kemudian menikah dengan satu syarat, Psyche tidak boleh melihat wajah Eros sehingga mereka hanya bertemu dalam kegelapan.
Rasa penasaran dan pengaruh dari orang-orang sekitar membuat Psyche melanggar janji. Karena curiga suaminya adalah monster, ia nekat menyalakan pelita saat Eros terlelap.
Psyche terpana melihat sosok di depannya ternyata dewa cinta yang begitu rupawan. Namun karena tangannya gemetar, setetes minyak panas mendadak jatuh menimpa bahu Eros. Merasa dikhianati, Eros terbang pergi menghilang tanpa pamit meninggalkan Psyche dalam penyesalan.
Hubungan mereka kemudian melewati berbagai ujian sebelum akhirnya dipertemukan kembali. Terkadang, masalah dalam hubungan memang tidak selalu dimulai dari hilangnya rasa sayang. Kurangnya kepercayaan juga perlahan merusak hubungan yang sebelumnya baik-baik saja.

Apollo jatuh cinta setengah mati pada Daphne dan terus mengejarnya. Masalahnya, Daphne tidak memiliki perasaan yang sama dan terang-terangan menolak kehadiran Apollo.
Ia berusaha melarikan diri hingga akhirnya meminta pertolongan kepada ayahnya, Peneus, dewa sungai. Permintaannya dikabulkan dengan mengubah tubuhnya menjadi pohon laurel demi bisa meng-ghosting Apollo dan terbebas dari kejarannya.
Kisah Apollo dan Daphne mungkin dipandang sebagai cerita tentang kegigihan mengejar cinta. Namun, jika dilihat dari sudut pandang Daphne, kisah tersebut justru memperlihatkan persoalan tentang bentuk pemaksaan dan pelanggaran batasan (boundary).
Ia sudah menolak Apollo dan memilih melarikan diri. Dari kisah ini, rasanya sulit menyebut setiap bentuk “perjuangan mendapatkan cinta” sebagai sesuatu yang romantis ketika perasaan salah satu pihak tidak dihargai.
Bucin sendirian memang melelahkan. Pernah merasa selalu kamu yang memulai percakapan, fast response, perhatian setengah mati, hingga hafal semua jadwalnya, sementara respons dari dia terasa seadanya? Ini juga yang dialami oleh Echo.
Echo adalah seorang nimfa yang jatuh cinta kepada Narcissus. Sayangnya, perasaan itu tidak pernah mendapatkan balasan. Narcissus justru terlalu terobsesi dengan dirinya sendiri hingga jatuh cinta pada bayangannya di permukaan air.
Echo kemudian semakin kehilangan diri karena cintanya yang tidak terbalas, ia perlahan menghilang hingga hanya tersisa suaranya.
Kalau kisah ini terasa relate dengan pengalamanmu, mungkin ini saatnya kamu lebih memberi perhatian yang sama besarnya kepada diri sendiri.
Rasa suka terkadang membuat seseorang bertindak tanpa memikirkan akibatnya. Kisah Paris dan Helen menjadi contoh ketika perasaan, perselingkuhan, dan keputusan impulsif berujung pada persoalan yang jauh lebih besar.
Paris, pangeran Troya, jatuh cinta kepada Helen, yang saat itu merupakan istri Menelaus, raja Sparta. Paris kemudian membawa Helen ke Troya. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa yang memicu Perang Troya dalam mitologi Yunani.
Tentu saja, persoalan asmara remaja masa kini tidak akan berakhir dengan perang antarnegara. Namun, keputusan yang dibuat secara impulsif, apalagi jika sejak awal melibatkan perselingkuhan yang dapat merugikan orang lain tidak akan berbuah hasil manis.
Ada anggapan bahwa semakin lama sebuah hubungan bertahan, semakin kuat pula hubungan tersebut. Namun, sudah bersama bertahun-tahun bukan berarti sebuah hubungan selalu berjalan baik. Zeus dan Hera mungkin merupakan pasangan yang bertahan lama, tetapi hubungan keduanya justru dipenuhi perselingkuhan, kecemburuan, dan konflik.
Zeus dan Hera adalah pasangan dan penguasa Olympus. Pernikahan mereka berlangsung lama, tetapi kisah keduanya dipenuhi konflik. Zeus berkali-kali berselingkuh, sedangkan Hera merespons perselingkuhan tersebut dengan kecemburuan dan tindakan balas dendam terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Dinamika keduanya terus berputar dalam toxic cycle. Perselingkuhan memicu kecemburuan, kecemburuan berujung pada tindakan balasan, lalu konflik yang sama kembali terulang tanpa penyelesaian yang mendasar.
Jadi, jika sebuah hubungan telah berjalan lama tetapi terus dipenuhi rasa curiga, perselingkuhan, dan saling menyakiti, lamanya hubungan tidak serta-merta menjadikannya hubungan yang sehat. Hal terpenting adalah bagaimana kedua belah pihak saling menghargai dan menciptakan rasa aman.

Enam kisah tadi membawa kita pada sisi lain dari kisah cinta dalam mitologi Yunani yang tidak selalu seindah dongeng-dongeng. Ada perasaan tak terbalas, krisis kepercayaan, rasa kehilangan, keputusan impulsif, hingga ego yang merusak segalanya.
Kisah-kisah tersebut tentu tidak semuanya menggambarkan hubungan yang sehat. Justru di situlah kita dapat menemukan sesuatu yang relevan dengan kehidupan sekarang. Dari cerita para dewa dan manusia ribuan tahun lalu, kita dapat melihat kembali pentingnya kepercayaan, batasan, persetujuan, komunikasi, dan rasa saling menghargai dalam sebuah hubungan.
Jadi, dari enam kisah percintaan tadi, mana yang paling mirip dengan fase asmara yang sedang kamu jalani?
Yuk, bagikan artikel ini kepada temanmu dan lihat kisah mana yang paling menggambarkan pengalaman percintaan kalian. Siapa tahu, drama di Olympus ternyata tidak jauh berbeda dari drama asmara mereka!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.