Di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih di Indonesia, seorang alumni Sekolah Victory Plus Bekasi memilih jalur yang tidak biasa: mendalami ilmu nuklir hingga ke Rusia demi masa depan energi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Afiel, alumni SVP angkatan 2018, saat ini tengah menempuh studi magister dengan spesialisasi Nuclear Safety, Security, and Non-proliferation of Nuclear Materials di Tomsk Polytechnic University, Rusia. Ketertarikannya pada dunia nuklir sebagai sumber energi berangkat dari kekagumannya terhadap bagaimana inti atom yang sangat kecil mampu memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi nuklir tidak hanya digunakan untuk pembangkit energi skala besar yang bersih, tetapi juga hadir dalam berbagai aspek kehidupan seperti detektor asap hingga pengobatan medis yang menyelamatkan nyawa.
Minat Afiel terhadap fisika nuklir mulai tumbuh sejak kelas 10, dipicu oleh peran guru-guru inspiratif yang mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kehidupan nyata. Ketertarikan yang awalnya muncul di ruang kelas pun berkembang menjadi ambisi besar untuk mendalami bidang tersebut secara profesional.

Dalam perjalanan akademiknya, Afiel sempat menempuh studi di bidang Nuclear Power and Thermal Physics di National Research Nuclear University MEPhI untuk membangun fondasi dalam desain reaktor dan termodinamika. Seiring dengan berkembangnya minat, ia kemudian melanjutkan studi magister dengan fokus pada aspek keselamatan, keamanan, dan non-proliferasi nuklir. Ia juga melakukan penelitian terkait teknologi nuklir terbaru di Rusia, seperti reaktor VVER dan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.

Pengalaman belajar di Rusia memberikan tantangan tersendiri. Budaya masyarakat yang cenderung individualis membuat proses membangun pertemanan menjadi tidak mudah. Namun demikian, setelah terjalin kedekatan, ia merasakan kehangatan dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Tantangan lain datang dari kondisi cuaca ekstrem yang dapat mencapai suhu -42°C. Ia juga sempat mengalami masa-masa sulit, terutama selama pandemi COVID-19. Meski begitu, ia terus berpegang pada tujuan dan tanggung jawabnya sebagai motivasi untuk tetap bertahan dan berkembang.
Fondasi akademik yang diperolehnya di Sekolah Victory Plus (SVP) menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanannya. Pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri yang diterapkan di Sekolah Victory Plus mendorongnya untuk berpikir kritis, mengajukan pertanyaan, dan tidak sekadar menghafal. Melalui berbagai tugas esai dan penelitian, ia mengasah kemampuan dalam menganalisis informasi, mengevaluasi sumber, serta menyusun kesimpulan yang logis. Dukungan dari sekolah dan para guru juga menjadi bagian penting dalam perjalanannya, mendorongnya untuk mengejar passion dan melampaui batas diri. Ia kerap mengingat pesan dari salah satu gurunya, Pak Krisna, saat kelulusan yang masih menginspirasi hingga kini, “Makanya Tuhan kasih kamu ke Rusia. Because you can.”
Ke depan, Afiel memiliki aspirasi untuk terlibat dalam pengembangan industri nuklir sebagai basis sumber energi di Indonesia sejak tahap awal. Ia ingin memastikan bahwa aspek keselamatan, keamanan, dan pengawasan menjadi prioritas utama, sehingga pemanfaatan energi nuklir dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan pengetahuan yang diperolehnya di Rusia dan potensi yang dimiliki Indonesia, ia berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan, membuka peluang kerja, serta mendorong Indonesia menjadi salah satu pemain global dalam pengembangan energi nuklir sebagai sumber energi yang aman.
*****
Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.