Majalah Sunday

Let It Go
(Kumpulan Cerpen Horor)

Penulis: Daniel Nugroho – UBM

Malam itu aku dan keluargaku makan malam seperti biasanya. Berkumpul dimeja makan sambil mengobrol banyak hal dari saat aku dan adikku kecil yang suka manjat pohon, kejahilan yang kakakku buat untuk mengusili ibu, dan betapa sayangnya ayah dan ibuku terhadap kami bertiga.

Aku sangat senang dapat menghabiskan waktu dengan mereka. Karena jujur mengobrol dengan kekuargaku dapat meredakan stressku dan mengurangi beban yang kutanggung selama ini.

“Bagaimana Sekolahmu Bud?” Ayahku menanyakan perihal kuliah kepadaku.

“Budi kurang bisa bergaul dengan anak-anak lain ayah, tapi tenang saja nilai Budi Udah mulai membaik hehehe.” jawabku kepada ayahku supaya keluargaku tidak khawatir kepada kehidupan kuliahku.

Let It Go (Kumpulan Cerpen Horor)

“Bagus lah Bud, Kalau ada apa-apa cerita aja ke kakakmu ini karena kakak akan selalu mendukungmu hahaha.” Celetuk kak Anna menyemangatiku.

“Semangat ya kakak Budi buat sekolahnya.” Hibur adikku Julie yang masih berusia 3 tahun.

“Iya sama-sama kak Anna sama si kecil Julie hehehe pinter banget sih semangatin kakak. Oh iya ma aku bantuin ambilin ayam yang di dapur ya keknya udah mateng tuh.” Aku berusaha mengalihkan topik pembicaraan supaya suasana tidak menjadi sedih.

Aku bergegas ke dapur untuk mengambil ayam yang ada di oven, menyiapkan saus sambel racikanku dan kembali keruang makan.

“Iya Bud, santai saja walaupun kamu belum bisa bergaul sama yang lain ibu dan ayah akan selalu bangga kepadamu. iya gak yah?” Tanya Ibuku kepada Ayahku.

“Iya dong kita kan keluarga tidak akan saling menyalahkan satu sama lain atas kejadian 5 tahun lalu Bud, jadi kamu bisa melepaskan kepergian kami.” Jawab Ayah kepadaku.

“Maksud ayah apa deh aneh banget, gak nyambung dan apa coba kejadian 5 tahun lalu?” Tanyaku kepada ayahku.

“Benar kata ayah Bud kita gak menyalahkanmu kok atas apa yang terjadi 5 tahun lalu.” Ujar Kak Anna menambahkan apa yang ayahku bilang.

“Itu bukan salah kak Budi yang mengajak kami liburan ke semarang, jadi kak Budi tiap malam jangan menangis lagi yak.” Kata Julie mencoba menghiburku.

“Kalian kenapa sih aneh banget tau, orang kita udah lama gak ketemu malah bicarain yang aneh-aneh, mending makan dulu ntar keburu dingin.” jelasku kepada mereka.

Suasana ruang makan menjadi sangat aneh,  mereka menatapku dengan wajah sedih. Seperti mereka tau beban apa yang selama ini kutanggung.

“Budi kecelakaan yang terjadi 5 tahun lalu bukan karena kamu mengajak kami liburan, itu murni karena kesalahan supir truk itu. Jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri atas kecelakaan itu.” jelas Ibuku.

“Ibu, Ayah, Kak Anna, dan simanis Julie udah tenang di alam sini. Jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang kamu tidak lakukan Budi, lepaskanlah kami dan hiduplah secara normal Bud.” Tambah Ayahku.

Kematian adalah sumber dari segala cerpen horor. Mainkan imajinasi terliarmu untuk menemukan rasa takut yang terkubur di benakmu!

Tak kusangka air mataku mulai mengalir membasahi pipiku.

“tapi kalo aku gak memaksa untuk liburan ke semarang kita gak bakal ke tabrak truk. mengapa hanya aku yang selamat? Harusnya aku yang mati waktu itu? Kasian Julie dia masih kecil masih punya masa depan yang cerah dan Kak Anna  padahal dia bentar lagi wisuda. Arghhhhh!!” Tangisku pecah.

“Kak Budi itu tandanya Tuhan Masih sayang sama kak Budi. Dikasih kesempatan kedua untuk bisa melanjutkan jadi semangat ya kak Budi dan jangan lupa minum obatnya.” kata Julie sambil memberikan obat yang biasa kuminum.

Setelah obat itu kuminum Ayah, Ibu, Kak Anna, dan Juliepun tiba-tiba mulai menghilang dari pandanganku. Sebenarnya Aku sudah tahu kalau mereka sudah tidak ada di dunia ini namun aku hanya ingin berbicara kepada mereka untuk terakhir kalinya sebelum aku benar-benar sembuh.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Hati-hati, kisah yang kamu baca mungkin benar, berwaspadalah! Dapatkan cerita misteri lainnya dari Majalah Sunday.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 104
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?