Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University
Pernah nggak ketemu orang yang hobinya caper atau cari perhatian? Entah di media sosial atau di sekolah, kampus, bahkan di kantor sekalipun. Pasti yang awalnya biasa saja lama-lama nyebelin kalau dekat-dekat orangnya ya?
Wajar kok merasa jengah melihat orang caper apalagi kalau berada di lingkungan yang sama. Tapi ada caranya lho supaya kita nggak gampang terpengaruhi sifat mereka. Yuk kita bahas cara menghadapi orang caper agar mental tetap waras!
Kita nggak perlu memberikan perhatian atau reaksi yang berlebihan pada orang-orang caper. Cukup dengarkan sewajarnya agar mereka merasa didengar sementara. Namun kalau ceritanya mulai agak berlebihan, tetap tanggapi dengan tenang tanpa memberikan reaksi yang membuat mereka ke-trigger, seperti memarahi atau mengejek mereka.

Orang caper dapat merasa bahwa kita mudah jadi sasaran tempat ia bercerita kalau kita terus berada di dekatnya. Kalau orang tersebut sudah mulai meminta kita melakukan hal-hal aneh atau menyebarkan gosip, kita bisa memberikan batasan yang tegas agar nggak terbawa dalam maksud tertentu dari si caper. Dan kalau sikapnya semakin menjadi, ada baiknya kita acuhkan dan nggak perlu terlalu ditanggapi,
Kalau sikap caper mereka semakin berlebihan, seperti menimbulkan perkelahian atau malah kita yang jadi bahan omongan di depan orang lain, nggak ada salahnya untuk menegur mereka. Tegur secara personal tanpa perlu emosi, dan sebutkan bahwa kita nggak suka atau nggak terima dengan perilaku mereka yang mengganggu.

Orang caper dan suka bikin drama akan selalu ada dalam kehidupan, meskipun kita selalu mencoba bersikap biasa saja. Namun kita tetap bisa mengontrol cara kita berinteraksi dengan orang-orang tersebut agar pikiran tetap tenang dan kita juga nggak turut menjadi bagian dari masalah. Stay cool, Sunners!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.