Majalah Sunday

Sebuah Cerpen: Sekat

Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia

Dunia terlalu luas untuk dipenjara oleh sebuah sekat bernama gender.

Sekat Biru dan Merah Jambu

Sore itu terasa terik, dan kedai es krim di seberang sekolah jadi pelarian paling masuk akal. Mulan sibuk mengeruk es krim sea salt di dalam cup kertasnya dengan sendok kayu kecil, sementara Kael perlahan menikmati es krim cokelatnya, memastikan tiap suapan tidak berantakan.

“Lan, serius deh. Kamu nggak capek apa, semua tugas kamu pegang? Sekarang malah mau daftar jadi ketua OSIS. Kan ada si Bimo, dia lebih… ya kamu tahu lah, lebih ‘berwibawa’ buat mimpin,” celetuk Kael sambil mengetukkan sendoknya ke pinggiran cup.

Mulan berhenti menyendok, menatap Kael datar. “Berwibawa atau karena dia cowok, El?”

Kael sedikit tersentak. “Ya nggak gitu. Maksudku, tugas ketua OSIS itu berat. Dateng pagi pulang paling akhir, angkat-angkat barang kalau ada acara, urusan sama guru-guru galak. Bukannya itu lebih cocok buat dunia cowok? Kamu mending jadi sekretaris atau bendahara lah, yang lebih rapi dan ringan.”

Respon senyum tipis dari lawan bicaranyai, jenis senyum yang dipaksakan. Sambil mengaduk pelan sisa es krimnya yang mulai melunak, Mulan bersuara. “Itu dia masalahnya, El. Dari kecil kita dikasih ‘sekat’. Kamu kotak biru yang harus kuat dan memimpin, aku kotak merah jambu yang harus rapi dan di belakang layar. Kamu tahu nggak, yang bikin tugas itu ‘berat’ bukan pekerjaannya, tapi pandangan orang kayak kamu.”

“Loh, sebagai teman aku kan cuma perhatian.” Bantah Kael membela diri.

“Perhatian yang membatasi itu namanya mengekang, El,” lanjut Mulan tenang.

Mencairkan Sekat Usang

“Patriarki itu bukan cuma soal cowok yang jahat sama cewek, tapi soal anggapan kalau dunia ini punya ‘pembagian tugas’ berdasarkan jenis kelamin. Kamu pikir Bimo nggak tertekan? Dia dipaksa harus selalu kuat, nggak boleh nangis, cuma karena dia cowok. Padahal, mungkin dia lebih suka di bagian sekretaris yang rapi kayak yang kamu bilang tadi.”

Kael terdiam, menatap cup es krimnya. Ia teringat minggu lalu melihat Bimo nampak stres berat di koridor tapi langsung pasang muka tegar begitu melihat anggota yang lain.

“Kita ini remaja, El. Masa depan kita harusnya ditentukan sama apa yang kita bisa, bukan apa yang tertulis di kartu pelajar soal jenis kelamin,” tambah Mulan sambil menyuap sendok terakhirnya. “Kalau aku mampu pimpin OSIS dan Bimo hebat di administrasi, kenapa kita harus tukeran posisi cuma demi ‘pantas’ di mata orang?”

Suasana hening sejenak. Kael menghela napas, merasa logika Mulan lebih dingin dan menyegarkan daripada es krim di hadapannya.

“Oke, masuk akal. Jadi… soal Ketua OSIS, aku dukung kamu deh.” Ujar Kael akhirnya.

Mulan tertawa kecil. “Nah, gitu dong.”

Saat mereka berdiri menuju kasir untuk membuang cup kosong, Kael otomatis merogoh saku celananya. “Biar aku yang bayar es krimnya, ya. Kan cowok—”

Mulan cepat-cepat menyodorkan uang pas ke pelayan sebelum Kael sempat mengeluarkan dompet. “Nah, ini contoh kecil lagi. Kita makan es krim bareng, pesan hal yang sama. Kita bayar masing-masing. Jangan biasakan dirimu merasa harus memikul beban finansial sendirian cuma karena label ‘cowok’. Adil, kan?”

Kael nyengir sambil membuang cup dan sendok kayunya ke tempat sampah. “Adil. Ternyata sekat-sekat kayak gitu cuma bikin dompet cowok cepat tipis ya kalau dipelihara.”

Mereka keluar dari kedai dengan tawa yang lebih ringan, meninggalkan cara pandang lama yang mulai mencair di bawah terik matahari, persis seperti sisa es krim di dasar cup mereka.

Bukan Biru atau Merah Jambu, Kita adalah Manusia

Kesetaraan bukan hanya tentang memberi ruang bagi perempuan untuk memimpin, tapi juga membebaskan laki-laki dari beban “harus selalu kuat” dan “harus selalu membayar”. Hubungan yang sehat adalah ketika kedua belah pihak bisa berdiri sejajar tanpa dibatasi oleh ekspektasi gender yang usang.

Yuk, mulai berhenti pakai kalimat “Namanya juga cowok…” atau “Cewek mah mendingan…”. Coba lihat temanmu sebagai individu dengan bakatnya masing-masing, bukan sebagai label warna biru atau merah jambu. Berani dobrak sekatmu hari ini?

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1