Penulis: Keisya Rahardjo – SMK 1 Perguruan Cikini
Sunners, pernah nggak sih sudah rebahan, lampu dimatikan, badan sebenarnya capek, tapi pikiran malah milai muter kemana-mana? Tiba-tiba jadi ingat tugas yang belum selesai, chat yang terasa aneh, perkataan orang tadi siang, sampai membayangkan hal-hal yang bahkan belum tentu terjadi. Semakin dipaksa tidur, justru semakin susah memejamkan mata.
Overthinking sebelum tidur adalah hal yang cukup sering dialami banyak remaja. Saat siang hari, otak kita sibuk dengan sekolah, pekerjaan, media sosial, dan berbagai aktivitas lainnya. Ketika malam datang dan suasana mulai tenang, pikiran yang sebelumnya tertunda akhirnya muncul satu per satu. Karena tidak banyak distraksi, otak jadi lebih fokus pada kekhawatiran, penyesalan, atau kemungkinan-kemungkinan yang belum tentu terjadi.

Ada beberapa hal yang sering membuat Sunners overthinking di malam hari. Salah satunya adalah terlalu banyak memikirkan masa depan, seperti nilai sekolah, jurusan kuliah, pekerjaan, atau apakah diri sendiri sudah cukup baik dibanding teman-teman yang lain. Selain itu, konflik kecil dengan teman, keluarga, atau pasangan juga sering terbawa sampai malam dan terus dipikirkan berulang-ulang.
Kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur juga bisa memperparah kondisi ini, Scroll TikTok, Instagram, atau membaca pesan sampai larut malam membuat otak tetap aktif dan sulit benar-benar rileks. Akibatnya, tubuh memang sudah berada di tempat tidur, tetapi pikiran masih terasa “terjaga”.
Kalau sesekali terjadi, overthinking sebelum tidur mungkin tidak terlalu berbahaya. Namun, jika hampir setiap malam terjadi, dampaknya bisa cukup terasa. Sunners bisa menjadi sulit tidur, sering terbangun di malam hari, bangun pagi dengan badan lelah, sulit fokus saat belajar, dan mood jadi lebih mudah berubah. Lama-kelamaan, kurang tidur juga dapat membuat rasa cemas terasa semakin berat.
Sunners nggak harus langsung bisa menghentikan semua pikiran dalam semalam. Coba mulai dari hal-hal kecil berikut:
Kadang otak hanya butuh “tempat parkir” untuk semua pikiran yang berantakan, dan menuliskannya bisa membantu membuat kepala terasa lebih lega.
Sunners, overthinking sebelum tidur adalah pengalaman yang cukup umum dan bisa dialami siapa saja. Pikiran yang tiba-tiba ramai di malam hari bukan berarti kamu lemah atau terlalu berlebihan. Yang penting adalah belajar mengenali penyebabnya dan mencoba memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat. Tidak semua masalah harus dipikirkan sampai larut malam. Terkadang, tidur yang cukup justru membantu kita melihat masalah dengan kepala yang lebih tenang keesokan harinya.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.