Penulis: Ariiq Radhitya Pradana – Telkom University
Sunners, pernah nggak sih ngerasa jago banget mecahin teka-teki atau logika baru, tapi giliran disuruh hafalin tanggal sejarah malah blank? Atau sebaliknya, kamu jago banget ngejelasin konsep rumit pakai istilah-istilah keren, tapi begitu ketemu soal yang polanya asing, jadi bingung sendiri? Tenang, itu bukan berarti kamu kurang pintar. Ternyata, kecerdasan itu ada dua jenis yang beda, namanya fluid intelligence dan crystallized intelligence. Yuk, kenalan lebih dalam!
Fluid intelligence itu kemampuan kamu buat mikir cepat, mecahin masalah baru, dan bernalar secara abstrak, tanpa harus mengandalkan pengetahuan yang udah dipelajari sebelumnya. Ini yang kepake pas kamu ketemu soal jenis baru, logika yang belum pernah dikenal, atau situasi asing, misalnya pas ngoprek kode program yang belum pernah kamu liat, main game baru, atau ngerjain tes pola gambar. Kemampuan ini sangat bergantung sama daya ingat kerja (working memory), fokus, dan kecepatan berpikir, dan biasanya paling kuat di usia akhir 20-an sampai awal 30-an, lalu perlahan menurun seiring waktu.

Beda lagi sama crystallized intelligence, yaitu kemampuan pakai pengetahuan, fakta, kosakata, dan pengalaman yang udah kamu kumpulin dari waktu ke waktu. Ini yang muncul pas kamu inget fakta sejarah, pakai istilah teknis, nulis esai, atau ngejelasin konsep yang udah kamu pelajari lewat belajar, baca buku, atau pengalaman hidup. Karena terbentuk dari proses belajar terus-menerus, jenis kecerdasan ini justru makin berkembang seiring usia, biasanya paling matang di usia 50-60 tahun, dan penurunannya jauh lebih lambat dibanding fluid intelligence.

Yang menarik, dua jenis kecerdasan ini sebenarnya kerja bareng. Fluid intelligence kepake buat mempelajari hal-hal baru, dan begitu kamu terus latihan dan belajar, kemampuan itu lama-lama “mengkristal” jadi pengetahuan dan keahlian jangka panjang lewat crystallized intelligence. Jadi, keduanya bukan saingan, tapi saling dukung satu sama lain.
Jadi, kalau kamu ngerasa lebih jago di satu hal dibanding hal lain, itu wajar banget, karena tiap orang punya kombinasi fluid dan crystallized intelligence yang beda-beda. Yang penting, terus asah kemampuan bernalar kamu di hal-hal baru, sambil terus nambah wawasan lewat belajar dan pengalaman. Lama-lama, dua kekuatan ini bakal saling melengkapi dan bikin kamu makin “cerdas” dengan caramu sendiri.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.