Penulis: Jeyano Zaidan Enggelete – Universitas Kristen Indonesia
Tidur merupakan kebutuhan penting bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi. Remaja dianjurkan tidur sekitar 8–10 jam setiap malam agar konsentrasi, suasana hati, dan kesehatan tetap terjaga.
Namun, tugas, bermain game, menonton film, dan menggunakan media sosial sering membuat remaja tidur larut. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan begadang dapat mengurangi waktu istirahat dan berdampak pada kesehatan serta aktivitas sehari-hari.

Mudah Lelah dan Mengantuk
Salah satu dampak yang paling mudah dirasakan setelah begadang adalah tubuh menjadi lebih lelah dan mengantuk pada keesokan harinya. Ketika waktu tidur berkurang, tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan energi. Akibatnya, aktivitas yang biasanya terasa ringan dapat menjadi lebih melelahkan.
Rasa mengantuk juga dapat muncul ketika sedang belajar, mengikuti kelas, atau melakukan aktivitas lainnya. Hal ini tentu dapat membuat seseorang menjadi kurang bersemangat dan tidak dapat menjalankan aktivitas secara maksimal.
Sulit Berkonsentrasi
Kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi. Setelah tidur terlalu larut, seseorang mungkin merasa lebih sulit untuk fokus pada satu kegiatan, memahami materi, atau mengingat informasi.
Bagi remaja yang masih aktif bersekolah atau kuliah, kondisi ini dapat mengganggu proses belajar. Misalnya, membaca materi menjadi lebih sulit dipahami atau mengerjakan tugas membutuhkan waktu lebih lama karena sulit mempertahankan fokus.
Memengaruhi Suasana Hati
Begadang tidak hanya memberikan efek pada tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati. Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah merasa kesal, sensitif, atau mengalami perubahan mood.
Hal-hal kecil yang biasanya tidak terlalu mengganggu mungkin terasa lebih menjengkelkan ketika tubuh sedang lelah. Jika kurang tidur terjadi secara terus-menerus, kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang merasa lebih sulit menghadapi tekanan atau aktivitas sehari-hari.
Menurunkan Daya Tahan Tubuh
Tidur yang cukup juga berperan dalam menjaga kesehatan dan sistem kekebalan tubuh. Ketika waktu tidur terus berkurang, tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang optimal.
Karena itu, menjaga waktu tidur tetap cukup merupakan salah satu bagian dari kebiasaan hidup sehat. Tidak hanya memperhatikan makanan dan aktivitas fisik, kita juga perlu memberikan tubuh waktu yang cukup untuk beristirahat.
Mengerjakan Tugas
Salah satu alasan yang paling umum adalah tugas sekolah atau kuliah. Banyaknya tugas, pekerjaan yang menumpuk, atau kebiasaan menunda pekerjaan dapat membuat seseorang baru mulai mengerjakan tugas pada malam hari. Akibatnya, waktu tidur menjadi semakin mundur.
Main Game
Selain tugas, bermain game juga dapat membuat waktu tidur terlupakan. Game yang memiliki sistem competitive atau misi tertentu sering membuat pemain ingin menyelesaikan satu permainan lagi sebelum berhenti. Tanpa disadari, waktu dapat terus berjalan hingga larut malam.
Menonton Film dan/atau Serial
Menonton film atau series juga menjadi salah satu aktivitas yang sering dilakukan sebelum tidur. Fitur seperti autoplay dapat membuat seseorang terus menonton episode berikutnya meskipun sebelumnya sudah berencana untuk tidur.
Penggunaan SosMed
Hal yang sama dapat terjadi ketika menggunakan media sosial. Melihat video pendek, membaca komentar, dapat membuat seseorang terus menggunakan HP tanpa menyadari waktu.
Pola Tidur Buruk
Selain kebiasaan tersebut, pola tidur yang tidak teratur dapat membuat tubuh terbiasa tidur dan bangun pada waktu yang berbeda-beda. Misalnya, tidur sangat larut di weekend lalu mencoba tidur lebih awal pada hari sekolah. Perubahan jadwal seperti ini dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan pola tidur yang konsisten.
Menentukan Jadwal Tidur dan Bangun yang Konsisten
Cobalah menentukan waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari. Jadwal yang konsisten dapat membantu tubuh terbiasa dengan waktu istirahat tertentu. Usahakan juga tidak terlalu sering mengubah jadwal tidur, termasuk saat akhir pekan. Misalnya coba tidur pada jam 22:30 sampai jam 05:30.
Mengurangi Penggunaan HP Sebelum Tidur
HP sering menjadi salah satu alasan seseorang tidur lebih larut. Karena itu, cobalah mengurangi penggunaan HP sebelum tidur. Hindari kebiasaan membuka media sosial, bermain game, atau menonton video ketika sudah waktunya beristirahat.
Sebagai gantinya, gunakan waktu sebelum tidur untuk melakukan aktivitas yang lebih tenang, seperti membaca buku atau mempersiapkan keperluan untuk keesokan hari.
Menyelesaikan Tugas Lebih Awal
Tugas yang dikerjakan pada menit-menit terakhir sering menjadi alasan seseorang harus begadang. Jika memungkinkan, buat jadwal untuk mengerjakan tugas lebih awal. Membagi tugas menjadi beberapa bagian juga dapat membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan mengurangi kemungkinan harus menyelesaikannya pada tengah malam.
Mengubah Jadwal Tidur Secara Bertahap
Jika sudah terbiasa tidur sangat larut, mengubah waktu tidur secara drastis mungkin terasa sulit. Cobalah memajukan waktu tidur secara bertahap. Dengan begitu, tubuh dapat menyesuaikan diri dengan jadwal baru tanpa terasa terlalu berat. Misalnya, jika sudah terbiasa tidur jam 01:30 cobalah tidur jam 01:10, dengan cara bertahap kita bisa mulai tidur lebih awal.
Mengutamakan Tidur yang Cukup
Tidur sering kali dianggap sebagai aktivitas yang bisa dikorbankan ketika masih ada tugas atau kegiatan lain. Padahal, tidur yang cukup merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan. Jika tidak benar-benar mendesak, sebaiknya jangan terus memaksakan diri melakukan aktivitas hingga larut malam hanya untuk menyelesaikan sesuatu yang sebenarnya masih bisa dilakukan keesokan harinya.
Mulai memperbaiki pola tidur tidak harus dilakukan dengan perubahan besar. Mengurangi penggunaan HP sebelum tidur, mengatur jadwal tidur, pada waktu yang terlalu dekat dengan jam tidur, dan menyelesaikan tugas lebih awal dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi kebiasaan begadang.
Ayo, mulai lebih memperhatikan waktu tidur dari sekarang! Tubuh juga butuh istirahat agar bisa tetap aktif dan menjalani hari dengan lebih baik.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.