Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, siapa yang disini suka menari tarian tradisional? Tentu tarian tradisional ini punya beragam jenis tetapi untuk saat ini, kita akan bahas tarian yang khas dari adat Sunda nih, ada yang tahu? Betul! Kita akan coba mengulik tari Jaipong yang dikenal melenggok badan selama menari. Tapi apa kalian tahu sejarahnya waktu tarian ini dibentuk? Kalau belum, yuk cari tahu!

Tari Jaipong dibuat dan disusun tariannya oleh Gugum Gumbira pada tahun 1976. Meskipun tarian ini khas Jawa Barat tetapi di buatnya di Jayapura lho. Namun, tarian ini dipopulerkan dan berkembang di Bandung pada tahun 1980-an. Semenjak tarian Jaipong ini terkenal udah menjadi suatu hiburan bagi masyarakat yang menonton.
Namun, awal munculnya tarian ini juga ada kritikan akibat gerakan yang begitu berani dan sensual terutama untuk ditampilkan secara publik. Meskipun begitu, pada akahirnya masyarakat sekitar memahami bahwa tarian ini juga terinspirasi dari tarian lain yaitu tarian Ketuk Tilu yang terdapat unsur tari maupun pencak silat.
Semenjak itulah, tarian ini dapat dikenal sebagain tarian khas adat Sunda karena tarian ini udah mulai dikenal oleh banyak masyarakat dan menuai reaksi yang positif serta dijadikan ikon seni pertunjukan di daerah tersebut.

Dapat diketahui pada tari Jaipong ini mempunyai 3 jenis tarian, berikut berupa penjelasan lebih lanjut:
Dalam tarian ini, lebih sering ditampilkan secara tunggal. Terdapat Keser Bojong yang menampilkan nilai-nilai kehidupan dari positif ke negatif, Setrasari jga menampilkan nilai-nilai kehidupan tapi dari negatif ke positif. Rawayan dapat ditarikan dengan lambat dan indah serta Kawung Anten yang berarti pertahanan diri perempuan.
Dalam tarian ini, bisa ditampilkan secara tunggal maupun berkelompok. Ceritamya terdapat seorang jawara yang lagi menghibur diri dalam suatu acara sehingga adanya kesan menghibur untuk masyarakat. Kemudian, adanya gerakan kuda-kuda juga yang terinspirasi dari pencak silat.
Dalam tarian ini, dapat ditarikan oleh penari perempuan dan penari laki-laki. Tarian ini dapat mengisahkan kisah cinta dari penari perempuan yang ternyata menghalau godaan dari si penari laki-laki tersebut.
Gerakan yang terdapat pada tarian merupakan suatu makna mengenai perempuan adat Sunda yang sekarang energik, berani, ramah, mandiri genit, dan lincah. Secara nggak langsung, adanya tarian ini dapat mengubah pemikiran lama mengenai perempuan Sunda yang berwajah cantik tapi sebenarnya malas.
Bagi penari juga sebenarnya wajah cantik dapat memikat orang lain sehingga dapat dijadikan daya tarik untuk mereka. Dengan adanya pemikiran seperti itu, para penari bisa menjadi diri sendiri tanpa mendengarkan pandangan orang lain dan jauh lebih kuat.

Tari Jaipong merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang berasal dari Sunda dengan mengunsur tarian yang ekspresif. Dalam tarian ini juga menjadi suatu penghormatan terhadap tradisi tersebut. Dengan terus mengenalkan tari Jaipong ke masyarakat sekitar akan munculnya rasa minat untuk mempelajari tarian tersebut sehingga kita bisa membuat kesenian tari khas Sunda tetap hidup.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.