Penulis: Aida Hasna
Halo, Sunners! Kalian tahu gak? Di era sekarang, banyak sekali orang yang menggunakan media sosial, terutama para remaja. Nah, bagi beberapa remaja, media sosial bukan hanya alat komunikasi diri biasa loh, melainkan media sosial dapat menjadi ajang pengakuan sosial lewat like dan view.
Kok bisa ya jadi ajang pengakuan gitu? Bisa! karena media sosial memungkinkan kita dan orang lain untuk saling berinteraksi melalui gambar, teks, reaksi, maupun komentar sehingga dapat menjadikan media sosial ruang di mana kita dapat mencari validasi dan penerimaan sosial. Yuk pelajari lebih lanjut!
Sunners, kalian pernah dengar kata validasi gak? Atau kalian pernah lihat di komentar postingan seseorang? Biasanya yang gak asing di telinga para remaja gen z itu kata “haus validasi”. Buat yang belum tahu, kira-kira validasi itu apa sih?
Jadi, Sunners, validasi adalah pengakuan, penerimaan, atau pembuktian dari orang lain bahwa kita itu ada, berharga, dan dianggap di dalam suatu kelompok. Itulah alasan kenapa terkadang kita jadi merasa senang atau lega saat pendapat kita disetujui, dipuji, atau didengarkan.
Lalu, apa bedanya dengan haus validasi? jadi, Sunners, kalau “haus validasi” itu menggambarkan seseorang yang terus menerus mencari perhatian seseorang lho. Jadi terdapat perbedaan ya, Sunners. Kalau validasi biasa dan tidak berlebihan, itu normal dan manusiawi karena kita juga butuh didengar oleh orang lain. Namun, jika “haus validasi” itu sudah berlebihan ya, Sunners, karena akan selalu mencari perhatian dan membutuhkan persetujuan dari orang lain atas apa yang kita lakukan.

Nah, karena kita sudah mengetahui apa itu validasi di dunia nyata, lalu gimana sih contoh validasi terhadap like dan view?
Sesuai namanya, untuk validasi terhadap like dan view ini terjadi di ranah media sosial ya. Kalau biasanya validasi itu kita rasakan lewat tindakan nyata, kata-kata langsung, atau gestur tubuh, sekarang bentuknya sudah mengalami digitalisasi berbentuk tombol like, jumlah view, komentar, atau hitungan share.
Contohnya, ketika kita mengunggah sesuatu di media sosial dan postingan yang kita unggah tersebut mendapatkan banyak ratusan atau bahkan ribuan like, di situ kita akan merasa diakui melalui tombol like tersebut.
Setelah kita memahami hal-hal mengenai validasi yang berhubungan dengan like dan view, Lalu apakah terdapat dampak dari hal tersebut? Nah, ternyata ada dampaknya ya, Sunners.
Jadi, Sunners, validasi like dan view itu bisa banget bikin stres, anxiety, sampai depresi loh karena kita sering menganggap metrik digital tersebut sebagai skor harga diri kita di depan publik. Nah, makanya, ketika like dan view yang kita dapat sepi, sebagian dari kita langsung menilai diri kita enggak berharga.

Kenapa bisa menurunkan harga diri ya? Ternyata, Sunners, ketika kita ditempatkan ke dalam situasi di mana kita menerima like dan view yang lebih sedikit daripada orang lain, kita akan membandingkan kedua hal tersebut dengan orang lain yang akan membuat diri kita merasa minder hingga dapat mengalami penurunan harga diri serta penolakan loh karena like dan view tersebut.
Selain dua hal tadi, ternyata menyalahkan diri sendiri juga termasuk dampak dari adanya like dan view lho, Sunners. Berdasarkan penelitian eksperimental dari The University of Texas at Austin, hal ini terjadi karena adanya distorsi kognitif pada remaja.
Jadi, ketika kita upload sesuatu nih ke media sosial dan ternyata like dan view yang kita dapat sepi, kita bukannya nyalahin algoritma yang lagi eror. Sebaliknya, kita langsung overthinking dan menyalahkan diri sendiri dengan menganggap fisik kita kurang menarik, konten kita membosankan, atau menganggap diri kita enggak selevel sama orang lain.
Banyak banget pelajaran penting yang kita dapatkan kali ini, Sunners. Salah satunya, kita dapat menyadari kalau menggantungkan harga diri pada validasi media sosial itu bahaya banget buat mental kita. Maka dari itu, jangan pernah membiarkan tombol like dan view menentukan seberapa berharganya diri kamu ya, Sunners. Kamu jauh lebih berharga daripada angka di layar ponsel itu. Selalu percaya diri, Sunners!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.