Penulis: Nyi Raden Fatimah Az Zahra S.N – SIS SJ
Sebagai pelajar atau mahasiswa, pernah tidak, kamu merasa capek banget padahal tugas hari itu sebenarnya tidak terlalu banyak? Apakah kamu juga pernah baru pulang dari sekolah, tetapi merasa tidak punya tenaga untuk belajar, olahraga, atau berbincang dengan keluargamu? Kalau pernah, bisa saja kamu mengalami kehilangan energi, motivasi, dan memiliki kondisi “burnout.”
Nah, apa itu burnout? Burnout adalah kondisi ketika seseorang merasa lelah secara fisik, mental, atau emosional akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus. Burnout, walaupun sementara, bisa memiliki dampak yang sangat besar bagi kesehatan mental kami dan bisa terjadi untuk beberapa tahun.
Sementara itu, manajemen energi adalah kemampuan untuk mengenali kapan tubuhmu dan pikiranmu sedang kuat, mulai lelah, dan bagaimana cara memperbaiki energi tersebut. Jadi, manajemen energi itu bukan hanya kemampuan untuk mengelola waktu atau jadwal, tetapi juga tahu apakah kamu punya tenaga untuk menjalani aktivitas dengan baik.
Dari pengalaman sendiri, aku dulu sering berpikir, “kok bisa aku merasa burnout, capek, dan lemah padahal teman-temanku kegiatannya lebih banyak?” Waktu itu, aku sering kali memaksa diri untuk melakukan kebanyakan kegiatan karena ingin terlihat produktif.
Namun, kami harus sadar bahwa setiap orang memiliki kapasitas energi yang berbeda. Ada yang tetap semangat setelah mengikuti sekolah, les, dan organisasi. Ada juga yang sudah merasa kelelahan setelah seharian belajar di sekolah. Karena itu, membandingkan diri dengan orang lain justru bisa membuat kita semakin tertekan dan capek.

Agar kamu bisa mengerjakan tugasmu dengan maksimal dan tanpa stres, salah satu langkah yang bisa diambil untuk mengatur energi adalah mengenali aktivitas yang mengurangi energi dan aktivitas yang mengisinya kembali. Misalnya nih, bagi saya, mengerjakan tugas atau belajar setiap hari itu sangat melelahkan. Namun, membaca buku atau jalan-jalan sendiri bikin saya lebih tenang. Nah, setiap orang kan pasti beda-beda, jadi yang bikin saya stres atau tenang mungkin beda untuk kamu. Cobalah kamu mencari aktivitas yang cocok denganmu!
Selain itu, jangan merasa bersalah saat beristirahat. Di media sosial, kami sering melihat orang-orang yang terlihat selalu produktif sehingga kami merasa kita juga harus terus menerus bekerja atau belajar. Padahal, yang ada di media sosial pasti tidak seratus persen asli dan istirahat itu bukan berarti malas. Justru dengan beristirahat, tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk memulihkan energi sehingga kita bisa kembali menjalani aktivitas dengan lebih fokus dan semangat!
Nah, hal yang mungkin paling susah bagi kamu adalah belajar mengatakan “tidak.” Memang tidak mudah menolak ajakan teman, kegiatan organisasi, atau tugas tambahan. Namun, jika energimu memang sudah penuh, memaksakan diri hanya akan membuatmu semakin kelelahan dan pekerjaanmu menurun dalam kualitasnya. Mengatakan “tidak” bukan berarti kamu malas, lemah, atau egois, tetapi menunjukkan bahwa kamu memahami batas kemampuanmu sendiri.

Pada akhirnya, energi adalah sumber daya yang terbatas, jadi jangan habiskan semuanya dalam satu hari. Mulailah mengenali apa yang membuatmu lelah dan apa yang bisa mengisi energimu kembali. Jangan ragu untuk beristirahat ketika memang membutuhkannya. Dengan mengatur energi sejak sekarang, kamu bisa menjalani sekolah, organisasi, dan kehidupan sehari-hari dengan lebih semangat tanpa harus terus-menerus merasa burnout! Semangat ya teman-teman dan jangan lupa untuk istirahat jika perlu!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.