Penulis: Nalla Herbaria – Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
Sunners, masih suka menyimpan parfum di tempat terbuka atau dekat jendela kamar? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memengaruhi aroma parfum, lho. Kalau disimpan sembarangan, wanginya bisa berubah, memudar, bahkan membuat masa pakainya lebih singkat.
Nah, supaya wanginya awet saat digunakan, yuk simak tiga tips parfum tahan lama berikut ini!

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah menyimpan parfum di tempat yang sejuk dan kering. Pasalnya, suhu ideal untuk menyimpan parfum berada di kisaran 15–20°C.
Karena itu, sebaiknya hindari kebiasaan menyimpan koleksi parfum kamu di dashboard mobil, kamar mandi, atau dekat jendela. Meskipun berguna supaya mudah digunakan, perubahan suhu dan kelembapan di area tersebut dapat memengaruhi kualitas aroma yang ada di dalam botol parfum.

Selain suhu, paparan sinar matahari juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Pasalnya, sinar matahari langsung dapat memecah molekul wewangian dan alkohol sehingga aroma parfum lebih cepat berubah. Alhasil, wanginya jadi kurang maksimal saat digunakan.

Tips terakhir memang terdengar sepele, tetapi masih sering diabaikan. Setelah menggunakan parfum, jangan lupa segera menutup botolnya dengan rapat, ya, Sunners.
Jika dibiarkan terbuka terlalu lama, udara dari luar dapat mempercepat proses oksidasi. Akibatnya, komposisi di dalamnya bisa berubah dan aroma parfum favoritmu pun tidak lagi sama seperti saat pertama kali dibeli.

Mulai dari aroma hingga tampilannya, berikut beberapa hal yang bisa menjadi tanda bahwa parfum sudah kedaluwarsa, Sunners.
Tanda pertama yang biasanya paling mudah disadari adalah aromanya. Jika sebelumnya wanginya terasa segar lalu berubah menjadi asam seperti cuka, tengik, atau bahkan menyerupai aroma logam, bisa jadi kualitasnya sudah mulai menurun. Perubahan ini biasanya terjadi karena kandungan di dalamnya mulai mengalami proses oksidasi.
Selain aroma, coba perhatikan tampilannya juga. Parfum yang sering terkena sinar matahari secara langsung terkadang mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap, kecokelatan, atau bahkan kehitaman. Kondisi ini umumnya terjadi karena bahan-bahan di dalamnya mulai terurai.
Tanda berikutnya bisa dilihat dari teksturnya. Cairan parfum yang awalnya terasa normal dapat berubah menjadi lebih encer, terlalu kental, atau bahkan sedikit berminyak. Nggak hanya itu, dalam beberapa kasus semprotannya juga menjadi kurang lancar dan sering macet saat digunakan. Jika sudah mengalami perubahan seperti ini, kemungkinan kualitasnya memang sudah tidak sebaik sebelumnya.
Jadi, mulai sekarang jangan asal meletakkannya di sembarang tempat dan perhatikan juga cara menyimpannya ya, Sunners. Kalau kamu punya cara lain untuk merawat parfum, yuk share di kolom komentar.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.