Majalah Sunday

Di Balik Cahaya Jam Radium, Ada Kisah Tragis di Baliknya

Penulis: Lisa Ariyani – SMKN 48 Jakarta

Pada awal abad ke-20, dunia pernah dibuat kagum dengan penemuan radium oleh Marie Curie. Zat radioaktif tersebut dianggap sebagai simbol kemajuan teknologi modern karena mampu menghasilkan cahaya dalam gelap. Saat itu, masyarakat belum memahami sepenuhnya dampak berbahaya dari radiasi. Akibatnya, radium digunakan dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari jam tangan, kosmetik, pasta gigi, hingga minuman kesehatan.

Awal Mula Bahaya Zat Radium

Di tengah populernya penggunaan radium, perusahaan seperti United States Radium Corporation membuka lowongan pekerjaan bagi perempuan muda untuk mengecat angka dan jarum jam menggunakan cat berbahan radium. Pekerjaan tersebut dianggap bergengsi karena memiliki upah yang cukup baik dibanding pekerjaan perempuan lainnya pada masa itu. Para pekerja yang kemudian dikenal sebagai The Radium Girls diminta menggunakan teknik “lip, dip, paint”, yaitu meruncingkan kuas dengan bibir, mencelupkannya ke cat radium, lalu menggunakannya untuk melukis detail kecil pada jam. Tanpa mereka sadari, kebiasaan itu membuat zat radioaktif masuk ke dalam tubuh setiap hari.

Salah satu contoh jam yang menggunakan zat radium supaya memberikan efek 'glow in the dark'

Mengakibatkan 'The Radium Girls' Terjadi

Beberapa tahun setelah bekerja, para perempuan tersebut mulai mengalami kondisi kesehatan yang mengerikan. Para dokter kemudian menemukan bahwa radium yang tertelan akan diserap tubuh layaknya kalsium dan menetap di dalam tulang. Radiasi dari zat tersebut perlahan menghancurkan jaringan tubuh dari dalam. Salah satu kondisi paling terkenal adalah “radium jaw”, yaitu kerusakan parah pada rahang akibat paparan radiasi yang berkepanjangan.

 Hal yang membuat kisah ini terasa semakin menyeramkan adalah dugaan bahwa pihak perusahaan sebenarnya telah mengetahui bahaya radium sejak awal. Beberapa ilmuwan dan pekerja pria di laboratorium diketahui menggunakan perlindungan khusus saat menangani bahan radioaktif. Namun, para pekerja perempuan di bagian pengecatan tidak diberikan perlindungan yang sama.

Ilustrasi kepala tengkorak yang mengalami kerusakan pada bagian rahang.

Kengerian terbesar dalam kasus ini justru berasal dari keserakahan manusia dan bagaimana nyawa pekerja dianggap tidak lebih penting daripada keuntungan perusahaan. Kasus ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah hak buruh dan keselamatan kerja di Amerika. Hingga saat ini, kisah mereka masih dikenang sebagai pengingat tentang pentingnya etika industri, keselamatan kerja, dan tanggung jawab perusahaan terhadap kesehatan manusia.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 4