Penulis: Ayu Anjani- Universitas Pendidikan Indonesia
Belajar? Banyak Sunners yang masih memakai metode blocking (belajar satu mapel dengan berjam-jam). Terlihat produktif, tapi efeknya sering cuma “paham sesaat”. Solusi yang lebih terbukti efektif adalah pakai metode interleaving, yaitu mencampur beberapa topik dalam satu sesi belajar.
Interleaving memaksa otak untuk membedakan konsep dan mengambil informasi dari memori jangka panjang. Ini menciptakan desirable difficulty (terasa lebih sulit), tapi justru memperkuat pemahaman. Berbeda dengan blocking yang memicu illusory fluency (merasa paham, padahal tidak tahan lama).
Hasilnya? Mungkin skor langsung sedikit turun, tapi dalam jangka waktu seminggu atau saat ujian, performa meningkat signifikan, terutama untuk soal tipe baru.
Contoh menggunakan pola 20–30 menit per topik:
Ulangi siklus ini. Jangan urut bab, maka loncat topik biar otak belajar memilih strategi yang tepat.

Kamu coba lakukan sesi 30 menit:
Berdasarkan penelitian menunjukkan perbedaan drastis antara metode blocked dan metode interleaving practice:
Jangan terjebak dalam “Blocking Trap” (seperti mempelajari semua turunan dalam satu waktu). Lakukan rotasi topik (misal: Turunan → Integral → Limit → Ulangi). Gunakan alat seperti Anki (aplikasi belajar berbasis kartu memori digital) untuk mengatur kartu interleaving atau Notion untuk mencatat log soal yang dikerjakan secara campuran. Interleaving memang terasa lebih berat di awal, tapi itulah kuncinya. Metode ini melatih otak berpikir fleksibel dan siap menghadapi soal acak seperti UTBK. Kalau targetmu bukan sekadar paham, tapi bisa mengerjakan, saatnya ganti strategi.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.