Penulis: Lisa Ariyani – SMKN 48 Jakarta
Teke-Teke adalah salah satu legenda urban paling creepy dari Jepang yang sering muncul di cerita horor sekolah dan internet. Sosok ini biasanya digambarkan sebagai arwah perempuan tanpa bagian tubuh bawah, membawa sebilah sabit atau gergaji dan berjalan dengan memakai tangan atau sikunya. Nama “Teke-Teke” sendiri berasal dari suara gesekan tubuhnya saat bergerak di tanah; bunyi “teke teke”, yang katanya bisa bikin siapa pun langsung merinding kalau dengar di malam hari.
Salah satu cerita Teke-Teke yang berkembang di masyarakat Jepang adalah bermula dari seorang gadis bernama Kashima Reiko, yang meninggal setelah dirinya terjatuh di atas rel kereta dan tubuhnya terpotong menjadi dua bagian akibat tertabrak kereta api. Namun beberapa sumber juga menyebutkan bahwa cerita mengenai Kashima Reiko terjadi sebelum Teke-Teke. Karena kematiannya dianggap tidak wajar dan penuh penderitaan, arwah ini digambarkan tidak bisa tenang dan malah menghantui orang-orang yang lewat di tempat tertentu, seperti stasiun atau jalan sepi di malam hari.

Dalam banyak versi cerita, Teke-Teke akan mengejar siapa pun yang melihatnya dengan kecepatan yang nggak masuk akal, meskipun cuma pakai tangan. Banyak versi bilang kalau orang yang ketemu dia di malam hari, maka ia langsung “berlari” cepat dan bersigap langsung memotong tubuh korban menjadi dua bagian seperti keadaan tubuh Teke-Teke itu sendiri. Detail seperti ini sering banget bikin cerita hantu jepang ini viral, apalagi di kalangan remaja yang suka cerita horor.

Dari sisi budaya, Teke-Teke termasuk dalam kategori Yokai ataumakhluk supranatural dalam cerita rakyat Jepang. Cerita seperti ini biasanya punya fungsi sosial, misalnya sebagai peringatan agar orang lebih berhati-hati di tempat berbahaya seperti rel kereta atau jalan sepi. Jadi meskipun terdengar seram, sebenarnya ada pesan tersembunyi di baliknya.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.