Majalah Sunday

Kenalan dengan Asal-usul Sandwich dan Konsep Eponim

Pernah nggak sih, pas kalian lagi asyik nongkrong di kafe kekinian atau sekadar bekal sekolah, kalian memandangi makanan di tangan kalian terus tiba-tiba kepikiran: “Kenapa ya nama makanan ini sandwich?” Atau, “Siapa sih yang pertama kali punya ide naruh daging di tengah-tengah dua lembar roti?”

Nah, Majalah Sunday kali ini mau bahas sesuatu yang unik banget. Ternyata, di balik makanan yang simpel dan praktis itu, ada sejarah yang seru, gila, dan melibatkan seorang bangsawan yang hobi main kartu! Selain itu, kita juga bakal kenalan sama sebuah istilah keren dalam bahasa: Eponim.

Yuk, kita bedah bareng-bareng ceritanya!

Pernah nggak sih, kalian memandangi daging di tengah dua roti dan iba-tiba kepikiran: "Kenapa ya nama makanan ini sandwich?"

Siapa Sih "Bapak Sandwich" Itu?

Semua ini bermula di Inggris pada abad ke-18. Kenalin, namanya John Montagu. Dia bukan orang sembarangan, lho. Gelarnya mentereng banget: Earl of Sandwich keempat. Di zaman itu, John Montagu adalah seorang politisi penting. Tapi, di balik jabatannya yang formal, dia punya satu hobi yang nggak bisa dia tinggalkan: main kartu.

John Montagu ini tipe orang yang kalau sudah di depan meja judi, bisa lupa segalanya. Dia bisa main kartu berjam-jam, bahkan sampai lupa waktu makan. Nah, masalahnya muncul ketika perutnya mulai keroncongan parah, tapi dia nggak mau sama sekali beranjak dari meja judi karena lagi asyik-asyiknya bertanding.

Bayangin, kalau dia makan steak pakai piring dan garpu seperti bangsawan biasanya, dia harus berhenti main. Kalau dia makan pakai tangan langsung, tangannya bakal berminyak, kotor, dan otomatis kartu-kartu mahalnya bakal belopotan lemak daging. Ribet banget, kan?

Akhirnya, tercetuslah sebuah ide jenius yang simpel banget. Dia minta pelayannya buat membawakan irisan daging dingin yang dijepit di antara dua potong roti. Dengan cara ini, dia bisa memegang “bungkus” rotinya tanpa menyentuh dagingnya langsung. Tangannya tetap bersih, kartu-kartunya aman, dan perutnya tetap kenyang.

Teman-temannya sesama pemain kartu yang melihat itu langsung tertarik. Mereka mulai memesan hal yang sama dengan bilang, “I’ll have the same as Sandwich!” (Saya mau yang sama kayak si Sandwich itu!). Dan boom! Lahirlah istilah yang sekarang kita kenal di seluruh dunia.

Mengenal Lebih Dekat Istilah "Eponim"

Nah, Sunners, tahu nggak kalau nama makanan ini punya istilah khusus dalam studi bahasa? Nama “Sandwich” diambil langsung dari nama orang (atau gelarnya), yaitu John Montagu sang Earl of Sandwich. Fenomena ini disebut sebagai Eponim.

Jadi, Eponim adalah kata, istilah, atau nama benda yang diambil dari nama orang, baik itu tokoh sejarah, penemu, atau bahkan karakter fiksi. Keren banget, kan? Seseorang bisa “hidup selamanya” hanya karena namanya diabadikan menjadi sebuah kata yang kita gunakan sehari-hari.

Jangan merasa pusing dulu sama istilahnya, ya. Wajar banget kalau kalian baru dengar kata ini sekarang. Dunia literasi memang penuh dengan kejutan seperti ini. Dengan memahami eponim, kita jadi sadar kalau bahasa yang kita gunakan itu nggak muncul begitu saja dari langit, tapi ada ceritanya, ada manusianya, dan ada konteks zamannya.

Kenalan dengan Asal-usul Sandwich dan Konsep Eponim

Kenapa Sandwich Bisa Mendunia?

Awalnya, ide John Montagu cuma soal kepraktisan biar bisa tetap main kartu. Tapi seiring berjalannya waktu, orang-orang sadar kalau konsep roti lapis ini adalah solusi makan paling jenius untuk gaya hidup yang sibuk.

Sekarang, sandwich sudah bertransformasi total. Dia nggak cuma ada di meja judi bangsawan Inggris lagi. Sandwich ada di mana-mana:

  • Bekal Sekolah: Siapa yang sering dibawain roti lapis selai atau telur sama Mama? Itu sandwich!

  • Kafe Kekinian: Menu club sandwich atau croissant sandwich pasti selalu jadi favorit buat nemenin ngopi.

  • Restoran Mewah: Ada sandwich yang isinya daging wagyu mahal sampai truffle.

Dari sebuah kebetulan di meja judi, sandwich jadi simbol gaya hidup modern yang serba cepat tapi tetap enak. Setiap kali kamu menggigit sandwich, sebenarnya kamu lagi “mengunyah” sepotong sejarah dari abad ke-18. Kamu lagi mengulang kembali ide praktis yang ditemukan oleh seorang penjudi berat ratusan tahun lalu.

Pernah nggak sih, kalian memandangi daging di tengah dua roti dan iba-tiba kepikiran: "Kenapa ya nama makanan ini sandwich?"

Contoh Eponim Lain yang Mungkin Kamu Tahu

Biar makin paham soal Eponim, Majalah Sunday kasih bocoran beberapa kata lain yang ternyata juga diambil dari nama orang:

  1. Algoritma: Hayo, siapa yang suka main media sosial? Algoritma diambil dari nama ilmuwan matematika Persia, Al-Khwarizmi.

  2. Diesel: Jenis bahan bakar ini diambil dari nama penemunya, Rudolf Diesel.

  3. Boycott (Boikot): Ternyata ini diambil dari nama seorang agen tanah di Irlandia bernama Charles Boycott yang pernah dikucilkan oleh masyarakatnya.

Lihat kan, gimana serunya sejarah di balik kata-kata? Ternyata banyak banget benda di sekitar kita yang “bernyawa” karena punya sejarah manusia di baliknya.

Kenapa Kita Perlu Tahu Hal-Hal Seperti Ini?

Mungkin ada yang nanya, “Penting ya, Min, tahu sejarah ginian?” Jawabannya: Penting banget! Di Majalah Sunday, kami percaya bahwa pelajar yang keren adalah pelajar yang punya rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi. Mengetahui sejarah di balik hal-hal sederhana seperti makanan bikin kita jadi orang yang lebih apresiatif.

Selain itu, belajar tentang eponim bikin wawasan literasi kita makin luas. Kita jadi nggak cuma sekadar makan, tapi juga paham konteks. Ini yang bikin kita beda dari sekadar “orang yang hobi makan” jadi “orang yang punya wawasan”. Pengetahuan itu kekuatan, Guys!

Pesan Suportif Buat Kamu

Buat kalian yang mungkin merasa belajar sejarah itu membosankan karena isinya cuma angka dan tahun, semoga kisah Earl of Sandwich ini bisa mengubah cara pandang kalian. Sejarah itu sebenarnya adalah kumpulan cerita tentang manusia—tentang kegagalan mereka, hobi mereka, bahkan kemalasan mereka yang justru membuahkan penemuan besar.

Jangan pernah berhenti bertanya “Kenapa?”. Jangan pernah takut buat mengeksplorasi asal-usul sesuatu. Karena di balik setiap hal kecil, selalu ada kisah yang bikin kita kagum dan—seperti sandwich—bikin kita “kenyang” akan ilmu pengetahuan.

*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 8