Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University
Akhir-akhir ini, istilah cycle syncing mulai banyak beredar di konten kesehatan perempuan di media sosial. Sederhananya, cycle syncing adalah penyesuaian gaya hidup seperti intensitas olahraga dan pola makan sesuai dengan siklus haid atau menstruasi. Tapi, apa iya cycle syncing itu efektif buat cewek-cewek? Yuk kita kupas lebih lanjut mengenai fenomena kesehatan ini!
Cycle syncing pertama kali diperkenalkan oleh ahli gizi Alisa Vitti di tahun 2014 dalam bukunya yang berjudul WomanCode. Istilah ini merujuk dari pengalaman Vitti dalam meneliti female infradian rhythm atau siklus biologis bulanan pada perempuan yang mengatur hormon, metabolisme, sistem imunitas, dan fungsi otak dalam setiap siklus menstruasi. Siklus menstruasi sendiri dibagi menjadi empat, yaitu fase menstruasi, folikuler, ovulasi, dan luteal.

Di bawah ini adalah beberapa hal dasar yang bisa diterapkan dalam proses cycle syncing:
Belum banyak penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa cycle syncing akan sepenuhnya efektif untuk perempuan. Namun, sangat disarankan untuk melacak siklus haid secara rutin dengan mencatat gejala yang dirasakan di setiap fase siklus haid. Dengan begitu, kita bisa lebih mengenal ritme tubuh masing-masing dan menyesuaikan kegiatan yang bisa dilakukan saat energi terasa normal, sedang bertenaga tinggi, atau ketika nyeri haid menyerang.
Meski begitu, nggak ada salahnya kok untuk perempuan yang mau mencoba cycle syncing untuk menjalani pola hidup aktif di tengah naik turun hormon dalam siklus bulanannya.

Nah itu dia penjelasan singkat mengenai cycle syncing. Bagaimana, tertarik untuk mencoba? Jangan lupa share info bermanfaat ini untuk teman-teman atau keluargamu yang perempuan ya Sunners!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.