Majalah Sunday

Sebuah Puisi - luKA

Penulis: Ayu Anjani – Universitas Pendidikan Indonesia 

IuKA

Luka tumbuh pelan di hati yang ingin belajar kuat sendiri,

Perih rasa batin berbisik lirih di malam yang terasa sunyi, 

Rasa hampa menyimpan tanya mengapa tak ada yang mau menemani,

Retak jiwa sudah menjahit harap tanpa arti pasti, 

 

Fatherless hadir di meja makan tanpa suara yang nyata,

Kehilangan sosok ayah memang membekas, seperti ruang kosong yang tak bernama,

Tanpa figur ayah menatap kursi yang sedikit pernah terisi sempurna,

Rindu ini hilang menjelma tanya yang tak tahu kemana.

 

Luka tumbuh pelan di hati yang ingin belajar kuat sendiri,

Perih batin berbisik lirih di malam yang sangat sunyi,

Rasa hampa menyimpan tanya mengapa tak ada yang menemani,

Retak jiwa menjahit harap tanpa arti yang pasti.

Selanjutnya....

Tanpa sosok itu bukan sekadar kata, tapi kehilangan jiwa tanpa arah.

Figur yang hilang membuat langkah kecil terasa payah,

Rasa hampa dalam keluarga mengajarkan dewasa tanpa pelukan yang megah,

Sunyi yang panjang memaksa hati tegar meski lelah.

 

Luka ini menjelma diam saat dunia terasa ramai,

Perasaan terpendam bersembunyi di balik tawa santai,

Cerita sendiri terangkai tanpa sosok yang dicintai,

Hati yang sepi bertahan meski jarang tuk dihargai.

 

Kisah kehilangan adalah cerita yang jarang ingin dibuka,

Jejak tanpa ayah menyimpan air mata di balik senyum pura-pura,

Rindu terpendam mengajarkan arti kuat tanpa banyak kata,

Langkah bertahan membuat hati sembuh dengan cara berbeda.

 

Percayalah luka perlahan berubah menjadi kekuatan tersembunyi,

Lalu rasa sakit mengajarkan arti bertahan dalam sepi,

Perjalanan hidup bukan akhir dari kisah yang terjadi,

Melainkan harapan baru adalah awal kembali mencintai diri sendiri.

Puisi ini memiliki arti bahwa kehilangan sosok ayah memang meninggalkan luka dan kekosongan, tetapi bukan berarti menghentikan langkah hidup. Luka tersebut justru bisa menjadi proses pembelajaran untuk tumbuh lebih kuat, mandiri, dan memahami diri sendiri. Pada akhirnya, puisi ini menegaskan bahwa dari rasa kehilangan, seseorang tetap bisa menemukan harapan dan membangun versi terbaik dari dirinya.

 

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1