Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University
Kalau sudah punya pasangan, pasti apapun yang kita lakukan harus karena sama-sama mau dan bikin tambah sayang kan? Nah, di sinilah consent atau persetujuan punya yang peran krusial agar setiap pihak merasa aman, nyaman, dan dihargai di dalam hubungan.
Salah satu contoh penerapan consent atau persetujuan adalah menggunakan model FRIES. Eits, bukan french fries yang jadi teman makan burger ya. Yuk kita coba dalami makna di baliknya!
FRIES adalah singkatan dari Freely Given, Reversible, Informed, Enthusiastic, dan Specific. Model ini dikembangkan sebagai cara untuk menetapkan consent yang sehat antara masing-masing pihak oleh Planned Parenthood, sebuah organisasi non-profit yang menyediakan edukasi seksual secara global.

Consent harus diberikan secara sukarela tanpa paksaan, manipulasi, atau pengaruh dari perkataan orang lain, alkohol, dan obat-obatan terlarang.
Consent dapat dibatalkan kapan saja jika salah satu pihak merasa tidak nyaman melakukan sesuatu dalam hubungan. Dan pasangannya juga harus menghormati pembatalan tersebut, bahkan jika sebelumnya sempat menyetujuinya.
Setiap pihak harus bersikap jujur dan memiliki informasi yang lengkap sebelum melakukan hubungan seperti menggunakan metode kontrasepsi yang disetujui serta resiko dari penyakit menular seksual. Menyembunyikan informasi penting ini bisa membuat consent jadi tidak sah.
Consent harus diberikan secara antusias dan sama-sama mau melakukan hubungan, bukan mengiyakan secara terpaksa atau merasa tidak enak. Tujuannya agar hubungan didasari atas keinginan masing-masing bukan karena ketidaknyaman atau kewajiban “melayani” pasangan.
Consent harus diberikan untuk satu kegiatan seksual dalam waktu yang spesifik. Maksudnya, jika hari ini sudah berhubungan intim dengan beberapa persetujuan, di lain waktu hubungannya harus memiliki persetujuan yang berbeda. Setuju akan satu hal bukan berarti menyetujui hal lainnya hanya karena sudah menjadi pasangan atau sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Mempunyai consent yang jelas dan terbuka penting banget untuk menetapkan apa yang kita inginkan dan sepakati bersama pasangan kita. Dengan begitu, hubungan dapat berlangsung secara sehat dan meminimalisir kesalahpahaman dan resiko kekerasan seksual.
Jangan lupa share tentang pentingnya menetapkan consent kepada pasangan dan teman-temanmu ya Sunners!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.