Penulis: Ayu Anjani – Universitas Pendidikan Indonesia
Banyak orang percaya bahwa IQ adalah ukuran kecerdasan yang bersifat tetap dan tidak bisa berubah. Padahal, penelitian dalam psikologi kognitif menunjukkan bahwa skor IQ sebenarnya dapat mengalami fluktuasi sepanjang hidup. Perubahan ini tidak terjadi secara acak, melainkan dipengaruhi oleh perkembangan otak, lingkungan, serta gaya hidup seseorang.
Tes IQ modern menggunakan sistem yang disebut age-normalized. Artinya, skor seseorang tidak hanya diukur dari kemampuan absolut, tetapi juga dibandingkan dengan kelompok usia yang sama. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa IQ-nya “tetap”, padahal kemampuan berpikirnya sebenarnya berkembang.
Sebagai contoh, jika kemampuan berpikir seseorang meningkat seiring waktu, tetapi peningkatan tersebut juga terjadi pada teman sebayanya, maka skor bisa terlihat tidak berubah. Jadi, stabilnya angka IQ bukan berarti otak tidak berkembang.
Kecerdasan manusia terdiri dari beberapa komponen yang berkembang secara berbeda. Dua yang paling utama adalah:
Hal ini menunjukkan bahwa penurunan pada satu aspek kecerdasan tidak berarti keseluruhan kemampuan berpikir ikut menurun.

Perubahan skor sangat dipengaruhi oleh :
Dalam beberapa penelitian jangka panjang, perubahan skor bahkan bisa mencapai 10–20 poin, terutama selama masa remaja yang merupakan fase perkembangan otak paling dinamis.

Seiring bertambahnya usia, beberapa kemampuan seperti kecepatan memproses informasi dan refleks berpikir memang cenderung menurun. Hal ini sering terlihat dalam tes IQ yang berbasis waktu. Namun, di sisi lain, kemampuan memahami konteks, mengambil keputusan, dan menggunakan pengalaman justru semakin matang.
Dengan kata lain, penurunan skor pada aspek tertentu bukan berarti seseorang menjadi kurang cerdas, melainkan adanya perubahan strategi otak dalam bekerja.
IQ bukan angka yang mutlak dan tidak berubah. Ia bisa naik atau turun tergantung pada banyak faktor, seperti pendidikan, kesehatan, dan pengalaman hidup. Terutama bagi sunners, masa ini adalah periode penting untuk mengembangkan potensi kognitif secara maksimal. Jadi, daripada fokus pada angka IQ semata, lebih penting untuk terus mengasah kemampuan diri secara menyeluruh.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.