Majalah Sunday

Soto Ayam: Sejarah dan Variasi Kuah Gurih Khas Nusantara

Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya

Sunners, pasti kalian udah gak asing deh sama makanan khas Indonesia yang satu ini yaitu Soto Ayam. Nah, kira-kira siapa yang disini suka banget makan soto? Sebagian dari kalian juga pasti ada yang jadiin makanan tersebut sebagai makanan favorit kalian. Disini kalian akan tahu lebih lanjut mengenai sejarah dan perkembangan makanan khas Nusantara ini, penasaran? Kalau gitu, simak baik-baik ya!

Sejarah Soto Ayam

Contoh penampilan Soto Ayam.

Kalian tahu gak kalau sebenarnya asal-usul Soto Ayam ini berasal dari Tionghoa yang bernama Caudo atau Jao To. Nah, Caudo atau Jao To berarti ‘jeroan berempah’ kalau berdasarkan dialek Hokkian. Memang Caudo di Tionghoa terdapat mie, bihun, atau soun, jeroan, dan tauco. Namun, bahan-bahan tersebut hanya terdapat di beberapa Soto aja. Namun, pada abad ke-19 udah mulai terkenal di pulau Jawa, lebih tepatnya di kota Semarang.

Semakin terkenalnya makanan ini di berbagai daerah, semakin banyak juga variasi-variasinya. Yang bahan utamanya merupakan jeroan dari daging babi, dapat diganti menjadi daging ayam dan daging sapi. Hal ini tergantung pada beberapa penjual di berbagai daerah untuk menyesuaikan masyarakat tertentu. Kemudian, hal ini juga disebabkan karena di Tionghoa, Caudo atau Jao To merupakan makanan untuk kalangan menengah ke bawah akibat harga daging mahal pada saat itu.

Sedangkan saat ini, makanan Soto Ayam dapat dinikmati oleh siapapun di negara Indonesia serta dengan evolusinya Caudo atau Jao To ke Soto, terdapat banyak sekali jenis Soto. Oleh karena itu, terdapat banyak sekali ciri khas makanan tersebut.

Variasi Soto Ayam Khas Nusantara

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa terdapat banyak variasi Soto Ayam di Indonesia. Kira-kira ada apa aja ya?

1. Soto Kudus

cONTO
Penampilan Soto Kudus. (Pict by @.pusat.sotokudusblokm on Instagram).

Soto Kudus dikenalkan oleh Sunan Kudus yang datang untuk mengajarkan agama Islam ke dalam Nusantara. Awalnya, Soto ini menggunakan daging sapi tetapi untuk menghormati umat yang beragama Hindu, akhirnya diganti dengan menggunakan daging kerbau. Meskipun saat ini sudah mulai banyak yang jual dengan daging sapi maupun ayam, tetapi khusus daerah Kudus masih menggunakan daging kerbau agar ciri khasnya nggak hilang.

Makanan ini dikenal dengan menggunakan berbagai macam daging yaitu daging kerbau, sapi, dan ayam sehingga menjadi ciri khas dari Soto Kudus, Jawa Tengah. Soto ini juga mulai memiliki banyak topping seperti sate jeroan, sate usus, tahu tempe bacem, sate telur puyuh, dan paru goreng yang diiris tipis.

2. Soto Banjar

Penampilan Soto Banjar. (Pict by Wikimedia).

Soto Banjar diperkirakan muncul pada abad ke-15, ketika banyak pedagang asal Tiongkok berdatangan ke Banjarmasin. Pada akhir abad ke-16, Banjarmasin dikenal sebagai daerah kerajaan penghasil lada dan makanan khas tersebut mulai masuk ke Banjarmasin pada masa itu. Awalnya Soto khas Banjar ini khusus untuk acara-acara khusus seperti pernikahan dan khitanan, namun saat ini udah mulai menjadi makanan yang mudah dicari.

Makanan ini dikenal dengan kuah beningnya akibat nggak menggunakan kunyit. Ciri khas dari Soto Banjar, Kalimantan Selatan terdapat perkedel, sate ayam, dan telur asin sebagai tambahan lauk.

3. Soto Ayam Lamongan

Contoh penampilan Soto Ayam Lamongan.
Penampilan Soto Ayam Lamongan. (Pict by Shutterstock).

Soto Ayam Lamongan dikenal pada tahun 1980 hingga 1990-an. Berawal dari para penduduk yang bekerja dengan berbagai macam pekerjaan hingga mereka berjualan Soto dan menurut mereka, dapat untung yang banyak karena bisa buat rumah. Oleh karena itu, mulai banyak penduduk Lamongan yang ikut berjualan juga.

Makanan ini dikenal dengan kuah kuningnya yang gurih. Ciri khas dari Soto Ayam Lamongan, Jawa Timur adalah penggunaan koya yaitu bubuk campuran kerupuk udang dan bawang putih goreng sebagai taburan diatasnya.

4. Soto Ambengan

Contoh penampilan Soto Ambengan.
Penampilan Soto Ambengan. (Pict by Wikimedia).

Soto Ambengan dikenal dengan usaha dagang soto keliling milik Pak Hasni Sadi pada awal tahun 1960-an. Tak lama setelah itu, beliau mendirikan rumah makan khusus di Jalan Ambengan, Surabaya pada 1970-an. Itulah kenapa terdapat nama ‘Ambengan’ di Soto tersebut dan hingga saat ini, masih dikenal sebagai makanan khas legendaris di Indonesia.

Makanan ini dikenal dengan kuah kuning yang pekat. Ciri khas dari Soto Ambengan, Jawa Timur terdapat isian daging ayam, telur rebus, bihun, kubis, kulit ayam, dan bumbu koya.

5. Soto Madura

Contoh penampilan Soto Madura.
Penampilan Soto Madura. (Pict by Wikimedia).

Soto Madura diketahui berkembang di Surabaya pada tahun 1970-an. Diketahui bahwa terdapat warung Soto yaitu Soto Sulung, warung tersebut menjual Soto. Yang mendirikan warung Soto Sulung bernama Haji Sulung yang merupakan seorang perantau dari Madura yang membuka warungnya di Surabaya. Kemudian, Soto ini menyebar ke seluruh daerah di Jawa Timur sehingga mulai dikenal dengan Soto khas Madura.

Makanan ini dikenal dengan isian soun, irisan ayam, irisan telur, tauge goreng, dan remukan keripik. Ciri khas dari Soto Madura, Jawa Timur disajikan dengan kuah bening. Nggak hanya itu, tetapi per tiap daerah di Madura mempunyai variasi lain sehingga nggak semua Soto persis seperti ini.

Soto Ayam bukan sekadar makanan khas yang berkuah gurih, tetapi juga udah dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Perpaduan rempah-rempah yang khas menciptakan keunikan Soto yang berbeda di setiap daerah sehingga hal ini menunjukkan bahwa makanan ini nggak hanya menjadi makanan favorit bagi banyak orang, tetapi juga warisan kuliner yang mencerminkan keberagaman budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, mari kita melestarikan makanan khas Nusantara ini agar tidak terlupakan oleh kita dan masyarakat lainnya.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 5