Penulis: Ayu Anjani – Universitas Pendidikan Indonesia
Tinggal langkah kakimu kini hilang di ujung waktu,
Menyisakan ruang yang tak lagi bernyawa,
Aku memanggil namamu dalam rindu yang beku,
Namun hanya hening yang menjawab tanpa suara.
Di sudut rumah, bayangmu masih terasa,
Seperti hangat yang enggan benar-benar pergi,
Jejakmu tertinggal di lantai rumah, di hati yang terluka,
Dan aku masih di sini, merapuh tanpa henti.
Kau datang tanpa janji, memberi tanpa ada syarat,
Menjadi teman di hari paling sunyi dengan rasa lelah,
Tatapan matamu dulu begitu terasa hangat,
Seakan dunia tak pernah benar-benar salah.
Kini kamar itu diam tak tersentuh,
Tak ada lagi suara langkah yang berlari,
Aku duduk sendiri, menahan rindu yang semakin runtuh,
Mengingatmu perlahan sambil menepi dari dini hari.

Aku bertanya pada langit yang tak pernah menjawab,
Mengapa hal ini meninggalkan luka yang sangat besar,
Mengapa waktu datang cepat tanpa sempat terjawab,
Yang bahkan belum siap untuk benar-benar pudar.
Jika ada tempat di balik dunia yang luas,
Aku harap kau berjalan bebas tanpa sakit,
Tanpa dingin, tanpa takut, tanpa batas,
Hanya harus damai ketika ingin memelukmu dengan lembut di langit.
Tinggal aku disini, memeluk kehilangan secara perlahan,
Meski hati seperti kaca retak yang tak bisa utuh kembali,
Kau bukan sekadar kenangan yang tertinggal di dalam ingatan,
Kau adalah rumah bagiku… yang kini tak akan lagi bisa kuhampiri.
Bahwa kehilangan orang yang dicintai memang menyakitkan, tapi rasa sedih itu bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau dilawan. Justru dengan berani merasakan dan menerima duka, kita bisa perlahan pulih tanpa kehilangan makna dari kenangan yang ditinggalkan. Puisi ini mengingatkan bahwa cinta tidak benar-benar hilang saat seseorang pergi, ia berubah bentuk menjadi ingatan yang hidup di dalam diri kita, dan dari situlah kita belajar untuk tetap melanjutkan hidup, meski tidak lagi sama.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.