Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, tentu disini kalian mempunyai mimpi. Mimpi yang ingin sekali kalian raih dan ingin tercapai juga, bukan? Sampai dimana kalian memutuskan untuk kejar terus mimpi kalian itu, namun kalian sampai gak istirahat karena takut akan gagal. Nah, hal tersebutlah yang dinamakan sebagai overachiever. Lalu, gimana caranya agar gak terlalu berlebihan dalam meraih mimpi kita? Yuk baca lebih lanjut.

Masing-masing dari kita pasti punya ambisi tertentu untuk meraih mimpi atau cita-cita, saking ambisnya terkadang kita sampai lupa untuk istirahat. Inilah yang disebut dengan overachiever atau yang berarti seseorang mempunyai keinginan yang sangat tinggi untuk mencapai suatu tujuan tetapi dengan berlebihan. Disini berlebihannya lebih berdampak ke kesehatan mental kita yaitu dengan stress, burnout, dan lain-lain.
Untuk orang lain, pasti setelah menyelesaikan sesuatu dapat memberi suatu reward ke diri sendiri akibat udah melakukan yang terbaik. Tapi nggak dengan mereka yang mempunyai masalah ini. Mereka akan terus berfokus pada tujuan tersebut saking maunya dan tanpa istirahat. Sangat menyiksa, bukan? Namun overachiever bukan apa-apa untuk mereka karena bagi mereka itu yang dinamakan kerja keras.
Sebenarnya tak apa kalau kita merupakan seseorang yang mempunyai keinginan yang tinggi. Namun bukan berarti kita sampai lupa juga dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri karena penting juga untuk refresh kembali otak kita. Setidaknya bisa ‘membuang’ sebagian dari ‘sampah’ yang kita kumpulkan pada hari itu.
Hal ini disebabkan dari kita yang terlalu bekerja keras. Lebih jelasnya seperti kita yang masih sekolah ataupun kalian, sebagian dari kalian pasti ada yang selalu tekun dalam belajar. Kalian terus melanjutkan aktivitas itu selama bertahun-tahun dan semakin kita besar, semakin susah juga pelajarannya. Awal-awal, mungkin kalian masih bisa keep up untuk menjaga nilai kalian stabil tapi bisa aja nanti kalian nemu downfallnya.
Downfall yang dimaksud berupa kita yang gak memenuhi ekspektasi kita sendiri maupun orang lain. Pasti beberapa dari kalian pasti ada yang dimarahi orang tua kalian karena nilai menurun atau bisa ditingkatkan lagi nilainya. Mungkin juga berasal dari diri sendiri yang telanjur kecewa karena seharusnya bisa lebih baik.
Nah, disaat seperti itulah awal mula penyebabnya. Semakin kita menerima tekanan dari sekitar, semakin gampang juga untuk munculnya stress, burnout, dan lainnya.

Kalian bisa coba untuk dua hal di bawah ini, walaupun gak sepenuhnya akan langsung sembuh tapi pelan-pelan memudar kok. Asalkan rutin lakuinnya agar gak kembali seperti semula. Berikut merupakan caranya:
Pasti kalian udah duga tentang ini, meminta seseorang yang profesional sangat direkomendasikan untuk kalian yang mungkin udah sampai over banget sama masalah ini. Dengan ini, mereka dapat membantu kalian mulai dari mengenal kalian lebih dalam dan tahu permasalahannya. Nantinya akan dibantu penuh; mencari sumber permasalahan, memahami emosi kalian, dapat membangun kepercayaan diri lagi, dan lain-lain.
Jika masih ingin berusaha sendiri dalam melakukan terapi, bisa dilakukan secara pelan-pelan. Curahkan isi hati kalian ke dalam jurnal setiap harinya dan jangan lupa untuk dibaca agar menjadi bahan evaluasi kedepannya. Lalu, bisa dengan treat diri kita baik-baik. Yang dimaksud adalah mengetahui batas atau limit kita pada saat berkegiatan. Kalau capek, bisa istirahat dulu tapi kalau nggak, ngerjainnya gak perlu terburu-buru.
Dapat dicoba juga untuk menepis semua perkataan yang jahat dari mereka, terima yang baik-baiknya aja seperti pujian. Kalau memang ada yang mengatakan hal buruk, nggak perlu untuk dimasukkan ke dalam hati. Jikalau ada masalah lainnya, bisa juga kok untuk terbuka ke orang terdekat kalian biar gak semua masalah numpuk di kalian semua.
Terakhir, bisa kalian atur lagi mimpi kalian dengan mengutamakan mimpi pertama yang ingin di raih. Kalau udah dapat satu tujuan, terus berfokus pada tujuan itu sampai selesai. Semisal dibagi juga bisa, asalkan balik lagi yaitu dengan nggak membuat diri sendiri kecapekan.

Menjadi overachiever memang sering dipandang sebagai sesuatu yang positif karena demi meraih prestasi dan hal tersebut sangat diperlukan untuk bekerja keras. Namun, dibalik itu, ternyata ada tekanan yang dapat berdampak pada kesehatan mental kita. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk membataskan diri ketika sedang ambis dan memberi ruang untuk kita bisa istirahat. Bukannya nggak mendukung agar bisa sukses tetapi kesehatan mental kita juga wajib dijaga dengan baik.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.