Majalah Sunday

Kenali Bahaya Douching Terhadap Kesehatan Vagina

Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University

Seringkali perempuan dapat merasa tidak nyaman di area vagina terutama jika terasa gatal atau mengeluarkan bau kurang sedap. Dan banyak yang menganggap vagina harus dibasuh menggunakan sabun atau istilahnya douching supaya bersih dari gatal dan bau.

Namun hati-hati ya Sunners, melakukan douching terutama dalam jangka waktu panjang malah bisa memberi dampak negatif terhadap kesehatan vagina serta kesehatan sistem reproduksi lho! Yuk kita bahas bahayanya douching pada kesehatan dan alternatif membersihkan vagina yang benar.

Douching atau membasuh vagina dengan sabun bisa berbahaya untuk kesehatan vagina.

Apa Itu Vaginal Douching dan Kenapa Berbahaya?

Douching adalah kegiatan membersihkan area vagina dengan cairan seperti sabun, cuka, antiseptik, atau produk khusus yang disemprotkan ke dalam vagina lalu dibiarkan keluar dan dianggap dapat membersihkan vagina.

Meski douching dianggap dapat membersihkan bau kurang sedap atau mengurangi rasa gatal pada vagina, tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan manfaatnya. Sebaliknya, banyak dokter yang tidak menyarankan untuk membasuh vagina dengan sabun atau cairan antiseptik apapun. Alasan utamanya adalah vagina secara alami merupakan organ tubuh yang bersifat asam, sehingga dapat membersihkan diri secara natural dan mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Menggunakan cairan pembersih atau sabun untuk membersihkan vagina terutama dalam jangka waktu panjang malah akan memicu iritasi dan infeksi karena ketidakseimbangan bakteri pada organ intim. Berikut beberapa dampak negatif yang dapat disebabkan oleh douching:

1. Meningkatkan Risiko Infeksi

Douching dapat menghilangkan bakteri baik yang berfungsi untuk mempertahankan kesehatan vagina dan meningkatkan pertumbuhan bakteri jahat. Akibatnya, vagina mudah terkena vaginotis bakterialis (ketidakseimbangan bakteri di vagina) dan vaginitis (infeksi atau radang pada vagina) yang tidak hanya menganggu, tapi berdampak negatif pada kesehatan reproduksi.

2. Penyakit Radang Panggul

Bakteri jahat akibat douching dapat naik ke organ reproduksi bagian atas seperti rahim, ovarium, atau tuba falopi. Bakteri jahat ini dapat menyebabkan penyakit radang panggul yang ditandai dengan sakit perut hebat, keputihan, dan rasa terbakar saat buang air kecil. Jika tidak langsung ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan mandul.

3. Risiko Servisitis dan Kanker Serviks

Servisitis adalah radang pada area serviks yang ditandai dengan nyeri, gatal, dan keputihan menyengat selama beberapa hari. Kebiasaan douching juga dapat meningkatkan risiko kanker serviks yang ditandai dengan pendarahan vagina setelah berhubungan intim dan keputihan encer.

Bagaimana Cara Membasuh Vagina Secara Aman?

Jika ingin membasuh vagina, cukup gunakan air hangat pada vulva atau bagian luar vagina. Lakukan setiap hari, setelah buang air, atau setelah berhubungan intim dengan mengusap dari depan ke belakang tanpa perlu menggunakan sabun.

Jangan lupa keringkan dengan benar dan perlahan, selalu gunakan pakaian dalam di area vagina yang kering untuk menghindari pertumbuhan jamur. Pilih pakaian dalam berbahan katun yang tidak terlalu ketat, dan ganti pembalut minimal 3 kali sehari saat menstruasi atau saat mulai terasa lembap.

Douching atau membasuh vagina dengan sabun bisa berbahaya untuk kesehatan vagina.
Meski dianggap sebagai cara agar vagina bersih, douching atau membasuh vagina dengan sabun bisa berbahaya untuk kesehatan reproduksi.

Nah, itu dia penjelasan mengenai douching dan dampaknya terhadap kesehatan vagina. Jika masih punya masalah pada vagina atau pertanyaan mengenai kesehatan reproduksi, diskusikan lebih lanjut kepada dokter ya!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1