Skip to main content

Majalah Sunday

Jangan Takut Bermain Dengan Kata: Belajar Kreatif Lewat Menulis Lirik Lagu

Penulis: Lois Costantine Daneswara – Universitas Kristen Indonesia 

Sunners! coba deh, pilih satu kata yang paling menggambarkan perasaanmu hari ini. 

Bingung? Senang? Capek? Bosan? Atau mungkin “biasa aja”? Satu kata yang kelihatannya sederhana ternyata bisa membawa kita ke banyak cerita. Dari satu kata, kita bisa mengingat sebuah kejadian, membayangkan suasana, bahkan menemukan perasaan yang sebelumnya sulit untuk dijelaskan.

Tanpa sadar, kemampuan bermain dengan kata sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan remaja sehari-hari. Journal of Literacy Research meneliti 81 remaja kelas 7–12 dan menemukan bahwa remaja menggunakan bentuk bahasa tertulis dalam berbagai ruang digital, termasuk social network posts seperti membuat caption di media sosial, bertukar pesan dengan teman, menulis jurnal, hingga menuangkan ide dan perasaan melalui puisi atau lirik lagu. Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa menulis bukan hanya sesuatu yang dilakukan di dalam kelas, tetapi juga menjadi bagian dari cara remaja berkomunikasi dan mengekspresikan diri

Namun, pernah nggak sih kamu merasa ingin menulis sesuatu, tetapi malah bingung harus memulainya dari mana? Atau baru menulis satu kalimat, lalu langsung berpikir, “Duh, kok nggak sebagus tulisan orang lain, ya?”

Apalagi sekarang kita hidup di tengah perkembangan teknologi dan AI yang semakin mudah digunakan. Hanya dengan mengetik beberapa instruksi, kita bisa mendapatkan puisi, cerita, bahkan lirik lagu dalam hitungan detik. Praktis, memang. Tapi kalau selalu mengandalkan teknologi untuk menemukan kata-kata, kapan kita belajar menemukan dan mengolah kata-kata kita sendiri?

Padahal, kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu yang bagus. Kreativitas juga tentang bagaimana kita mengubah pengalaman sederhana menjadi sesuatu yang bermakna.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan bermain dengan kata melalui menulis lirik lagu.

Menulis Lirik Bisa Dimulai dari Hal Sederhana

Menulis lirik lagu nggak harus selalu dimulai dari pengalaman yang dramatis. Kamu nggak perlu menunggu patah hati, jatuh cinta, atau mengalami kejadian luar biasa untuk bisa menulis.

Justru, coba mulai dari hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, perjalanan pulang sekolah ketika hujan, percakapan singkat dengan sahabat atau bahkan rasa lelah setelah menjalani hari yang panjang.

Coba berhenti sebentar dan tanyakan kepada diri sendiri:

“Apa yang sebenarnya aku rasakan dari kejadian itu?”

Misalnya, kamu sedang duduk sendirian di dalam kendaraan setelah pulang sekolah. Kamu merasa lelah, tetapi juga sedikit lega karena hari yang panjang akhirnya selesai.

Kamu bisa menuliskan apa adanya:

Hari ini aku capek sekali, rasanya ingin segera berbaring diatas kasur.

Tidak perlu langsung terdengar seperti lirik lagu. Tidak perlu memikirkan rima atau kata-kata indah. Yang penting, tuliskan dulu apa yang ada di kepalamu.

Dari tulisan sederhana itu, kamu bisa mulai mengembangkan ide.

Hari terasa berat 

Melangkah maju pun tak kuat

Ingin rebah dan menetap 

Agar malam memeluk ku erat

Satu pengalaman kecil bisa berkembang menjadi sebuah cerita ketika kita mau mengolahnya.

Jangan Takut Bermain Dengan Kata: Belajar Kreatif Lewat Menulis Lirik Lagu
Source: Pinterest

Jangan Langsung Mencari Kata yang Sempurna

Salah satu hal yang sering membuat kita berhenti menulis adalah keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang langsung sempurna. Baru menulis satu kalimat, sudah merasa kurang bagus. Baru menemukan satu ide, langsung menghapusnya karena terdengar “biasa saja”.

Padahal, kamu nggak harus langsung menemukan kata yang paling keren atau paling puitis. Coba tuliskan dulu apa pun yang muncul di kepalamu. Jangan terlalu sibuk memikirkan apakah kalimatnya sudah bagus atau belum.

Misalnya, kamu sedang merasa lelah setelah menjalani hari yang panjang. Tuliskan saja:

Hari ini aku capek sekali,

rasanya ingin segera berbaring di atas kasur.

Sederhana? Memang. Tapi itu justru bisa menjadi titik awal.

Setelah semua ide tertulis, kamu bisa kembali membacanya. Dari sana, kamu dapat memilih kata yang lebih tepat, mengubah susunan kalimat, atau menambahkan detail agar tulisanmu terasa lebih hidup.

Cara ini sejalan dengan penelitian tentang proses kognitif dalam menulis yang dikembangkan oleh John R. Hayes dan Linda Flower. Mereka menjelaskan bahwa menulis melibatkan beberapa proses yang saling berkaitan, termasuk merencanakan dan menghasilkan ide, menuangkannya ke dalam tulisan, serta meninjau dan merevisi tulisan tersebut. Dengan kata lain, tulisan yang baik tidak selalu muncul dalam sekali jadi, tetapi berkembang melalui proses berpikir dan revisi.

Jadi, jangan takut kalau tulisan pertamamu masih terasa biasa. Tulisan pertama bukan hasil akhir. Ia adalah bahan mentah yang bisa kamu kembangkan.

AI memang bisa menjadi alat bantu dalam proses kreatif. Namun, jangan sampai kita melewatkan proses paling penting: mencoba, gagal, mengubah, dan menemukan gaya kita sendiri.

Karena terkadang, kata yang sederhana justru terasa paling jujur ketika berasal dari pengalaman kita sendiri.

Source: Pinterest

Satu Kata Bisa Menjadi Banyak Cerita

 Sekarang, coba pilih satu kata.

Misalnya: “pulang.”

Apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Pulang mungkin berarti kembali ke rumah setelah seharian beraktivitas. Tetapi, apakah pulang selalu berarti sebuah tempat?

Pulang bisa berarti kembali kepada seseorang, mungkin juga menemukan rasa aman, atau berarti kembali menjadi diri sendiri.

Dari satu kata saja, ternyata kita bisa menemukan begitu banyak makna.

Cobalah lakukan hal yang sama dengan kata lain seperti “hujan”, “jendela”, “pagi”, “sepi”, “teman”, atau “perjalanan”.

Kemudian tanyakan:

“Apa arti kata ini buatku?”

Tidak ada jawaban yang salah. Setiap orang bisa memiliki cerita yang berbeda untuk kata yang sama.

Di sinilah proses bermain dengan kata menjadi menarik. Kita bukan sekadar mencari sinonim atau kata-kata yang terdengar puitis. Kita sedang menghubungkan sebuah kata dengan pengalaman, ingatan, perasaan, dan imajinasi kita sendiri.

Source: Pinterest

Satu Kata Bisa Menjadi Banyak Cerita

Setelah menemukan satu kata dan maknanya, coba tuangkan ke dalam beberapa baris tulisan.

Misalnya, kamu memilih kata “pulang” dan mengartikannya sebagai rasa aman.

Kamu bisa mulai dengan:

Aku ingin pulang,

bukan ke tempat,

tapi kepada seseorang

yang membuatku merasa tenang.

Sederhana, bukan? Kemudian, coba visualisasikan tulisanmu.

Kalau kamu menulis tentang “pulang”, apa yang kamu lihat? Sebuah rumah? Jalanan? Lampu kota? Pintu yang terbuka?

Apa yang kamu dengar? Suara hujan? Kendaraan? Suara seseorang memanggil namamu?

Apa yang kamu rasakan? Hangat? Tenang? Sedih? Rindu?

Semakin detail kamu mengamati pengalaman dan perasaanmu, semakin banyak bahan yang bisa kamu gunakan untuk bermain dengan kata.

Dari sinilah sebuah lirik bisa berkembang. Bukan karena kamu memaksakan kata-kata yang terdengar indah, tetapi karena kamu punya cerita yang ingin disampaikan.

Source: Pinterest

Jadi, Jangan Takut Bermain dengan Kata Pada akhirnya, belajar menulis lirik bukan sekadar belajar membuat lagu. Lebih dari itu, kita sedang belajar menuangkan sebuah rasa atau pemikiran ke dalam sebuah karya.Karena kreativitas tidak selalu dimulai dari kata yang sempurna. Kreativitas justru bisa dimulai dari satu kata yang jujur.

Sekarang, giliran kamu, Sunners! Pilih satu kata yang paling menggambarkan suasana hatimu hari ini. Jangan pilih kata yang sulit. Jangan pikirkan apakah kata itu terdengar puitis atau keren. Pilih satu kata yang benar-benar kamu rasakan. Kemudian, kembangkan kata tersebut menjadi 3–5 baris lirik yang menggambarkan suasana hatimu. Siapa tahu, dari satu kata sederhana itu, kamu menemukan sebuah cerita.Dan siapa tahu juga terlahir sebuah lagu.

*****

Produk Rekomendasi Sunday

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengapa Menunda Belajar Sering Terjadi, Padahal Kita Sudah Paham Materinya

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 2