Majalah Sunday

Depresi dan Screen Time, Apa Ya Kaitannya?

Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University

Sering pakai smartphone, tablet, dan laptop udah kayak ‘makanan’ sehari-hari ya? Mulai dari ngerjain tugas, chatting sama teman dan keluarga sampai main game pas lagi bosan. Tapi efeknya screen time atau waktu kita menatap layar jadi sangat tinggi, dan bisa jadi salah satu pemicu depresi! Lho, kok bisa? Ayo simak lebih lanjut melalui artikel ini!

Dampak Kebanyakan Screen Time

Gadget dan internet memang dibuat untuk mempermudah pekerjaan sampai berkomunikasi dengan orang lain. Bahkan pengguna internet di Indonesia termasuk tinggi dengan rata-rata 7 jam screen time! Meski begitu, screen time yang terlalu banyak bisa memengaruhi kesehatan mental bahkan fisik kita, lho.

Gadget yang kita gunakan punya paparan cahaya biru yang bisa menurunkan kesehatan mata jika dilihat terus menerus serta menurunkan kadar melatonin membantu kita tidur di malam hari sehingga pola tidur jadi berantakan. Pola tidur yang berantakan nantinya akan membuat badan kita lebih cepat capek.

Selain itu, paparan informasi yang terlalu banyak dan beragam dapat membuat otak kita merasa overwhelmed karena harus mencerna banyak informasi dalam waktu singkat. Akibatnya, kita cenderung mudah cemas dan depresi, terutama jika terpapar dengan konten yang bikin sedih atau membandingkan diri sendiri dengan image yang dibangun orang lain di media sosial.

Kalau kalian merasa udah harus mengatur screen time dan mau menghindari kecanduan gadget, yuk coba ikut beberapa tips di bawah ini!

1. Hindari Menggunakan Gadget Sebelum Tidur dan Saat Bangun Tidur

Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengurangi kadar melatonin yang membantu kita tidur nyenyak. Dan kalau langsung buka HP saat pertama kali bangun bisa meningkatkan stres bahkan sebelum mengerjakan rutinitas!

2. Tetapkan Batasan Waktu

Tetapkan batasan mau menggunakan gadget untuk apa dan berapa lama. Misalnya, pakai laptop untuk nyicil tugas hanya selama 30 menit. Lalu istirahat sejenak sebelum lanjut nugas atau kegiatan lain yang menggunakan gadget agar screen time lebih teratur.

3. Buat Aturan Bebas Layar

Misalnya kalau lagi makan, mau lagi sendirian atau bareng keluarga, coba gunakan waktunya dengan ngobrol atau makan yang tenang daripada main HP. Atau kalau mau ke kamar mandi, hindari bawa HP yang bisa bikin screen time bertambah dan kelamaan di kamar mandi.

4. Atur Notifikasi Aplikasi

Matikan notifikasi untuk aplikasi-aplikasi yang nggak terlalu penting atau sering bikin kecanduan. Sebagai gantinya coba letakkan aplikasi yang bisa menunjang produktivitas di layar utama.

5. Lakukan Hobi Atau Kegiatan Tanpa Layar

Luangkan untuk beraktivitas tanpa screen time seperti olahraga, membuat kerajinan tangan, membaca, atau bermain dengan teman atau keluarga. Kegiatan-kegiatan seperti ini juga bisa mengeluarkan hormon dopamin yang lebih bertahap sehingga membuat mood lebih baik dibandingkan dengan dopamin instan dari screen time berlebihan. 

Screen time terlalu banyak ternyata bisa menjadi salah satu pemicu depresi pada remaja.
Screen time berlebihan dapat membuat otak kita mencerna informasi terlalu banyak dan dapat menjadi pemicu depresi.

Nah, jadi sudah lebih paham kan kenapa screen time yang berlebihan juga nggak bagus buat kita? Kalau kamu merasa lagi agak lelah, mungkin terlalu banyak screen time bisa jadi salah satu pemicu.

Coba mulai atur waktu penggunaan gadget pelan-pelan aja dulu, dan lihat bagaimana mengurangi waktu screen time bisa memengaruhi kesehatan mental dan produktivitasmu. Selamat mencoba, Sunners!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 0