Skip to main content

Majalah Sunday

Sebuah Cerpen – To Dig One’s Grave 

Sebuah Cerpen – Dig One’s Grave  Penulis: Shafa Nurul Azmi P – UPI Meja rias Chika terlihat sangat penuh, semua makeup tools yang ia kumpulkan sejak tahun lalu berjajar sampai memenuhi setiap celahnya. Ia mulai mengusapkan brush bedaknya yang bisa menyapu setengah dari wajahnya.  Tiiing… Suara notifikasi muncul di layar ponsel, ternyata salah seorang penonton siaran… Continue reading Sebuah Cerpen – To Dig One’s Grave 

Cerita Pendek – Train Station

Cerita Pendek – Train Station Penulis: Shafa Nurul Azmi P – UPI Aku selalu menikmati waktu pulangku di setiap perjalanan menuju pemberhentian terakhir. Aku selalu mendapat tempat duduk di bagian yang paling ku suka, sesampainya di stasiun kereta, Pemandangan selalu sejuk. Suasana terasa sepi namun membuat lagu yang diputar selalu membekas dalam benakku. Akhir-akhir ini… Continue reading Cerita Pendek – Train Station

Sebuah Cerpen – Penyesalan yang Terlambat

Sebuah Cerpen – Penyesalan yang Terlambat Penulis: Helen Luo Ada kala seseorang harus diam walaupun ia tahu kebenarannya. Benar bukan? Seorang bapak tua sedang duduk di teras rumahnya, sebelah rumahku. Semenjak awal berkenalan dengannya, menyapanya, semua terasa begitu aneh. “Tetangga itu aneh mi,” ucapku kepada mama saat aku disuruh mengantar parsel kerumahnya. Namun karena ibuku… Continue reading Sebuah Cerpen – Penyesalan yang Terlambat

Sebuah Cerpen – Vampir, Mitos atau Fakta?

Sebuah Cerpen – Vampir, Mitos atau Fakta? Penulis: Felicia – SMAK PENABUR Summarecon Bekasi Seseorang berpakaian serba hitam, baru saja memasuki sebuah rumah di daerah pemukiman warga setempat. Hari sudah malam, namun pemuda itu dengan lugas berjalan tanpa mengenal rasa takut. Pemuda itu membawa sekantong plastik hitam berukuran sedang di sampingnya. Setelah memasuki rumah, pemuda… Continue reading Sebuah Cerpen – Vampir, Mitos atau Fakta?

Sebuah Cerpen – Sore di Sekolah

Sebuah Cerpen – Sore di Sekolah Penulis: Nadine Andini – SMAN 21 JAKARTA Sudah sangat sore. Sudah tidak ada siapapun di sekolah. Kenapa aku masih bisa ada di sini? Ah iya, aku masih mengerjakan tugas yang seharusnya dikumpulkan tadi siang. Guru-guru sudah pulang. Aku meninggalkan tugasku di atas meja guruku itu. Ketika aku akan turun… Continue reading Sebuah Cerpen – Sore di Sekolah

Sebuah Puisi – Masih Digoda, Indomie

Sebuah Puisi – Hi Penggoda, Indomie Penulis: Aurellya Shraurel Kukira ancaman lapar di malam hari sudah selesai setelah puisi sebelumnya, ternyata aku masih digoda oleh Indomie Selamat,Kamu adalah kecanduankuKamu adalah MSG malam harikuMungkin aku sudah gilaKarena sudah ter obsesi olehmu Semangkuk indomie kariYang selalu menemanikuKamu memang cara terbaikUntuk menutup hari ini Kata orang kalo makanHarus 4… Continue reading Sebuah Puisi – Masih Digoda, Indomie

Sebuah Cerpen – Sambutan Pulang dari Rumah Kosongku

Sebuah Cerpen – Sambutan Pulang dari Rumah Kosongku Penulis: Samuel Nathanael – SMAK Tiara Kasih Malam itu, hawa dingin serasa menembus sampai tulang. Jalan depan rumahku memang gelap, sepi hampir tiada kendaraan yang lewat. Sepertinya tetanggaku lagi tidak di rumah pikirku, rumah mereka tampak gelap bagai tak dihuni berminggu-minggu.  “Apakah terjadi sesuatu pada mereka? Mungkin… Continue reading Sebuah Cerpen – Sambutan Pulang dari Rumah Kosongku

Sebuah Cerpen – Copycat

Sebuah Cerpen – Copycat Penulis: Shafa Nurul Azmi P- UPI Sean adalah wanita berusia 24 tahun yang sedang mengikuti magang di salah satu Startup di Jakarta. Sean memang anak yang idealis dan mandiri, tak heran kalau dia menjadi orang yang paling diandalkan keluarganya terutama soal urusan keluarga, ya, Sean juga termasuk generasi sandwich dan hal… Continue reading Sebuah Cerpen – Copycat

Sebuah Puisi – Hi Penggoda, Indomie

Sebuah Puisi – Hi Penggoda, Indomie Penulis: Aurellya Shraurel Hi Penggoda, ia bukan manusia yang mengusik relasiku dengan pasangan, tetapi menarik hatiku untuk melupakan diet dan jam makan yang seharusnya! Jujur,Aku tidak mudah tergoda oleh lelakiKarena aku bukan cewek murahanAku hanya tergoda oleh semangkuk IndomieYang murahan tapi menawan Melihatmu di atas komporBersama telur yang dikocokYang dipikiranku… Continue reading Sebuah Puisi – Hi Penggoda, Indomie

Sebuah Puisi – Niraksara

Sebuah Puisi – Niraksaran Penulis: Renaldi Manurung nir·ak·sa·ra [a] 1 tidak (belum) memiliki aksara; 2 tidak (belum) mampu membaca dan menulis; buta huruf.enig•ma [n] teka-teki; tidak jelas (tentang ucapan); misterius: pernyataannya menimbulkan — bagi masyarakat. fa•ni [a] menjadi fana; bersifat fana. Aku bukan seorang niraksara—Tetapi, jika dirimu terus memaksaku membaca tulisan-tulisan kelabukuAku.   Tidak.       Peduli.  “Penyair sungguh makhluk yang penuh dengan enigma.”Lantas siapa peduli,… Continue reading Sebuah Puisi – Niraksara