Skip to main content

Majalah Sunday

A Short Story – A Ripple in the Glass

A Short Story – A Ripple in the Glass Penulis: Grace Prikasih – UKI “I slipped beneath the silver skin,A breath erased, a fading grin.I reach, unseen, through glass and fear—A name forgotten, trapped in here.” Gilded Walls, Restless Soul I didn’t plan on ending up at Hotel Spiegelvallei.Honestly, it was more of an escape… Continue reading A Short Story – A Ripple in the Glass

Sebuah Cerpen – Cinta sama Adek sendiri?

Sebuah Cerpen – Cinta sama Adek Sendiri? Penulis: Cindy Trianita – UKI                Aku Nathan, anak perantau dari sebuah kota kecil yang kini mencoba bertahan hidup di Ibu Kota Jakarta. Bagi orang sepertiku, Jakarta selalu terasa seperti kota yang terlalu besar, terlalu cepat, dan terlalu ramai untuk dikejar. Aku… Continue reading Sebuah Cerpen – Cinta sama Adek sendiri?

Sebuah Cerpen – Track Line

Squirrels crossed on power lines

Sebuah Cerpen – Track Line Penulis: Raditya Bhanu – Universitas Brawijaya Semua Pelari Bersiap Pada pagi hari yang cerah sebuah kompetisi balap lari akan berlangsung komentator membuka kompetisi “Selamat datang dalam Track Line para pemain, dan seluruh pendukung di kompetisi balap lari hari ini! Kita akan menyaksikan dua pelari terbaik menunjukkan kecepatan, ketangguhan, dan strategi… Continue reading Sebuah Cerpen – Track Line

A Short Story – Hot, Fiery, and Socially Anxious

A Short Story – Hot, Fiery, and Socially Anxious Penulis: Grace Prikasih – UKI “Demon, demon, hear my call. Please accompany this lonely soul… to a Ball? I need your help, so hear my plea. I’m begging you, Help me!!!” What a Coincidence We both Have… This is… a nightmare coming true. I just receive… Continue reading A Short Story – Hot, Fiery, and Socially Anxious

Sebuah Cerpen – Aku Benci Papaku, Tapi Aku Butuh (Uang) Dia

Sebuah Cerpen – Aku Benci Papaku, Tapi Aku Butuh (Uang) Dia Penulis: Afifah Fayza- UKI Keluarga yang Terlihat Sempurna Deni, mahasiswa pertama di salah satu Universitas di Surabaya. Deni tumbuh di keluarga yang dari luar kelihatan bahagia banget. Rumah besar, mobil di garasi, makan malam lengkap tiap minggu. Papanya pengusaha sukses di Surabaya, mamanya ibu… Continue reading Sebuah Cerpen – Aku Benci Papaku, Tapi Aku Butuh (Uang) Dia

Sebuah Akrostik – Karna Kamu

Sebuah Puisi Akrostik – Karna Kamu Penulis: Virissya Thalia Karya kiriman dari pembaca Majalah Sunday dalam rubrik puisi Akrostik, Karna Kamu, ditulis oleh Virissya Thalia Ketika aku jatuh, kamu hadir di hadapankuAku dibuat tersenyum dan tertawa oleh kamuRasanya tanpa kamu, aku merasa ada yang hilang Namun takdir Tuhan memang sebuah kotak penuh kejutanAku dan kamu… Continue reading Sebuah Akrostik – Karna Kamu

Sebuah Cerpen – Para Anjing Yang Mengeruk

Sebuah Cerpen – Para Anjing Yang Mengeruk Penulis: Raditya Bhanu – Universitas Brawijaya Excavator dan Bulldozer Pada siang hari yang terik, suara gemuruh mesin-mesin berat muncul terus-menerus dari tanah tandus berpasir Terlihat pada lahan yang gersang terdapat dua mesin berat yang sedang menatap penuh emosi. Excavator berkata: “Wahai Bulldozer, cukuplah tidak perlu susah payah untuk… Continue reading Sebuah Cerpen – Para Anjing Yang Mengeruk

Sebuah Cerpen – Cinema

Sebuah Cerpen – Cinema Penulis: Alan – SMK Negeri 48 Jakarta “Mana mungkinlah, itu mah urban legend aja. Mana ada setan nongol siang siang, Lan,” Jawabku mendengar jawaban Truth dari permainan Truth Or Dare. Ya, kami berempat sedang mengisi waktu pulang sekolah sambil bermain di kelas. Alan mendapat giliran, dia memilih Truth. Sedangkan, Ares mengajukan… Continue reading Sebuah Cerpen – Cinema

Sebuah Cerpen – Aku Hanya Kucing, Tapi Aku Tahu Ini Bukan Rumah yang Bahagia

Sebuah Cerpen – Aku Hanya Kucing, Tapi Aku Tahu Ini Bukan Rumah yang Bahagia Penulis: Cindy Trianita – UKI 🐾 Namaku Milo. Aku bukan kucing mahal. Aku lahir di belakang warung dekat gang, dan suatu sore seorang anak perempuan kecil menemukan aku di sana, kurus, kotor, tapi hidup. Dia menggendongku pulang sambil bilang, “Bu, boleh… Continue reading Sebuah Cerpen – Aku Hanya Kucing, Tapi Aku Tahu Ini Bukan Rumah yang Bahagia

Sebuah Puisi – Nasi Secercah

Sebuah Puisi – Nasi Secercah Penulis: Putri Arizki Kadang kita merasa ingin beli makanan ini dan itu, tetapi tidak habis dan dibuang. Puisi ini mengingatkan makna dari Nasi Secercah yang dapat menjadi harapan buat kehidupan beberapa orang. Hati mereka tersentak .. Melihat makanan yang diinjak..Kadang sempat tersenyum manis..Saat restoran seakan memanggil kala hujan gerimis .. Tapi… Continue reading Sebuah Puisi – Nasi Secercah