Skip to main content

Majalah Sunday

Sebuah Cerpen – Geng Sahur Kepepet

Sebuah Cerpen – Geng Sahur Kepepet Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia “KENZO, ARSHA, BANGUN! IMSAK TINGGAL 5 MENIT! Pake the power of kepepet sahur lo sekarang atau kita mati kelaparan di sekolah!” — Teriak Deryl. Strategi Tingkat Tinggi Anti Gagal! Layar ponsel Deryl berkedip tiada henti. Grup WhatsApp bernama “Geng Sahur Anti-Tepar”… Continue reading Sebuah Cerpen – Geng Sahur Kepepet

Sebuah Cerpen – Lentera Penuntun Perdamaian

Sebuah Cerpen – Lentera Penuntun Perdamaian Penulis: Aurelia Stefany Ramadan masa kecilku selalu penuh dengan keajaiban. Aku percaya bahwa bulan Ramadan akan selalu memberikan banyak kejutan ajaib setiap tahunnya. Tapi di antara semua kejutan yang kudapatkan, ada satu yang paling berkesan sepanjang hidupku, yaitu pertemuanku dengan perempuan yang kupanggil kak Leila. Aku masih ingat saat… Continue reading Sebuah Cerpen – Lentera Penuntun Perdamaian

Sebuah Cerpen – Ramadan di Antara Waktu

Sebuah Cerpen – Ramadan di Antara Waktu Penulis: Muhammad Rasyid Setyadi Dwi Putra Ramadan di masa kecilku adalah kisah yang tak akan terulang. Sebuah cerita yang terasa begitu jauh, seolah milik orang lain, bukan lagi bagian dari hidupku. Jika kupejamkan mata, aku masih bisa mengingatnya dengan jelas—betapa magrib selalu datang dengan aroma gorengan dari dapur… Continue reading Sebuah Cerpen – Ramadan di Antara Waktu

Sebuah Cerpen – Nastar Buatan Ibu

Nastar Buatan Ibu

Sebuah Cerpen – Nastar Buatan Ibu Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Aku masih ingat betul malam itu. Cahaya bulan baru saja mengintip dari balik tirai, tapi aroma mentega dan selai nanas sudah memenuhi dapur kami. Ibuku, dengan apron bergambar bunga kecil, menatapku penuh semangat. Hari ini, beliau akan membuat kue nastar. Nastar,… Continue reading Sebuah Cerpen – Nastar Buatan Ibu

Sebuah Cerpen – Toko Tukar Rasa

Sebuah Cerpen – Toko Tukar Rasa Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia “Harganya bukan uang, tapi kepingan bahagiamu. Karena untuk menjadi utuh, kamu tidak boleh membuang bagian yang paling rapuh.” — Toko Tukar Rasa Gagal SNBP… “Ya sudah, kalau memang belum lulus, mau dikata apa lagi. Kamu masih punya kesempatan di SNBT. Tolong,… Continue reading Sebuah Cerpen – Toko Tukar Rasa

Sebuah Cerpen – Regu Sahur Setengah Niat

Sebuah Cerpen – Regu Sahur Setengah Niat Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Jam dua kurang lima menit, komplek Griya Taman Seroja masih tenggelam dalam sunyi yang tebal. Lampu jalan berdiri setia, nyalanya redup kek orang yang juga belum rela bangun. Udara dini hari itu dingin banget, tipe dingin yang bikin selimut terasa… Continue reading Sebuah Cerpen – Regu Sahur Setengah Niat

Sebuah Cerpen – 23:59 Di Luar Rute

Sebuah Cerpen – 23:59 Di Luar Rute Penulis: Maharani Intan Phitaloka – Universitas Pendidikan Indonesia 23:59 Di Luar Rute Garis yang Terlihat Lurus Pagi itu tidak mencoba membuktikan apa pun. Aku terbangun sebelum alarm sempat berteriak, seolah tubuh ini sudah lupa bagaimana rasanya tidur nyenyak. Di depan cermin, wajahku tampak normal—tidak cukup buruk untuk membuat… Continue reading Sebuah Cerpen – 23:59 Di Luar Rute

Sebuah Cerpen – Test Dadakan

Test dadakan - Sebuah Cerpen

Sebuah Cerpen – Test Dadakan Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Jam menunjukkan pukul 09.17 pagi waktu tragedi test dadakan itu terjadi. Kelas XI IPS 2 lagi asik-asiknya ngerumpi sebelum pelajaran dimulai. Ada yang masih makan cilok sisa istirahat pertama, ada yang pura-pura baca buku padahal aslinya scroll chat gebetan di bawah meja,… Continue reading Sebuah Cerpen – Test Dadakan

Sebuah Cerpen – Siapa Suruh Begadang?

Sebuah Cerpen – Siapa Suruh Begadang? Penulis: Lubna Apdria Kuwaysa – SMKN 48 Jakarta Ali tidak pernah benar-benar mengakui bahwa kebiasaan Begadang adalah sumber dari hampir semua kekacauan kecil dalam hidupnya. Ia selalu punya alasan.  Tugas belum selesai. Lagi seru. Tanggung. Atau kalimat klasik yang paling sering ia gunakan, “Cuma sebentar.” Padahal, kata “sebentar” dalam… Continue reading Sebuah Cerpen – Siapa Suruh Begadang?

Sebuah Cerpen – Intrusive Thought

Sebuah Cerpen – Intrusive Thought Penulis: Shafa Nuru; Memilih hidup sendiri setelah perpisahan ayah dan ibu yang tidak mengharapkan Mindy menjadi pilihan yang sama sekali tidak membuatnya sedih. Setelah lulus dari manajemen perkantoran SMK, Mindy memilih untuk bekerja sebagai pegawai toko ritel. Satu masalah selesai, sekarang masalah lainnya ia perlu mencari tempat hidup, masalahnya saat… Continue reading Sebuah Cerpen – Intrusive Thought