Penulis: Ravinska Vigna Viori – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.


Di tengah persaingan ketat dunia kampus, tidak banyak mahasiswa yang mampu membuktikan bahwa kesibukan bukanlah alasan untuk berhenti berprestasi. Namun, kisah mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) yang lolos ke ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ini menjadi pengecualian. Menjalani peran ganda sebagai pelajar sekaligus pekerja, ia justru menunjukkan bahwa dedikasi dan disiplin dapat membawa seseorang melampaui batasnya. Perjuangannya bukan hanya tentang menembus kompetisi nasional, tetapi juga tentang membuktikan bahwa mimpi tetap bisa dicapai meski waktu terasa terbatas.

Di tengah persaingan ketat dunia kampus, tidak banyak mahasiswa yang mampu membuktikan bahwa kesibukan bukanlah alasan untuk berhenti berprestasi. Namun, kisah mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) yang lolos ke ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ini menjadi pengecualian. Menjalani peran ganda sebagai pelajar sekaligus pekerja, ia justru menunjukkan bahwa dedikasi dan disiplin dapat membawa seseorang melampaui batasnya. Perjuangannya bukan hanya tentang menembus kompetisi nasional, tetapi juga tentang membuktikan bahwa mimpi tetap bisa dicapai meski waktu terasa terbatas.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Salah satu mahasiswanya berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) melalui program PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora). Menariknya, mahasiswa ini tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga menjalani rutinitas sebagai mahasiswa sambil bekerja.
Di tengah jadwal kuliah yang padat dan tuntutan pekerjaan, ia tetap mampu menunjukkan dedikasi luar biasa dalam bidang penelitian. Bersama timnya, yang diketuai oleh Galang mahasiswa psikologi sebagai ketua tim, ia sukses membawa nama kampus ke tingkat nasional.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

PIMNAS merupakan kompetisi ilmiah terbesar dan paling prestisius bagi mahasiswa Indonesia. Ajang ini menjadi wadah untuk menampilkan karya, inovasi, dan penelitian terbaik dari seluruh perguruan tinggi di Tanah Air. Dalam persaingan yang ketat ini, mahasiswa Ubhara Jaya sukses membuktikan kualitasnya dengan melaju ke tingkat nasional.
Kisah ini semakin relevan dengan kondisi mahasiswa masa kini yang banyak harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Namun, dedikasi dan pengelolaan waktu yang baik membuat mahasiswa Ubhara Jaya mampu menembus batasan itu.
Tim PKM-RSH Ubhara Jaya, yang diketuai oleh Galang, berhasil menghadirkan penelitian sosial-humaniora yang dinilai layak bersaing di PIMNAS. Meskipun salah satu anggota tim menjalani rutinitas sebagai mahasiswa sambil bekerja, konsistensi dan komitmen tetap menjadi kunci berjalannya penelitian ini hingga lolos seleksi nasional.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ubhara Jaya tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga unggul dalam penelitian dan inovasi.
Dalam wawancara, mahasiswa tersebut mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, dan penyusunan PKM. Jadwal yang padat sering kali mengharuskan dirinya bekerja di malam hingga pagi hari, kuliah di sore hari, dan menyelesaikan revisi PKM pada malam hari.
“Manajemen waktu itu kuncinya. Kadang capek, tapi kalau sudah punya komitmen sama tim, ya harus dijalankan,” ujarnya.

Rasa lelah, deadline, serta tuntutan pekerjaan tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap produktif dan menjaga kualitas penelitian.
Ketika ditanya mengenai strategi yang digunakan, ia menyebutkan beberapa kebiasaan yang sangat membantunya tetap fokus dan produktif:
Menurutnya, pelajaran paling berharga dari pengalaman ini adalah bahwa konsistensi lebih penting daripada menunggu waktu luang.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini tidak dapat diraih tanpa kerja sama tim dan bimbingan dosen.
“Peran tim dan dosen pembimbing besar sekali. Mereka fleksibel dengan jadwal saya dan selalu mengingatkan bagian-bagian yang harus diperbaiki,” katanya.
Kolaborasi yang solid membuat penelitian dapat berkembang dengan baik hingga akhirnya lolos dalam seleksi PIMNAS.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ubhara Jaya. Lolosnya mahasiswa ke PIMNAS menunjukkan bahwa kampus memberikan ruang bagi mahasiswanya untuk berkembang di bidang penelitian dan kreativitas.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain yang mungkin tengah berjuang menjalani kuliah sambil bekerja bahwa peluang untuk berprestasi tetap terbuka bagi siapa pun yang memiliki tekad.

Kisah mahasiswa Ubhara Jaya yang lolos PIMNAS meski sambil bekerja menjadi bukti nyata bahwa kesibukan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan manajemen waktu yang efektif, komitmen yang kuat, dan dukungan lingkungan kampus, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk bersinar.
Ubhara Jaya berharap semakin banyak mahasiswa yang berani menantang diri untuk berkarya dan berkompetisi di tingkat nasional.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.