Skip to main content

Majalah Sunday

Orang Indonesia, Aksen Inggris Formal?
Ini Rahasia Teknik Mirroring Yang Harus Kamu Coba

Penulis: Lois Costantine Daneswara – Universitas Kristen Indonesia 

Sunners, kamu pernah nggak sih merasa, “Kok bahasa Inggrisku di pikiran lebih lancar dibanding waktu ngomong langsung?” Tenang, kamu nggak sendirian. Situasi seperti ini cukup umum terjadi ketika kita menggunakan bahasa kedua atau second language (L2). Menurut Rood dan de Jong (2023), L2 fluency berkaitan dengan proses kognitif yang terlibat ketika seseorang memproduksi bahasa saat berbicara menggunakan bahasa kedua. Dalam penelitian mereka, peserta melaporkan lebih banyak masalah dalam memproses isi pesan ketika berada dalam kondisi kecemasan yang tinggi.

Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti speaking anxiety, keterbatasan kosakata, dan self-monitoring. Misalnya, ketika sedang berbicara bahasa Inggris, kita justru sibuk berpikir, “Pronunciation-ku benar nggak, ya?”, “Grammar-ku tadi salah nggak?”, atau “Aku kedengeran aneh nggak?”. Bukannya fokus menyampaikan pesan, perhatian kita malah terbagi untuk terus mengecek kemampuan bahasa sendiri. Akhirnya, apa yang sebenarnya sudah kita tahu di kepala terasa lebih sulit untuk diucapkan secara langsung.

Salah satu hal yang sering membuat kita ragu ketika berbicara bahasa Inggris adalah pronunciation. Karena pengucapan yang jelas itu penting agar lawan bicara dapat memahami pesan yang ingin kita sampaikan.

Masalahnya, belajar pronunciation terkadang terasa seperti harus menghafalkan banyak aturan. Kita mungkin tahu bagaimana sebuah kata seharusnya diucapkan, tetapi belum tentu terbiasa mengucapkannya dalam percakapan yang sebenarnya. Karena itu, kita membutuhkan latihan yang tidak hanya membuat kita mendengar bahasa Inggris, tetapi juga langsung mengucapkannya. Salah satu teknik sederhana yang bisa dicoba adalah mirroring atau yang dalam penelitian bahasa lebih dikenal sebagai shadowing.

Apa Itu Teknik Mirroring?

Mirroring atau Shadowing dalam istilah akademis, adalah teknik latihan bahasa dengan cara mendengarkan ucapan seorang speaker, kemudian menirukannya sedekat mungkin. Yang ditiru bukan hanya kata-katanya, tetapi juga cara speaker mengucapkannya, termasuk pronunciation, rhythm, stress, dan intonation.

Misalnya, kamu sedang menonton video seseorang yang berbicara dalam bahasa Inggris. Daripada hanya mendengarkan, kamu bisa mencoba mengikuti cara mereka mengucapkan kalimat tersebut secara langsung. Dengan begitu, kamu tidak hanya belajar “kata ini pronunciation-nya seperti apa?”, tetapi juga belajar bagaimana bahasa Inggris terdengar ketika digunakan dalam komunikasi nyata.

Kenapa Mirroring Bisa Membantu Pronunciation?

Pertama, melatih listening dan pronunciation secara bersamaan.

Saat melakukan mirroring, kamu perlu mendengarkan speaker dengan saksama sebelum mencoba menirukannya. Secara tidak langsung, kamu jadi lebih terbiasa mengenali bunyi, tekanan kata, dan cara sebuah kalimat diucapkan. Setelah itu, kamu langsung mempraktikkannya dengan suara sendiri. Jadi, kemampuan mendengarkan dan produksi ujaran sama-sama ikut dilatih.

Kedua, membantu memahami rhythm dan intonation.

Bahasa Inggris bukan hanya tentang mengucapkan setiap kata dengan benar. Rhythm dan intonation juga memengaruhi bagaimana sebuah kalimat terdengar. Dengan meniru speaker, kamu bisa belajar kapan suara mereka naik atau turun, bagian mana yang mendapat tekanan, dan bagaimana mereka memberikan jeda saat berbicara. Hal ini dapat membantu membuat cara bicaramu terdengar lebih natural.

Ketiga, membiasakan diri berbicara tanpa terlalu banyak berpikir.

Ingat masalah self-monitoring tadi? Mirroring bisa menjadi salah satu bentuk latihan untuk membiasakan diri menghasilkan bahasa secara langsung. Dalam Journal of Second Language Pronunciation, Foote dan McDonough (2017) menemukan adanya peningkatan pada keterpahaman dan kelancaran berbicara setelah peserta melakukan latihan mirroring selama delapan minggu.

Dengan terus mendengar dan mengucapkan pola bahasa Inggris secara berulang, kamu bisa menjadi lebih terbiasa dengan proses menghasilkan bahasa secara langsung. Jadi, kamu nggak harus terus-menerus menerjemahkan setiap kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris di dalam kepala.

Cara Melakukan Teknik Mirroring

1. Pilih video yang kamu suka

Kamu bisa memilih video YouTube, wawancara, podcast, film, atau bahkan TikTok berbahasa Inggris yang kamu suka. Untuk pemula, pilih speaker yang berbicara dengan cukup jelas dan gunakan video yang memiliki subtitle.

Source: Pinterest

2. Dengarkan terlebih dahulu

Sebelum ikut berbicara, dengarkan potongan video tersebut beberapa kali. Perhatikan bagaimana speaker mengucapkan kata-kata tertentu. Coba dengarkan juga intonation, stress, dan jeda yang mereka gunakan.

Source: Pinterest

3. Ikuti dengan subtitle

Sekarang, coba dengarkan sambil membaca subtitle. Perhatikan apakah ada kata yang ternyata terdengar berbeda dari yang kamu bayangkan. Langkah ini juga bisa membantu menambah vocabulary sekaligus meningkatkan kemampuan listening.

Source: Pinterest

4. Tirukan cara speaker berbicara

Nah, ini bagian utamanya, Sunners! Putar kembali video dan coba ikuti ucapan speaker. Jangan hanya fokus pada kata-katanya, tetapi coba tirukan cara pengucapannya, rhythm, intonation, dan kecepatannya. Nggak perlu langsung sempurna. Yang penting, coba keluarkan suaramu dan ikuti sebisa mungkin.

Source: Pinterest

5. Rekam dan dengarkan kembali

Kalau memungkinkan, rekam suara kamu ketika melakukan mirroring. Kemudian, dengarkan kembali dan bandingkan dengan speaker. Kamu bisa memperhatikan bagian mana yang sudah terdengar mirip dan bagian mana yang masih perlu dilatih. Gunakan rekaman tersebut sebagai cara untuk melihat perkembanganmu dari waktu ke waktu.

Source: Pinterest

Teknik mirroring ini memberikan cara sederhana untuk melatih listening, pronunciation, rhythm, intonation, dan speaking secara bersamaan. Kamu juga nggak membutuhkan alat khusus. Cukup smartphone, video berbahasa Inggris, dan beberapa menit untuk berlatih.

Jadi, melalui teknik ini, kamu nggak cuma bisa lancar speaking di dalam pikiran, tetapi juga bisa menjadi lebih terbiasa menghasilkan bahasa Inggris secara lisan. Bonusnya, dengan berlatih menggunakan berbagai speaker dan materi yang berbeda, kamu juga bisa semakin familiar dengan berbagai cara pengucapan dan variasi aksen dalam bahasa Inggris. 

So, Sunners! What are you waiting for? Practice today, speak with confidence tomorrow!

*****

Produk Rekomendasi Sunday

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengapa Menunda Belajar Sering Terjadi, Padahal Kita Sudah Paham Materinya

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Apa Itu Teknik Mirroring?

4. Tirukan cara speaker berbicara

Nah, ini bagian utamanya, Sunners! Putar kembali video dan coba ikuti ucapan speaker. Jangan hanya fokus pada kata-katanya, tetapi coba tirukan cara pengucapannya, rhythm, intonation, dan kecepatannya. Nggak perlu langsung sempurna. Yang penting, coba keluarkan suaramu dan ikuti sebisa mungkin.

4. Tirukan cara speaker berbicara

Nah, ini bagian utamanya, Sunners! Putar kembali video dan coba ikuti ucapan speaker. Jangan hanya fokus pada kata-katanya, tetapi coba tirukan cara pengucapannya, rhythm, intonation, dan kecepatannya. Nggak perlu langsung sempurna. Yang penting, coba keluarkan suaramu dan ikuti sebisa mungkin.

Post Views: 4