Penulis: Meylani Indah Wulandari – Universitas Bina Sarana Informatika
Sunners, pernah nggak sih saat sedang haid kamu merasa mood tiba-tiba berubah, tubuh jadi lebih mudah lelah, perut terasa kram, atau bahkan kondisi kulit ikut berubah? Hal-hal seperti ini cukup sering dialami selama menstruasi, tetapi nggak semua orang tahu kenapa perubahan tersebut bisa terjadi.
Menstruasi bukan hanya tentang keluarnya darah setiap bulan. Selama siklus menstruasi, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dipengaruhi oleh naik turunnya hormon. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi fisik maupun suasana hati, mulai dari munculnya kram, rasa lelah, perubahan nafsu makan, hingga kulit yang terasa berbeda.
Karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh selama menstruasi. Dengan mengenali perubahan-perubahan tersebut, kita bisa lebih memahami kondisi tubuh sendiri dan mengetahui bahwa setiap orang dapat mengalami gejala menstruasi yang berbeda.
Menstruasi merupakan bagian dari siklus alami tubuh ketika tidak terjadi kehamilan. Setiap bulan, rahim mempersiapkan dirinya dengan membentuk dan menebalkan lapisan dinding rahim yang disebut endometrium. Lapisan ini dipersiapkan sebagai tempat yang dapat mendukung perkembangan embrio jika terjadi kehamilan. Namun, ketika tidak terjadi pembuahan, lapisan tersebut tidak lagi dibutuhkan dan akhirnya luruh.
Proses luruhnya lapisan dinding rahim dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon, terutama estrogen dan progesteron. Estrogen berperan dalam membantu menebalkan lapisan rahim, sedangkan progesteron membantu mempertahankan lapisan tersebut setelah ovulasi. Ketika tidak terjadi kehamilan, kadar kedua hormon tersebut menurun sehingga lapisan dinding rahim mulai luruh dan keluar melalui vagina bersama darah serta jaringan dari dinding rahim. Inilah yang kemudian dikenal sebagai darah menstruasi atau darah haid.
Perubahan hormon selama siklus menstruasi tidak hanya memengaruhi rahim, tetapi juga dapat memberikan pengaruh pada kondisi tubuh secara keseluruhan. Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan munculnya berbagai keluhan, seperti kram atau nyeri perut, tubuh terasa lebih lelah, perubahan suasana hati, perubahan kondisi kulit, hingga perubahan nafsu makan. Namun, tidak semua orang mengalami perubahan yang sama.
Setelah menstruasi berakhir, tubuh akan memasuki tahap berikutnya dalam siklus menstruasi. Rahim kemudian mulai kembali membentuk dan menebalkan lapisan dindingnya sebagai bagian dari persiapan untuk siklus berikutnya. Dengan begitu, menstruasi merupakan salah satu bagian dari siklus alami tubuh yang terus berlangsung dari satu periode ke periode berikutnya.

Perubahan mood saat menstruasi dapat berkaitan dengan naik turunnya kadar hormon dalam tubuh, terutama estrogen dan progesteron. Menjelang menstruasi, kadar kedua hormon tersebut mengalami perubahan yang dapat memengaruhi zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati. Akibatnya, sebagian orang dapat merasa lebih sensitif, mudah tersinggung, mudah marah, sedih, atau lebih emosional dibandingkan biasanya.
Selain perubahan hormon, kondisi fisik selama menstruasi juga dapat memengaruhi suasana hati. Rasa kram atau nyeri perut, tubuh yang terasa lelah, sakit kepala, hingga kurang tidur karena merasa tidak nyaman dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah emosional atau sulit berkonsentrasi. Jadi, perubahan mood saat haid tidak selalu disebabkan oleh hormon saja, tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi tubuh yang sedang mengalami berbagai perubahan.
Perubahan suasana hati tersebut juga dapat menjadi salah satu gejala premenstrual syndrome (PMS). PMS merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang umumnya muncul sebelum menstruasi, seperti mudah marah, sensitif, sedih, lelah, kembung, nyeri payudara, atau perubahan nafsu makan. Gejala yang dirasakan dapat berbeda-beda pada setiap orang, baik dari jenis maupun tingkat keparahannya. Ada yang hanya mengalami perubahan mood ringan, sementara yang lain dapat merasakan beberapa gejala sekaligus. Karena itu, pengalaman setiap orang selama menjelang dan saat menstruasi tidak selalu sama.

Saat menstruasi, tubuh dapat mengalami berbagai perubahan fisik. Salah satu yang paling sering dirasakan adalah kram atau nyeri pada bagian bawah perut. Rasa nyeri ini terjadi karena rahim mengalami kontraksi untuk membantu mengeluarkan lapisan dinding rahim yang sedang luruh. Kontraksi tersebut dipengaruhi oleh zat yang disebut prostaglandin. Semakin tinggi kadar prostaglandin, kontraksi rahim dapat terasa lebih kuat sehingga nyeri yang dirasakan juga bisa lebih intens. Pada sebagian orang, kram hanya terasa ringan, tetapi ada juga yang merasakan nyeri cukup kuat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain kram, tubuh juga bisa terasa lebih lelah atau kurang berenergi selama menstruasi. Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai faktor, seperti perubahan hormon, rasa nyeri, kualitas tidur yang terganggu, atau banyaknya darah yang keluar. Akibatnya, aktivitas yang biasanya terasa ringan bisa menjadi lebih melelahkan dan seseorang mungkin merasa membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat.
Menstruasi juga dapat disertai keluhan fisik lainnya, seperti sakit kepala, perut terasa kembung, atau payudara yang menjadi lebih sensitif dan terasa nyeri. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan perubahan yang terjadi selama siklus menstruasi. Namun, tidak semua orang akan mengalami keluhan yang sama. Ada yang hanya mengalami kram ringan, ada yang merasa lebih lelah, sementara yang lain dapat merasakan beberapa keluhan sekaligus. Tingkat keparahannya pun bisa berbeda, bahkan dapat berubah dari satu siklus menstruasi ke siklus berikutnya. Jadi, pengalaman menstruasi setiap orang tidak selalu sama.
Perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi tidak hanya memengaruhi rahim dan suasana hati, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Kadar hormon seperti estrogen dan progesteron mengalami perubahan sepanjang siklus, yang pada sebagian orang dapat memengaruhi produksi minyak atau sebum pada kulit. Akibatnya, kulit bisa terasa lebih berminyak, lebih mudah muncul jerawat, atau terasa berbeda dari biasanya menjelang maupun saat menstruasi. Pada beberapa orang, kulit juga bisa terasa lebih kering atau sensitif. Perubahan tersebut tidak selalu terjadi pada setiap orang karena kondisi kulit dan respons tubuh terhadap perubahan hormon dapat berbeda-beda.
Selain kondisi kulit, menstruasi juga dapat disertai perubahan pada nafsu makan. Sebagian orang mungkin merasa lebih mudah lapar atau memiliki keinginan lebih kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu, seperti makanan manis, gurih, atau makanan yang dianggap lebih mengenyangkan. Keinginan terhadap makanan tertentu dapat berkaitan dengan perubahan hormon dan zat kimia di otak yang berhubungan dengan nafsu makan dan suasana hati. Ketika seseorang merasa lebih lelah, stres, atau mengalami perubahan mood selama siklus menstruasi, keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu juga dapat ikut berubah.
Perubahan hormon selama siklus menstruasi juga dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini dapat membuat tubuh atau perut terasa lebih penuh dan berat, sehingga terkadang perubahan tersebut dianggap sebagai kenaikan berat badan. Biasanya, perubahan akibat retensi cairan ini bersifat sementara dan dapat berkurang setelah memasuki fase berikutnya dalam siklus menstruasi.
Meski perubahan kulit, nafsu makan, dan kondisi tubuh tersebut cukup umum terjadi, setiap orang dapat mengalaminya dengan cara yang berbeda. Ada yang mengalami kulit lebih berminyak dan nafsu makan meningkat, sementara yang lain mungkin tidak merasakan perubahan yang berarti. Bahkan, perubahan yang dialami seseorang dapat berbeda antara satu siklus menstruasi dengan siklus berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman menstruasi tidak selalu sama pada setiap orang.
Sunners, menstruasi dapat menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh, baik secara fisik maupun emosional. Mulai dari kram perut, tubuh terasa lebih lelah, perubahan kondisi kulit, hingga mood yang naik turun. Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses alami yang dapat terjadi selama siklus menstruasi.
Namun, setiap orang dapat mengalami gejala menstruasi yang berbeda. Ada yang hanya merasakan sedikit perubahan, sementara yang lain mungkin mengalami beberapa keluhan sekaligus. Karena itu, penting untuk lebih mengenali pola tubuh sendiri dan memahami bahwa perubahan yang terjadi selama menstruasi bukanlah sesuatu yang perlu dianggap memalukan.
Dengan memahami apa yang terjadi pada tubuh selama menstruasi, Sunners bisa lebih menerima perubahan tersebut dan mengetahui cara merawat diri dengan lebih baik.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.